lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Debut Megawati Hangestri Pertiwi bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026 berakhir dengan kekalahan. Menghadapi Korea Expressway Hi-Pass di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, Rabu (14/10/2026), Hillstate takluk tiga set langsung dengan skor 17-25, 16-25, dan 18-25.
Meski timnya gagal meraih kemenangan, Megawati tetap memberikan kontribusi dengan mencetak 14 poin. Catatan tersebut menjadikannya salah satu penyumbang angka utama Hillstate, meskipun permainan tim secara keseluruhan belum mampu mengimbangi lawan.
Hasil ini sekaligus menjadi awal yang menantang bagi Megawati setelah bergabung dengan klub asal Suwon tersebut. Selain masih dalam proses pemulihan kondisi fisik, pemain berjuluk Megatron itu juga perlu membangun koordinasi dengan rekan-rekan barunya.
Kondisi Megawati Belum Pulih 100 Persen
Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, sebelumnya telah mengungkapkan bahwa kondisi fisik Megawati belum sepenuhnya pulih ketika menjalani debut.
Megawati diketahui baru menjalani operasi usus buntu sekitar tiga minggu sebelum pertandingan. Ia juga baru menjalani latihan penuh bersama rekan-rekan setimnya selama kurang lebih dua minggu.
Kang mengakui sempat mempertimbangkan untuk menurunkan Megawati sebagai pemain pengganti. Namun, terbatasnya kesempatan bertanding di KOVO Cup membuatnya memilih memainkan Megawati sejak awal agar proses adaptasi tim dapat berlangsung melalui pertandingan kompetitif.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan waktu persiapan menuju kompetisi reguler. Jika Hillstate gagal melaju ke semifinal, kesempatan mereka bertanding di turnamen pramusim itu akan semakin terbatas.
Meski kondisi Megawati belum ideal, Kang tetap menaruh harapan terhadap kemampuan menyerangnya. Ia menilai Megawati dan pemain asing asal Amerika Serikat, Jordan Wilson, memiliki potensi untuk menjadi tumpuan serangan Hillstate.
Pelatih Soroti Chemistry dengan Setter
Selain kondisi fisik, persoalan lain yang menjadi perhatian Kang adalah koordinasi antarpemain, terutama hubungan permainan antara Megawati dan setter Kim Da-in.
Menurut Kang, serangan Megawati dan Jordan Wilson sebenarnya cukup menjanjikan. Namun, distribusi umpan dan penyelesaian serangan belum berjalan selaras.
“Ada banyak kesalahan, dan setter Kim Da-in, Mega, dan Jordan masih belum sinkron,” ujar Kang, sebagaimana dikutip dalam pemberitaan media Korea yang dilansir sejumlah media Indonesia.
Kang juga menilai Hi-Pass tampil lebih baik dalam serangan maupun pertahanan. Kekalahan tersebut memperlihatkan bahwa Hillstate masih perlu memperbaiki sejumlah aspek permainan, termasuk mengurangi kesalahan sendiri dan meningkatkan efektivitas blok.
Bagi Megawati, membangun chemistry dengan setter menjadi salah satu pekerjaan penting dalam proses adaptasi di klub barunya. Kualitas serangan tidak hanya ditentukan kemampuan melakukan smes, tetapi juga ketepatan umpan, waktu lompatan, dan pemahaman terhadap pola permainan tim.
Debut Berbeda dari Pengalaman Bersama Red Sparks
Perjalanan Megawati bersama Hillstate sejauh ini memberikan hasil berbeda dibandingkan pengalamannya ketika membela Daejeon Red Sparks.
Bersama Red Sparks, Megawati pernah menjadi salah satu tumpuan serangan dan mendapat perhatian luas dari penggemar voli Korea maupun Indonesia. Kini, bersama Hillstate, ia kembali harus membangun permainan dari awal dengan komposisi pemain dan sistem yang berbeda.
Perbedaan tersebut membuat proses adaptasi menjadi faktor penting. Pengalaman di klub sebelumnya menjadi modal, tetapi tidak otomatis menjamin koordinasi dengan rekan baru langsung berjalan mulus.
Kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya juga perlu menjadi bagian dari penilaian terhadap penampilannya pada laga perdana.
Karena itu, kekalahan pada debut Megawati Hangestri dari Hi-Pass belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan kiprah Megawati bersama Hillstate. Kontribusi 14 poin menunjukkan ia tetap mampu memberikan ancaman dalam serangan, sementara catatan pertandingan memberikan bahan evaluasi bagi tim pelatih.
Hillstate Dituntut Segera Berbenah
Kekalahan pada laga pembuka membuat Hillstate memiliki pekerjaan rumah sebelum pertandingan berikutnya di KOVO Cup 2026.
Koordinasi antara setter dan penyerang, konsistensi penerimaan bola, efektivitas blok, serta pengurangan kesalahan sendiri menjadi sejumlah aspek yang perlu diperbaiki.
Bagi Megawati, pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan untuk meningkatkan koneksi dengan Kim Da-in sekaligus menyesuaikan diri dengan pola serangan Hillstate.
Dengan kondisi fisik yang masih dalam tahap pemulihan dan kerja sama tim yang belum sepenuhnya terbentuk, perkembangan Megawati dalam laga-laga selanjutnya akan menjadi perhatian penggemar voli Indonesia.
Debut Megawati Hangestri yang berakhir dengan kekalahan memang bukan awal yang diharapkan. Namun, perjalanan Megawati bersama Hillstate masih panjang, dan tantangan berikutnya adalah mengubah potensi serangan menjadi permainan tim yang lebih padu. (HS)
