lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pasar Cikurubuk Tasikmalaya menjadi lokasi aksi gotong royong dan Jumat Resik yang digelar Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama sejumlah unsur masyarakat pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan di salah satu pusat perdagangan utama di Kota Tasikmalaya.
Aksi tersebut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya bersama jajaran pemerintah daerah dan elemen masyarakat. Namun, pekerjaan menjaga kebersihan pasar tidak berhenti ketika kegiatan gotong royong selesai. Konsistensi pengelolaan sampah dan keterlibatan pedagang menjadi bagian penting agar lingkungan pasar tetap bersih dan nyaman untuk aktivitas jual beli sehari-hari.
Pasar Cikurubuk Tasikmalaya dan Pentingnya Kebersihan Pasar
Pasar Cikurubuk merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat di Kota Tasikmalaya. Berdasarkan data pasar tradisional pada portal resmi Pemerintah Kota Tasikmalaya, pasar yang berada di Jalan Residen Ardiwinangun, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, tersebut memiliki luas tanah sekitar 43.120 meter persegi.
Data pemerintah juga mencatat terdapat 2.772 kios dan 1.867 tempat dasaran di pasar tersebut. Besarnya aktivitas perdagangan membuat kebersihan lingkungan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan secara berkelanjutan.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung dan pedagang. Karena itu, menjaga kebersihan pasar membutuhkan kerja sama antara pengelola, pedagang, pengunjung, serta instansi terkait.
Melalui publikasi pada 16 Oktober 2026, DKP3 Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa aksi Jumat Resik di Pasar Cikurubuk merupakan bagian dari pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI. Program tersebut diarahkan untuk mendukung lingkungan kota yang bersih, nyaman, dan lebih tertata.
Meski demikian, kegiatan satu hari belum cukup untuk menggambarkan kondisi kebersihan pasar secara keseluruhan. Diperlukan informasi lebih lanjut mengenai hasil pembersihan, volume sampah yang diangkut, serta kondisi fasilitas kebersihan di kawasan pasar.
Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Membutuhkan Upaya Berkelanjutan
Keberhasilan gerakan kebersihan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya peserta yang turun ke lapangan. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan lingkungan yang sudah dibersihkan tetap terawat setelah kegiatan berakhir.
Pengelola pasar dapat menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi tersebut melalui pengaturan tempat pembuangan sampah, pengawasan kebersihan area perdagangan, serta koordinasi dengan petugas kebersihan. Pedagang dan pengunjung juga memiliki peran melalui kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa kegiatan gotong royong berjalan seiring dengan sistem pengelolaan sampah yang memadai. Evaluasi rutin dapat membantu mengetahui persoalan yang masih perlu ditangani dan menentukan langkah perbaikan berikutnya.
Hingga informasi yang tersedia dipublikasikan, belum terdapat data terperinci mengenai volume sampah yang berhasil diangkut dalam aksi 16 Oktober 2026 maupun evaluasi hasil kegiatan tersebut. Informasi itu penting untuk menilai dampak nyata program terhadap kondisi lingkungan pasar.
Pada akhirnya, kebersihan Pasar Cikurubuk Tasikmalaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan. Lingkungan pasar yang bersih membutuhkan keterlibatan semua pihak dan pemeliharaan yang konsisten, sehingga kegiatan Jumat Resik dapat menjadi awal dari kebiasaan menjaga kebersihan, bukan sekadar agenda sesaat.
(HS)
