lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Kekalahan telak 0-4 dari Adhyaksa FC menjadi bahan evaluasi bagi PSGC Ciamis menjelang pertandingan menghadapi PSIS Semarang dalam Pegadaian Championship Liga 2 musim 2026/2027. CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya, meminta tim tidak mengulangi kesalahan dalam menentukan formasi dan komposisi pemain.
Herdiat mengatakan, manajemen telah menggelar evaluasi bersama untuk mengidentifikasi kekurangan tim setelah hasil buruk pada pertandingan sebelumnya. Pembenahan dinilai penting agar PSGC bisa tampil lebih baik saat menghadapi PSIS.
“Beberapa hari yang lalu kita sudah melakukan evaluasi bersama seluruh manajemen. Kita tidak boleh mengulangi kejadian kemarin, terlalu berani mencoba formasi dan komposisi baru,” ujar Herdiat saat diwawancarai seusai kegiatan.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian menjelang laga berikutnya. Setelah kalah dengan selisih empat gol, PSGC dituntut menunjukkan perbaikan, bukan sekadar berharap hasil berbeda.
Herdiat Soroti Formasi dan Komposisi Pemain
Menurut Herdiat, kekalahan dari Adhyaksa FC harus menjadi pelajaran bagi seluruh elemen tim. Evaluasi yang telah dilakukan manajemen diharapkan menghasilkan keputusan yang lebih tepat dalam mempersiapkan pertandingan.
Salah satu hal yang disorot adalah keberanian mencoba formasi dan komposisi pemain baru. Herdiat berharap pendekatan tersebut tidak kembali diterapkan tanpa mempertimbangkan kesiapan tim dan kebutuhan menghadapi karakter permainan lawan.
Persiapan melawan PSIS Semarang pun perlu dilakukan secara matang. Strategi yang dipilih harus disesuaikan dengan kemampuan pemain, sementara kekompakan dan kedisiplinan menjadi aspek yang perlu dijaga selama pertandingan.
“Yang terpenting, kita harus belajar dari pertandingan sebelumnya. Evaluasi ini harus menjadi bahan perbaikan agar ke depan permainan PSGC lebih baik,” tegasnya.
Evaluasi tersebut kini dituntut berbuah perbaikan nyata di lapangan. Sebab, hasil pertandingan tidak hanya ditentukan oleh perubahan strategi, tetapi juga kemampuan pemain menjalankan instruksi, menjaga konsentrasi, dan bekerja sebagai satu kesatuan.
Suporter Menanti Kebangkitan Laskar Singacala
Selain menyoroti pembenahan tim, Herdiat menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan suporter yang terus memberikan dukungan kepada PSGC Ciamis.
Ia menyadari bahwa para pendukung memiliki harapan agar Laskar Singacala mampu menunjukkan permainan yang membanggakan dan kembali meraih kemenangan. Dukungan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pemain dan pelatih untuk bekerja lebih keras.
“Kita juga tidak ingin mengecewakan para suporter. Kita akan terus berusaha untuk menang,” ungkap Herdiat.
Bagi PSGC, dukungan suporter menjadi salah satu dorongan untuk memperbaiki penampilan setelah kekalahan telak. Namun, harapan tersebut perlu dijawab melalui permainan yang lebih solid dan konsisten.
Karena itu, pertandingan melawan PSIS Semarang menjadi kesempatan bagi PSGC untuk memperlihatkan hasil evaluasi manajemen. Para pemain dituntut menjaga konsentrasi sepanjang laga, menerapkan strategi dengan disiplin, serta meminimalkan kesalahan yang bisa merugikan tim.
Laga Kontra PSIS Jadi Ujian Pembenahan PSGC
Pertemuan dengan PSIS bukan sekadar pertandingan berikutnya bagi Laskar Singacala. Laga ini juga menjadi ujian untuk melihat sejauh mana evaluasi setelah kekalahan dari Adhyaksa FC dapat diterjemahkan menjadi perubahan permainan.
Peringatan Herdiat agar kesalahan tidak terulang menunjukkan bahwa manajemen menginginkan persiapan yang lebih terukur. Meski demikian, hasil akhir tetap akan ditentukan oleh performa tim ketika pertandingan berlangsung.
Suporter kini menanti respons PSGC di lapangan. Setelah kekalahan 0-4, kebangkitan tidak cukup dijanjikan melalui evaluasi, tetapi harus diperlihatkan lewat permainan yang lebih terorganisasi dan hasil yang lebih baik.
Bagi Laskar Singacala, laga melawan PSIS menjadi momentum untuk membuktikan bahwa kekalahan sebelumnya benar-benar menjadi pelajaran, sekaligus menjawab harapan masyarakat Ciamis yang terus mendukung perjuangan tim. (FSL/HS)
