lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat dijadwalkan mengikuti kegiatan kesiapsiagaan bencana dan simulasi tanggap darurat pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan tersebut tercantum dalam kalender agenda resmi BPBD Jawa Barat.
Berdasarkan informasi dalam agenda BPBD Jawa Barat, simulasi tanggap darurat bencana dijadwalkan mulai pukul 07.30 WIB di Ruang Serbaguna Kantor Regional 2 PTPN I (Persero). Agenda kegiatan tersebut tercatat atas nama PTPN I dengan nomor surat RH2A-RH/STG/2026.10.12-4.
Simulasi Tanggap Darurat Masuk Agenda BPBD Jawa Barat
Dalam kalender resmi, kegiatan itu tercantum dengan nama “Kegiatan Awareness Kesiapsiagaan Bencana dan Simulasi Tanggap Darurat”.
Dua personel yang tercatat sebagai pelaksana atau petugas dalam agenda tersebut adalah Asep Dedi Erawan dan Rano Harjaya.
Kegiatan simulasi tanggap darurat bencana ini masuk dalam daftar agenda BPBD Jawa Barat pada Jumat, 16 Oktober 2026, bersama sejumlah kegiatan lain yang berkaitan dengan kebencanaan dan administrasi pemerintahan.
Meski demikian, informasi yang dipublikasikan melalui kalender agenda belum memuat rincian skenario simulasi, jumlah peserta, maupun bentuk latihan yang direncanakan.
Hingga informasi ini diperiksa, sumber resmi yang ditemukan baru memastikan adanya jadwal kegiatan. Pelaksanaan dan hasil simulasi belum dapat dipastikan dari agenda tersebut.
Kesiapsiagaan Bencana di Jawa Barat
Kesiapsiagaan menghadapi bencana sebelumnya juga menjadi bagian dari program peningkatan kompetensi aparatur Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pada 30 September 2026, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat bersama BPBD Jawa Barat membuka Pelatihan ASN Tangguh Bencana yang melibatkan 78 aparatur dari 46 perangkat daerah dan biro.
Program yang berlangsung pada 25 September hingga 6 Oktober 2026 tersebut diikuti 41 pegawai negeri sipil (PNS) dan 37 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Materi pelatihan meliputi identifikasi risiko bencana, mitigasi, penanganan awal kegawatdaruratan, teknik evakuasi, serta penyusunan prosedur operasional standar penanganan darurat.
Dalam kegiatan sebelumnya itu, Kepala BPSDM Jawa Barat Ika Mardiah menekankan pentingnya pemahaman risiko, kejelasan peran aparatur, dan keberlanjutan pelayanan publik ketika menghadapi situasi bencana.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama.
Adapun agenda simulasi tanggap darurat pada 16 Oktober merupakan kegiatan tersendiri. Belum tersedia keterangan resmi yang memastikan hubungan langsung antara simulasi tersebut dan pelatihan aparatur yang berlangsung sebelumnya.
Informasi mengenai pelaksanaan, materi simulasi, serta hasil evaluasi kegiatan masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut kepada penyelenggara. (NS/AS)
