Indikasi Korupsi Kecil-Kecilan, tapi Terus-Terusan di BKPSDM Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketidaksinkronan belanja anggaran kembali menjadi sorotan. Kali ini terjadi di BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya, pada dua komponen yang tampak sederhana: tinta printer dan kertas HVS. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan angka-angka yang sulit dijelaskan secara logika.

Pada tahun anggaran 2025 dan 2026, belanja refill tinta printer di BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya tercatat masing-masing sekitar Rp41,3 juta dan Rp42,4 juta. Jika dikonversi dengan harga rata-rata Rp120 ribu per botol, jumlah tinta yang dibeli mencapai lebih dari 340 botol setiap tahunnya.

Dengan kapasitas cetak sekitar 5.000 lembar per botol, maka tinta tersebut secara teoritis mampu mencetak lebih dari 1,7 juta lembar dalam setahun.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Belanja kertas HVS di BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya pada periode yang sama hanya berkisar Rp47–48 juta, atau setara dengan sekitar 300 ribu lembar per tahun.

Selisihnya sangat mencolok. Kapasitas tinta mencapai lebih dari lima kali lipat dibanding jumlah kertas yang tersedia.

“Kalau kita pakai logika sederhana saja, ini sudah tidak masuk akal. Tinta bisa untuk mencetak jutaan lembar, tapi kertasnya hanya ratusan ribu. Mau dicetak di mana sisanya?” kata Diki Samani saat dimintai tanggapan.

Menurut Diki, ketimpangan ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan indikasi kuat adanya perencanaan anggaran yang tidak berbasis kebutuhan riil.

Ia menjelaskan, jika kapasitas tinta benar-benar digunakan, maka dalam satu hari kerja, volume cetak di BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya bisa mencapai lebih dari 7.000 lembar. Angka itu jauh di atas jumlah kertas yang tersedia, yang hanya sekitar 1.300 lembar per hari.

“Ini bukan selisih kecil. Ini gap besar yang terus berulang. Kalau ini terjadi satu kali mungkin bisa dianggap kelalaian. Tapi ini dua tahun berturut-turut dengan pola yang sama,” ujarnya.

Diki juga menyoroti bahwa di era digital saat ini, penggunaan printer sebenarnya dapat dilacak secara presisi. Setiap perangkat modern memiliki pencatat jumlah cetak atau print counter yang bisa menunjukkan berapa banyak dokumen yang benar-benar diproduksi.

“Data itu ada. Tinggal mau dipakai atau tidak. Kalau perencanaan anggaran tidak mengacu pada data riil penggunaan, ya hasilnya seperti ini—tidak sinkron,” katanya.

Selain itu, ia juga mencermati pola pembelian yang dilakukan berulang kali dalam satu tahun. Berdasarkan data yang dihimpun, pengadaan tinta dan kertas di BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya dilakukan hingga belasan kali transaksi.

Menurutnya, untuk kebutuhan rutin yang relatif stabil, pola tersebut justru tidak efisien.

“Kalau direncanakan dengan baik, tidak perlu belanja sampai 15–17 kali. Itu justru menimbulkan pertanyaan. Kenapa tidak dikonsolidasikan? Kenapa dipecah-pecah?” ucapnya.

Diki menegaskan, fenomena seperti ini bukan hanya terjadi di satu instansi. Ia menyebut pola belanja kecil-kecilan namun berulang justru banyak ditemukan di berbagai kantor pemerintahan.

“Ini bukan kasus tunggal. Pola seperti ini terjadi di banyak kantor, kecil-kecilan tapi masif, terus-terusan. Bahkan sampai ke level kecamatan,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya kini tengah mengumpulkan data dari berbagai instansi untuk melihat apakah pola serupa terjadi secara lebih luas.

“Kami sedang kumpulkan data. Tidak hanya di sini, tapi juga di tempat lain. Ini akan kami rangkum sebagai bahan laporan ke aparat penegak hukum,” katanya.

Di bagian lain, Diki juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini digaungkan pemerintah pusat. Menurutnya, kebijakan tersebut justru menyasar pola-pola belanja yang tidak rasional seperti yang terlihat dalam kasus ini.

“Kebijakan efisiensi itu sebenarnya untuk memangkas belanja-belanja yang tidak masuk akal seperti ini. Ngeprint apa sih sampai sehari bisa habis 1,5 botol tinta? Itu setara dengan hampir 10 ribu lembar,” ujarnya.

Ia menilai, jika angka-angka tersebut benar terjadi, maka perlu ada penjelasan yang sangat kuat dari sisi operasional.

Sebelumnya, Diki juga telah menyatakan bahwa temuan di BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya akan segera ditindaklanjuti.

“Kami sedang menyiapkan bahan untuk dilaporkan ke aparat penegak hukum. Karena ini sudah bukan sekadar tidak sinkron, tapi berpotensi mengarah pada penyimpangan anggaran,” tegasnya.

Ia menilai, penting bagi publik untuk mulai lebih jeli membaca data anggaran, terutama pada pos-pos belanja yang selama ini dianggap sepele.

“Justru dari yang kecil-kecil seperti ini biasanya pola itu terbentuk. Kalau tidak diawasi, akan terus berulang,” katanya.

Kasus di BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya ini menjadi pengingat bahwa dalam pengelolaan anggaran publik, persoalan tidak selalu muncul dari angka besar. Terkadang, justru dari hal-hal kecil yang tidak pernah benar-benar dipertanyakan. (AS)

Stadion Patriot Candrabhaga

Pemkot Bekasi Buka Pemilihan Mitra Stadion Patriot Candrabhaga

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pemerintah Kota Bekasi membuka pemilihan mitra kerja sama pemanfaatan barang milik daerah di kawasan Stadion Patriot Candrabhaga. Pengumuman resmi diterbitkan Rabu, 12...

JEJAK HEROIK JABAR

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

Dingo Belanda Tumbang di Tangan Pejuang Karangresik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Roda-roda kendaraan lapis baja itu berhenti...

Pengakuan Belanda: Jalur Ciamis–Cirebon adalah Jalur Kematian

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Belanda datang dengan pasukan terlatih, kendaraan...

PRIANGAN TIMUR

Kominfo Kota Tasikmalaya: Pramuka Hari Ini Harus Paham Jejak Digital

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kecakapan membaca jejak selama ini lekat...

Krisis Air Garut, 125 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke 8 Desa

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. BPBD Kabupaten Garut telah menyalurkan 125.000 liter air...

Lelang Kejari Tasikmalaya 13 Agustus, Tiga Motor Mulai Rp3,5 Juta

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Lelang Kejari Tasikmalaya atas sejumlah barang rampasan...

Ekoteologi Pangandaran, Menag Dijadwalkan Tebar 70 Ribu Bibit Ikan di Green Canyon

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan menebar kembali...

12 Hari Hilang, Wanita Ditemukan Tewas dalam Sumur 13 Meter di Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Seorang wanita ditemukan tewas, setelah 12...

JAWA BARAT

Pemkot Bekasi Buka Pemilihan Mitra Stadion Patriot Candrabhaga

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pemerintah Kota Bekasi membuka pemilihan mitra kerja...

Air Bersih Purwakarta Disalurkan ke Maniis dan Jatiluhur 13 Agustus

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Distribusi air bersih Purwakarta dijadwalkan berlanjut pada Kamis...

Pendaftaran Mojang Jajaka Kuningan Ditutup 13 Agustus, Peserta Usia 17–24 Tahun

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pendaftaran Mojang Jajaka Kuningan 2026 dijadwalkan ditutup...

Long March Siliwangi Diputar di Monpera Bandung, Pelajar Diajak Belajar Sejarah

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Film Long March Siliwangi dijadwalkan diputar di Museum...

SMK Go Global Dibuka 12–16 Agustus, Disnaker Kota Bogor Sebarkan Pendaftaran

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Pendaftaran tahap pertama SMK Go Global resmi...

RSUD Waled Jadwalkan Cek Gula Darah Gratis 13 Agustus

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. RSUD Waled Kabupaten Cirebon dijadwalkan menggelar cek...

Hari UMKM Nasional, Catatan UMKM Majalengka Naik Tajam Sejak 2022

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Momentum Hari UMKM Nasional yang diperingati Rabu,...

Hari Anak Nasional Kota Bandung, SIMOLANA dan SINARA Masuk Agenda Peluncuran

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Kota Bandung...

Olahraga

Popular Categories