4. Penolakan Justru Membuat Film Ini Makin Dicari
Di sejumlah daerah, penolakan film Pesta Babi muncul dalam berbagai bentuk. Sejumlah agenda nobar mendapat tekanan. Beberapa kegiatan juga batal atau bubar.
Namun, penolakan itu justru membesarkan rasa ingin tahu publik. Banyak orang yang sebelumnya tidak mengenal film ini mulai mencari informasinya.
Dandhy Laksono bahkan menyebut permintaan nobar melonjak. Menurut laporan yang beredar, permintaan pemutaran film ini mencapai ribuan.
Fenomena ini menarik. Saat satu film mendapat tekanan, perhatian publik justru membesar. Ibarat menutup panci mendidih, uapnya tetap mencari celah.
5. Nobar Film Pesta Babi Jadi Ruang Diskusi
Agenda nobar film Pesta Babi tidak hanya berisi kegiatan menonton. Pembuat film ingin pemutaran dokumenter ini menjadi ruang diskusi.
Cypri Dale menyebut film tersebut bukan sekadar tontonan. Ia menilai film ini menuntut jawaban.
Karena itu, pembuat film belum langsung melepas dokumenter ini ke platform streaming terbuka. Mereka ingin penonton hadir bersama, berdiskusi, lalu membicarakan isu yang muncul setelah film selesai.
Pilihan ini membuat film bergerak dari komunitas ke komunitas. Kampus, ruang diskusi, organisasi sipil, dan kelompok masyarakat menjadi titik penting penyebarannya.
6. Polemik Film Pesta Babi Melibatkan Banyak Pihak
Polemik film Pesta Babi tidak berhenti di kalangan penonton. Isu ini ikut menyeret banyak pihak ke ruang perdebatan.
TNI AD melalui Kodam XVII/Cenderawasih mengimbau warga agar bijak menyikapi rencana pemutaran film ini. Mereka menyoroti proses sensor, potensi distorsi informasi, dan stabilitas sosial di Papua.
Di sisi lain, pemerintah pusat menyatakan tidak melarang kegiatan nobar dan diskusi film tersebut. Yusril Ihza Mahendra menyebut kritik dalam film masih tergolong wajar, meski judul dan narasinya terasa provokatif.
Menteri HAM Natalius Pigai juga menegaskan bahwa pihak mana pun tidak bisa melarang film secara sembarangan. Menurutnya, larangan harus melalui putusan pengadilan.
Halaman selanjutnya: TNI Soroti Ini



