Daging Kurban di Tuguraja Tasikmalaya Raib, Warga Geruduk Kantor Lurah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kasus daging kurban di Tuguraja mendadak memantik kemarahan warga. Ratusan kilogram daging kurban milik warga RT 03 RW 07 Kampung Kebon Tengah, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, disebut tidak kunjung dibagikan setelah penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah.

Kemarahan warga pecah setelah muncul kabar daging kurban ditahan di Tuguraja karena sebagian warga belum melunasi Iuran Penduduk. Keputusan itu dinilai melukai rasa keadilan warga. Mereka kemudian mendatangi Kantor Lurah Tuguraja dan menuntut agar pengurus RT dan RW segera dicopot dari jabatannya.

Warga Kebon Tengah Tuguraja Menilai Kurban Tak Boleh Dikaitkan dengan Iuran

Persoalan ini bermula setelah pelaksanaan salat Idul Adha. Hewan kurban yang disembelih warga seharusnya dibagikan kepada masyarakat secara merata. Namun, pembagian daging itu disebut batal dilakukan setelah pengurus lingkungan memutuskan menahan daging kurban.

Alasan penahanan tersebut membuat warga semakin tersulut. Sebagian warga disebut belum melunasi Iuran Penduduk. Bagi warga, alasan itu tidak bisa diterima karena ibadah kurban tidak seharusnya dikaitkan dengan urusan administrasi lingkungan.

Sejumlah warga Kebon Tengah Tuguraja menilai keputusan tersebut sudah melewati batas. Kurban dipahami sebagai ibadah sosial yang semestinya menghadirkan kepedulian, bukan menjadi alat tekanan kepada warga yang belum mampu melunasi kewajiban iuran.

Salah seorang warga, Tedi Bebet, mengatakan tindakan pengurus RT dan RW sudah tidak dapat ditoleransi. Menurut dia, daging kurban merupakan hak sosial warga dan tidak boleh dijadikan alat untuk menagih iuran.

“Warga yang belum bayar iuran bukan berarti tidak berhak menerima daging kurban. Ini ibadah, bukan transaksi. Kalau alasannya karena belum lunas IP lalu daging ditahan, itu namanya menyandera hak warga,” ujar Tedi, Selasa, 2 Juni 2026.

Tedi menegaskan, warga tidak menolak kewajiban membayar iuran. Namun, ia menilai cara menahan daging kurban justru menimbulkan luka sosial di tengah masyarakat. Apalagi, sebagian warga kecil sudah menunggu pembagian daging tersebut.

Menurut Tedi, sengkarut konflik kurban di Tasikmalaya ini seharusnya tidak terjadi jika pengurus lingkungan mampu membedakan antara urusan ibadah sosial dan kewajiban administrasi warga. Ia menyebut, iuran penduduk memang penting untuk membiayai kegiatan lingkungan. Namun, kurban memiliki marwah yang berbeda.

“Qurban atau kurban itu ibadah. Jangan dipolitisasi. Jangan dijadikan alat menekan warga. Kalau ada persoalan iuran, selesaikan dengan musyawarah, bukan dengan menahan daging,” katanya.

Kantor Lurah Tuguraja Digeruduk, Warga Tuntut RT RW Dicopot

Kemarahan warga semakin memuncak karena keberadaan daging kurban tersebut belum jelas. Warga mempertanyakan ke mana ratusan kilogram daging itu dibawa dan siapa yang bertanggung jawab atas penundaan pembagian.

Situasi itu membuat Kantor Lurah Tuguraja digeruduk warga. Mereka meminta pemerintah kelurahan dan kecamatan segera turun tangan. Warga juga mendesak agar dilakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan daging kurban yang dipersoalkan.

Tuntutan warga tidak berhenti pada persoalan daging. Mereka juga meminta RT RW Tuguraja dicopot karena dinilai sudah tidak lagi memiliki legitimasi sosial untuk memimpin lingkungan. Tedi menyebut, masa jabatan RT dan RW tersebut sudah habis.

Lebih jauh, warga juga mempersoalkan posisi RT dan RW yang disebut merupakan pasangan suami istri. Menurut Tedi, kondisi itu tidak sehat dalam tata kelola lingkungan karena membuat kendali kepemimpinan berada dalam satu rumah tangga.

“RT dan RW ini sudah habis masa berlakunya. Mereka tidak punya hak lagi mengatur warga. Apalagi keduanya suami istri, ini tidak sehat untuk kepemimpinan. Kami minta segera diganti,” tegas Tedi.

Warga meminta pemerintah tidak menganggap persoalan ini sebagai keributan kecil di tingkat kampung. Bagi mereka, kasus daging kurban yang tidak dibagikan telah merusak kepercayaan dan memperlebar jarak sosial antarwarga.

Tedi mendesak kelurahan dan kecamatan segera memfasilitasi penyelesaian. Ia meminta ada audit sederhana terhadap daging kurban yang belum jelas keberadaannya. Selain itu, warga ingin ada evaluasi terhadap kepemimpinan RT dan RW agar masalah serupa tidak kembali terjadi.

“Kami tidak menolak bayar iuran. Tapi caranya bukan dengan menahan daging kurban. Itu melukai warga kecil yang menunggu bagian kurban. Kalau RT dan RW tidak bisa berlaku adil, lebih baik diganti pengurus baru yang lebih amanah,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak RT dan RW terkait keberadaan daging kurban tersebut. Warga RT 03 RW 07 Kampung Kebon Tengah kini menunggu langkah pemerintah Kelurahan Tuguraja untuk menyelesaikan konflik yang sudah telanjur menyeruak ke ruang publik.

Kasus daging kurban di Tuguraja ini menjadi perhatian karena menyentuh dua hal yang sensitif sekaligus, yakni ibadah sosial dan kepercayaan warga kepada pengurus lingkungan.

Ketika daging kurban yang seharusnya menjadi simbol berbagi justru berubah menjadi sumber kemarahan, pemerintah setempat perlu bergerak cepat sebelum masalah kecil berubah menjadi luka sosial yang lebih panjang. (DH/AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

KONAMI Tasikmalaya Siapkan Pengaduan ke Polda Jabar, Tuntut Evaluasi Kapolres Tasikmalaya Kota

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Komite Nasional Mahasiswa Indonesia (KONAMI) Tasikmalaya...

Santri Tarbiyatul Ummah Tasikmalaya Ditempa Jadi Pemilih Cerdas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. “Mengapa dalam setiap pemilu sering terjadi bagi-bagi uang...

Sumur Bor Setiamulya Mulai Dikerjakan untuk Pasok Air Bersih Warga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sumur bor Setiamulya mulai dikerjakan di Kelurahan...

Persikotas Nusantara Belum Tentukan Kandang Liga 3, Banjar-Ciamis Dijajaki

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Persikotas Nusantara belum menentukan stadion kandang untuk...

Garut Plaza Diaktifkan Kembali, Pemkab Bidik Perdagangan dan UMKM

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Garut Plaza kembali didorong menjadi pusat aktivitas...

JAWA BARAT

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah...

Surat Edaran Gubernur Jabar, Siaga Abu Vulkanik

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan...

Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau, Estimasi hingga Pukul 16.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Operasional Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung...

200 Becak Listrik Cirebon Dibagikan, Pemkot Siapkan Dukungan Pengisian Daya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Sebanyak 200 unit becak listrik Cirebon telah...

Kebakaran Lahan Jawa Barat Capai 228,07 Hektare, Sukabumi Terluas

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Luas kebakaran lahan Jawa Barat mencapai 228,07...

Persib vs PSM di GBLA, 2.505 Personel Disiagakan dan Tiga Titik Disekat

lintaspriangan.com, BERITA PERSIB. Sebanyak 2.505 personel disiagakan untuk mengamankan pertandingan...

Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Mulai 6 September untuk Cegah Karhutla

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai di wilayah...

Dentuman Misterius Bandung, Badan Geologi Kaitkan Anak Krakatau, BMKG Sebut Skyquake

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Misteri suara dentuman misterius Bandung yang...

Olahraga

Popular Categories