Hasil Inggris vs Kroasia: Sempat Diimbangi 2-2, Inggris Ngamuk!

lintaspriangan.comBERITA OLAHRAGA.   Hasil Inggris vs Kroasia pada laga fase grup Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Inggris. Duel panas Grup L ini berlangsung Kamis, 18 Juni 2026 pukul 03.00 WIB dan menghadirkan drama enam gol yang sempat membuat Inggris berkeringat dingin.

Inggris tidak menang dengan jalan yang lurus-lurus saja. Tim ranking 4 FIFA itu sempat unggul, disamakan, unggul lagi, lalu kembali dikejar Kroasia hingga babak pertama berakhir 2-2. Namun setelah jeda, Inggris menunjukkan kelasnya. Gol cepat Jude Bellingham pada awal babak kedua dan gol Marcus Rashford pada menit akhir membuat Kroasia akhirnya tumbang.

Kemenangan ini membuat Inggris langsung memimpin klasemen sementara Grup L dengan 3 poin dan selisih gol 4-2. Sementara Kroasia harus memulai perjalanan dengan posisi juru kunci karena sudah memainkan satu laga dan belum mengoleksi poin.

Secara skor, Inggris menang 4-2. Secara data, kemenangan itu juga bukan hadiah. Inggris unggul telak dalam banyak indikator penting. Mereka mencatat xG 2,79 berbanding 0,72 milik Kroasia. Inggris juga melepas 22 tembakan, 11 tepat sasaran, menciptakan 7 peluang besar, dan menghasilkan 8 tendangan sudut.

Kroasia tetap memberi perlawanan, terutama pada babak pertama. Namun setelah skor 2-2, Inggris seperti menekan tombol ulang. Sayangnya buat Kroasia, tombol itu bukan “restart biasa”, tapi “mode Bellingham”.

Kane Dua Gol, Kroasia Dua Kali Membalas

Laga Inggris vs Kroasia langsung panas sejak awal. Inggris mendapat penalti pada menit ke-10, tetapi eksekusi Harry Kane sempat dibaca Dominik Livakovic. Drama berlanjut setelah wasit Clement Turpin meminta penalti diulang.

Pada menit ke-12, Kane tidak lagi membuang kesempatan. Ia mengeksekusi penalti dengan akurat dan membawa Inggris unggul 1-0. Gol ini menjadi pembuka laga yang kemudian berubah menjadi salah satu duel paling hidup pada awal Piala Dunia 2026.

Kroasia sebenarnya punya peluang bagus pada menit ke-14 lewat Petar Musa. Ia menerima operan pendek di dalam kotak penalti, tetapi terlalu lama mengambil keputusan sehingga tembakannya bisa diblok pemain bertahan Inggris.

Inggris juga terus mengancam. Noni Madueke masuk ke kotak penalti pada menit ke-16, tetapi tembakannya berhasil diblok. Tekanan Inggris terlihat rapi, tetapi Kroasia tidak panik.

Pada menit ke-36, Kroasia menyamakan kedudukan. Petar Sucic memainkan peran penting dengan menempatkan Martin Baturina di ruang kosong dekat area penalti. Baturina lalu menyelesaikan peluang dengan dingin dan membuat skor menjadi 1-1.

Inggris kembali unggul pada menit ke-42. Declan Rice mengirim tendangan sudut sempurna, lalu Harry Kane melompat paling tinggi untuk menyundul bola. Sundulannya memantul ke tanah dan masuk ke sisi kiri gawang Kroasia. Inggris memimpin 2-1.

Namun Kroasia belum selesai. Pada masa tambahan waktu babak pertama, Ivan Perisic mengirim umpan silang ke dalam kotak penalti. Petar Musa berada di posisi tepat dan menyentuh bola masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 2-2 pada menit 45+5.

Babak pertama pun selesai dengan skor imbang. Inggris unggul kualitas peluang, tetapi Kroasia menunjukkan satu hal penting: mereka masih cukup berbahaya untuk menghukum kelengahan.

Bellingham Memukul Cepat, Rashford Mengunci Laga

Babak kedua baru berjalan sebentar ketika Inggris kembali memimpin. Pada menit ke-47, Jude Bellingham menyelesaikan aksinya dengan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Bola masuk ke sudut kiri bawah gawang Kroasia. Dominik Livakovic hanya bisa melihat bola meluncur masuk.

Gol Bellingham ini menjadi titik balik besar. Kroasia yang baru saja masuk ruang ganti dengan moral cukup bagus karena menyamakan skor 2-2, langsung dihantam lagi. Inggris mengubah skor menjadi 3-2 dan membuat arah pertandingan kembali berada dalam genggaman mereka.

Kroasia mencoba merespons melalui pergantian pemain. Mateo Kovacic masuk menggantikan Luka Modric pada menit ke-58. Setelah itu, Kroasia juga memasukkan Mario Pasalic dan Igor Matanovic pada menit ke-66.

Inggris juga melakukan perubahan besar pada menit ke-72. Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Morgan Rogers masuk untuk menyegarkan serangan. Keputusan itu akhirnya menjadi kunci penutup laga.

Kroasia sempat mendapat momentum pada menit ke-76 dan 77. Marco Pasalic melepaskan tembakan yang mengarah ke gawang, tetapi Jordan Pickford mampu mengamankan bola. Satu menit kemudian, Igor Matanovic juga mendapat ruang dan melepaskan tembakan bagus ke sudut kiri bawah, namun Pickford kembali melakukan penyelamatan penting.

Dua momen itu menjadi bukti bahwa Kroasia masih punya ancaman. Tetapi ketika mereka gagal menyamakan skor, Inggris justru menghukum balik.

Pada menit ke-85, Bukayo Saka mengirim bola kepada Marcus Rashford. Rashford lalu menuntaskannya dari jarak dekat ke sudut kanan bawah gawang. Gol itu membuat Inggris unggul 4-2 dan mematikan sisa perlawanan Kroasia.

Secara statistik, Inggris memang layak menang. Mereka unggul xG 2,79 berbanding 0,72. Total tembakan juga sangat jauh, 22 berbanding 10. Tembakan tepat sasaran Inggris mencapai 11, sedangkan Kroasia 5. Dalam peluang besar, Inggris unggul 7 berbanding 2.

Penguasaan bola sebenarnya tidak terlalu timpang: Inggris 52 persen, Kroasia 48 persen. Akurasi operan kedua tim juga sama-sama 86 persen. Namun perbedaan utama ada pada kualitas serangan di area berbahaya. Inggris mencatat 36 sentuhan di kotak penalti lawan, sedangkan Kroasia hanya 17.

Data itu menjelaskan mengapa Inggris bisa menang. Mereka bukan hanya lebih sering menyerang, tetapi juga lebih sering membawa bola ke wilayah yang benar-benar mengancam.

Hasil Inggris vs Kroasia ini menjadi sinyal kuat bagi Grup L. Inggris langsung membuka turnamen dengan kemenangan besar, meski pertahanannya masih memberi ruang untuk dievaluasi karena kebobolan dua gol. Kroasia, di sisi lain, kalah tetapi tidak tampil kosong. Mereka sempat dua kali memberi pukulan dan membuat Inggris harus bekerja keras.

Bagi Inggris, kemenangan ini penting untuk membangun kepercayaan diri. Harry Kane menunjukkan ketajamannya lewat dua gol. Jude Bellingham memberi dampak besar tepat setelah jeda. Marcus Rashford dan Bukayo Saka juga membuktikan bahwa pemain pengganti bisa mengubah akhir cerita.

Bagi Kroasia, kekalahan 2-4 jelas menyakitkan. Namun laga ini juga memperlihatkan bahwa mereka masih punya daya saing. Masalahnya, melawan tim sekelas Inggris, berbahaya saja tidak cukup. Kroasia butuh lebih klinis, lebih rapat, dan lebih tahan terhadap tekanan babak kedua.

Pada akhirnya, Inggris vs Kroasia menjadi laga yang cocok disebut drama enam gol. Inggris menang, tetapi sempat dibuat tidak nyaman. Kroasia kalah, tetapi sempat membuat skor 2-2 dan memaksa publik melihat laga ini lebih lama dari sekadar papan skor. (AS)

Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp

Berita lainnya:

Portugal vs Kongo: Unggul Cepat, Selanjutnya Portugal Tersendat

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA.  Laga Portugal vs Kongo di babak pertama Piala Dunia 2026 berakhir di luar dugaan. Tim unggulan Portugal...

Prediksi Ghana vs Panama: Ghana Terluka, Panama Memburu Sejarah

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Prediksi Ghana vs Panama pada laga Grup L Piala Dunia 2026 tidak cukup dibaca dari nama besar...

Prediksi Uzbekistan vs Kolombia: Debutan Tanpa Beban, Favorit Waspada

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Prediksi Uzbekistan vs Kolombia tidak cukup dibaca dari ranking FIFA, peluang menang, atau nama besar pemain semata....

Terbaru

Dugaan Penipuan Oknum Polres Garut, Warga Tasik Jadi Korban

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Dugaan penipuan yang menyeret oknum Polres Garut...

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Ciamis Raih Ijazah Paket C

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Suasana haru dan bangga terasa di Aula...

Bootcamp Wiramuda Hebat Garut: 40 Pemuda Terpilih Digembleng Jadi Pengusaha Muda

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 40 pemuda terpilih dari berbagai latar belakang...

Rp600 Ribu Bikin Gaduh Damkar Banjar, Kalak BPBD Bantah Terima Uang

lintaspriangan.com, KOTA BANJARIsu dugaan pungutan liar atau pungli yang...

Denda BPJS Kesehatan Mengintai Peserta yang Baru Aktif Saat Rawat Inap

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peserta Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN...

Piala Dunia 2026

Portugal vs Kongo: Unggul Cepat, Selanjutnya Portugal Tersendat

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA.  Laga Portugal vs Kongo di babak pertama...

Prediksi Ghana vs Panama: Ghana Terluka, Panama Memburu Sejarah

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Prediksi Ghana vs Panama pada laga Grup...

Prediksi Uzbekistan vs Kolombia: Debutan Tanpa Beban, Favorit Waspada

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Prediksi Uzbekistan vs Kolombia tidak cukup dibaca...

Inggris vs Kroasia: Laga Ketat yang Bisa Berujung Seri

Inggris vs Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026...

Ceko vs Afrika Selatan: Bola Mati Lawan Luka Kartu Merah

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Ceko vs Afrika Selatan bukan sekadar pertandingan kedua...

Daerah lainnya

Wanita Bandung Disekap 3 Tahun, Ditemukan Luka Berat dan Buta

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Kasus wanita Bandung disekap menjadi perhatian publik...

Indikasi Korupsi Kesbangpol Jabar Bagian 1: Makan Minum Tak Dikerjakan tapi Dibayar

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Temuan BPK atas kegiatan di Badan Kesatuan Bangsa...

Indikasi Korupsi Bank bjb, Nilai Bermasalah Tembus Rp1,178 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Indikasi korupsi Bank bjb mulai membuka ruang...

Ditanya Indikasi Korupsi, Kesbangpol Cirebon Berdalih Ini Ranah APIP

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol...

Perspektif

Popular Categories