lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Gempa Bogor berkekuatan magnitudo 2,5 tercatat dalam sistem informasi otomatis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pusat gempa berada di darat, sekitar 25 kilometer barat daya Kota Bogor, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.
Informasi gempa Bogor tersebut dipublikasikan melalui layanan Stasiun Geofisika Lampung Utara milik BMKG. Data awal masih bersifat sementara karena parameter gempa dapat berubah setelah ahli seismologi memeriksa seluruh rekaman aktivitas seismik yang masuk.
BMKG Catat Aktivitas Gempa di Barat Daya Bogor
Berdasarkan informasi awal BMKG, gempa bermagnitudo 2,5 tersebut berpusat di kawasan daratan sebelah barat daya Kota Bogor.
Lokasi pusat gempa tidak berarti seluruh wilayah administrasi Kota Bogor mengalami guncangan dengan intensitas yang sama. Kekuatan getaran di permukaan dapat berbeda karena dipengaruhi jarak dari pusat gempa, kedalaman sumber, dan kondisi geologi setempat.
BMKG juga menyediakan informasi estimasi intensitas guncangan berdasarkan pemodelan dan data pengamatan sensor akselerometer.
Namun, data sensor tidak dapat langsung disamakan dengan laporan warga yang merasakan getaran. Untuk memastikan wilayah yang benar-benar merasakan gempa diperlukan informasi intensitas atau laporan resmi yang telah diperiksa.
Hingga pemeriksaan informasi ini, belum diperoleh laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa magnitudo 2,5 tersebut.
Ketiadaan laporan yang ditemukan tidak serta-merta memastikan tidak ada dampak. Kondisi lapangan tetap memerlukan keterangan dari instansi penanggulangan bencana setempat.
Sehari Sebelumnya, Gempa M 4,1 Dirasakan di Wilayah Bogor
Aktivitas gempa juga tercatat di sekitar Bogor pada Kamis, 15 Oktober 2026, sehari sebelum informasi gempa magnitudo 2,5 muncul dalam sistem BMKG.
Data BMKG mencatat gempa magnitudo 4,1 pada pukul 17.58.23 WIB, dengan pusat di darat sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor dan kedalaman 5 kilometer.
Guncangan gempa tersebut dilaporkan mencapai intensitas IV MMI di Pamijahan dan Kabandungan. Pada tingkat tersebut, getaran dapat dirasakan banyak orang di dalam bangunan.
BMKG juga mencatat gempa magnitudo 3,5 pada pukul 17.49.43 WIB tanggal yang sama, dengan pusat sekitar 25 kilometer utara Kabupaten Sukabumi. Guncangannya tercatat mencapai III MMI di Kalapanunggal, Leuwiliang, dan Cipeuteuy.
Meski beberapa gempa terjadi dalam rentang waktu berdekatan dan wilayah yang relatif berdekatan, belum ada keterangan resmi yang diperoleh untuk memastikan hubungan antara gempa-gempa tersebut. Karena itu, kejadian pada 16 Oktober belum dapat dinyatakan sebagai gempa susulan tanpa analisis BMKG.
Masyarakat diimbau mengikuti pembaruan parameter gempa melalui kanal resmi BMKG dan memeriksa kondisi bangunan apabila mengalami guncangan.
Informasi terakhir mengenai gempa Bogor pada 16 Oktober 2026 tetap perlu diperbarui apabila BMKG menerbitkan hasil analisis seismologi yang mengubah besaran magnitudo, kedalaman, atau lokasi pusat gempa. (NS/AS)
