lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย Kebakaran toko elektronik di Tasikmalaya menghanguskan sebuah ruko milik Deni di Jalan Letjen Mashudi, Babakan Jati, Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (24/5/2026) pagi.
Peristiwa yang terjadi di kawasan RT 04/RW 02 itu diduga dipicu korsleting listrik. Api melalap bagian dalam toko hingga menyebabkan barang elektronik, perabot, serta sejumlah aset usaha ludes terbakar. Kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp250 juta.
Kebakaran tersebut pertama kali diketahui setelah warga melihat kepulan asap tebal membubung dari dalam toko. Sebelumnya, warga sempat mendengar suara letupan keras dari arah ruko sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, suara itu tidak langsung dicurigai sebagai tanda awal kebakaran.
Letupan yang semula dianggap bunyi biasa itu belakangan diduga menjadi tengara awal munculnya api. Kobaran kemudian merayap di dalam ruko dan membesar sebelum akhirnya diketahui warga.
Warga Melihat Asap Tebal, Damkar Langsung Dihubungi
Kepulan asap dari toko elektronik tersebut baru terlihat sekitar pukul 06.35 WIB. Saat itu, seorang warga bernama Roqiq Nurrahman yang sedang berolahraga melihat asap tebal keluar dari bangunan toko.
Melihat kondisi tersebut, Roqiq segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya. Laporan itu kemudian diterima petugas dan Regu 2 Damkar langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Petugas Damkar berangkat sekitar pukul 06.39 WIB dan tiba di lokasi pukul 06.48 WIB. Proses pemadaman mulai dilakukan pukul 06.50 WIB.
Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas langsung melakukan penanganan sesuai prosedur. Api yang sudah membakar area ruko berukuran sekitar 5×9 meter persegi itu segera dilokalisasi agar tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.
Upaya cepat petugas membuat ruko di sisi kiri dan kanan berhasil diselamatkan. Meski demikian, bagian depan dan belakang toko elektronik tersebut mengalami kerusakan cukup parah.
Api Padam Pukul 07.35 WIB, Kerugian Ditaksir Rp250 Juta
Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.35 WIB. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi kembali menyala.
Pendinginan selesai sekitar pukul 07.50 WIB. Dalam kejadian ini, tingkat kerusakan dilaporkan masuk kategori sedang, dengan dampak terbesar terjadi pada bagian dalam toko.
Seluruh barang elektronik, perabot, dan aset usaha yang berada di dalam toko dilaporkan hangus terbakar. Nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp250.000.000.
Meski kerugian material cukup besar, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas Damkar Kota Tasikmalaya berhasil mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Kebakaran ini kembali menjadi pengingat penting bagi pemilik usaha maupun masyarakat agar lebih rutin memeriksa instalasi listrik. Korsleting yang tidak terdeteksi sejak awal bisa berubah menjadi bencana besar, terutama pada bangunan yang menyimpan barang mudah terbakar atau bernilai tinggi.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya pun mengimbau masyarakat tidak menyepelekan tanda-tanda awal seperti bau gosong, percikan, suara letupan, atau panas berlebih pada instalasi listrik. Sebab, api kadang tidak datang mengetuk pintu. Ia langsung masuk, dan biasanya tidak permisi. (DH/AS)
Baca Berita Tasikmalaya lainnya di Google News





















