lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, masyarakat yang berburu hewan kurban diminta lebih teliti saat membeli ternak. Dalam pemeriksaan terbaru yang dilakukan petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan), masih ditemukan hewan yang tidak layak dijadikan kurban dalam momentum Kurban di Ciamis tahun ini.
Temuan tersebut muncul saat tim pemeriksa melakukan pengecekan di salah satu peternakan sapi di Dusun Cibodas, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Senin (11/5/2026). Pemeriksaan dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas jual beli sapi kurban menjelang Idul Adha di Ciamis.
Sejak beberapa pekan terakhir, sejumlah peternakan mulai dipadati calon pembeli hewan kurban. Banyak warga datang untuk mencari sapi dengan ukuran besar dan harga terjangkau tanpa terlalu memahami syarat hewan kurban yang sebenarnya.
Situasi itu dinilai rawan dimanfaatkan oknum pedagang nakal apabila pengawasan tidak dilakukan secara ketat. Karena itu, Disnakan Ciamis mulai memperluas pemeriksaan hewan kurban ke berbagai kecamatan guna memastikan ternak yang beredar benar-benar sehat dan layak disembelih.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Ikan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Disnakan Ciamis, drh. Asri Kurnia, MP., mengatakan pemeriksaan tidak hanya menyasar kondisi kesehatan ternak, tetapi juga kelengkapan syarat secara syariat.
Menurutnya, petugas memeriksa fisik sapi, kondisi tubuh, kesehatan umum, hingga usia hewan yang akan dipasarkan kepada masyarakat.
“Hewan kurban itu harus sehat, cukup umur, tidak cacat, tidak pincang, tidak kurus, dan tidak ada gangguan fisik lainnya. Itu yang kami pastikan di lapangan,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan awal tersebut, petugas mengambil lima ekor sapi sebagai sampel. Tiga ekor dinyatakan sehat dan layak dijual sebagai sapi kurban di Ciamis. Namun dua ekor lainnya ternyata masuk kategori hewan yang tidak layak dijadikan kurban tahun ini.
Belakangan diketahui, masalah utama pada dua sapi tersebut bukan karena penyakit atau cacat fisik, melainkan faktor usia yang belum mencukupi sesuai ketentuan syariat.
“Yang dua ekor itu belum cukup umur. Jadi memang belum direkomendasikan untuk kurban tahun ini,” kata Asri.
Temuan sapi kurban yang belum layak itu langsung menjadi perhatian petugas, mengingat banyak masyarakat awam kesulitan membedakan hewan yang sudah memenuhi syarat dengan yang belum layak.
Selain memeriksa kesehatan ternak, Disnakan Ciamis juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Isu PMK di Ciamis sendiri masih menjadi perhatian menjelang musim kurban karena lalu lintas pengiriman ternak dari luar daerah mulai meningkat. Meski begitu, Asri memastikan kondisi sejauh ini masih relatif terkendali.
“Kasus PMK di Ciamis tidak terlalu banyak dan sejauh ini masih bisa dikendalikan,” ucapnya.
Ia menambahkan, Disnakan Ciamis telah menerjunkan lima tim pemeriksa ke 27 kecamatan sejak 5 Mei 2026. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung hingga 26 Mei atau sehari sebelum Idul Adha.
Sementara itu, Owner Sriwijaya Farm, Yasmin Sambas, mengatakan permintaan hewan kurban mulai mengalami peningkatan dibanding hari biasa. Saat ini terdapat sekitar 40 ekor sapi di kandangnya dengan berbagai jenis, mulai dari limosin, simmental, hingga sapi Madura.
“Tahun lalu kami siapkan sekitar 30 ekor. Sekarang ada 40 ekor dan sebagian besar sudah layak dari sisi umur maupun kesehatan,” ujarnya.
Menurut Yasmin, pihaknya kini lebih selektif mendatangkan ternak dari luar daerah demi menjaga kualitas sapi dan mengantisipasi penyebaran penyakit hewan.
Momentum Kurban di Ciamis tahun ini pun diperkirakan bakal lebih ramai dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, masyarakat diminta tidak tergesa-gesa saat membeli hewan kurban dan memastikan ternak yang dipilih benar-benar sehat serta memenuhi ketentuan syariat.
Disnakan juga mengingatkan para pembeli hewan kurban agar tidak hanya terpikat ukuran tubuh atau harga murah, tetapi turut memperhatikan kelayakan ternak sebelum transaksi dilakukan. (NID/AS)

