lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Tasikmalaya mendapat perhatian langsung dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi. Ia meninjau pelaksanaan program tersebut di SDN Hegarsari, Kota Tasikmalaya, Kamis, 18 Juni 2026.
Kunjungan Menteri PPPA itu menjadi sorotan karena dilakukan langsung di lingkungan sekolah dasar. Di lokasi, Arifatul melihat proses pembagian makanan bergizi kepada siswa, sekaligus menyaksikan anak-anak makan bersama dengan antusias. Pemandangannya sederhana, tetapi pesannya kuat: program MBG tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar sampai ke meja makan anak sekolah.
Anak-Anak Lahap Menyantap Menu MBG
Di SDN Hegarsari Kota Tasikmalaya, para siswa tampak menikmati menu makanan yang disediakan melalui program Makan Bergizi Gratis. Mereka makan bersama di ruang sekolah dengan suasana hangat dan tertib.
Menu yang dibagikan terdiri dari lauk, sayur, buah, dan susu. Anak-anak terlihat lahap menyantap makanan tersebut. Bagi Menteri Arifatul, respons siswa menjadi salah satu tanda bahwa program MBG diterima dengan baik oleh anak-anak.
“Saya melihat anak makan bersama dengan semangat yang luar biasa. Mereka menikmati makanan bergizi gratis yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG benar menyentuh kebutuhan anak di sekolah,” ujar Menteri Arifatul.
Menurutnya, pelaksanaan MBG di sekolah memiliki nilai penting karena berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi anak. Anak usia sekolah membutuhkan asupan yang baik agar dapat tumbuh sehat, aktif, dan memiliki daya konsentrasi yang lebih baik saat mengikuti pelajaran.
Ia menilai, program MBG tidak hanya bicara soal makanan. Lebih dari itu, program ini berkaitan dengan masa depan anak Indonesia. Ketika kebutuhan gizi dasar terpenuhi, anak-anak memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkualitas.
“Mudah-mudahan dengan adanya program MBG ini, anak kita benar-benar dipersiapkan menjadi generasi yang berkualitas. Gizi mereka terpenuhi, sehingga mereka dapat tumbuh sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia 2045,” tegasnya.
Sekolah dan Orang Tua Merasakan Manfaat
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program MBG di Tasikmalaya. Para guru menilai, keberadaan makanan bergizi di sekolah dapat membantu siswa lebih siap mengikuti kegiatan belajar.
Dengan kondisi perut yang terisi makanan sehat, siswa diharapkan lebih fokus menerima pelajaran. Bagi sekolah, hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pembelajaran di ruang kelas.
Orang tua siswa juga disebut merasakan manfaat dari program tersebut. Kehadiran MBG membantu mengurangi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi anak, terutama pada jam sekolah.
Menteri Arifatul berharap pelaksanaan MBG dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Ia juga mengajak pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak.
Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan kerja bersama. Pemerintah menyiapkan program, sekolah membantu pelaksanaan, sementara masyarakat ikut mengawasi agar makanan yang diterima anak tetap layak, bergizi, dan tepat sasaran.
Melalui kunjungan ke SDN Hegarsari, Menteri PPPA ingin memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis di Kota Tasikmalaya berjalan di lapangan. Antusiasme anak-anak yang lahap menyantap makanan menjadi gambaran bahwa program tersebut memiliki dampak langsung bagi siswa.
Ia berharap MBG mampu meningkatkan semangat anak dalam belajar. Dengan gizi yang terpenuhi, anak Indonesia diharapkan tumbuh sehat, cerdas, dan siap mengambil peran dalam pembangunan bangsa di masa mendatang. (DH/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

