lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Membangun generasi emas 2045 ternyata bukan sekadar persoalan program pemerintah. Di Kabupaten Ciamis, perhatian kembali diarahkan pada lingkungan paling dekat dengan anak, yakni keluarga.
Pesan tersebut mengemuka dalam puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2026. Mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, kegiatan itu menempatkan keluarga sebagai salah satu fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, target Indonesia Emas 2045 membutuhkan proses panjang. Karena itu, pembentukan generasi berkualitas tidak bisa hanya mengandalkan program yang dilakukan ketika anak sudah tumbuh besar.
“Untuk mewujudkan generasi emas 2045 tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu waktu yang cukup lama dan harus diawali dari keluarga,” kata Herdiat.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam peringatan HKG PKK ke-54 di Ciamis. Sebab, keluarga menjadi ruang pertama tempat anak mendapatkan pendidikan, pengasuhan, perhatian terhadap kesehatan hingga pembentukan karakter.
Stunting Ciamis Tak Hanya Soal Gizi
Persoalan stunting juga menjadi perhatian dalam momentum tersebut.
Bupati Herdiat menilai penanganan stunting tidak cukup hanya melihat persoalan pemenuhan gizi. Pola asuh di dalam keluarga juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Ia mencontohkan perkembangan penanganan stunting di Desa Pawindan. Berdasarkan pemantauan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah anak yang mengalami stunting sebelumnya mencapai 24 orang dan kemudian turun menjadi 16 orang.
“Di Desa Pawindan sebelumnya ada 24, sekarang menjadi 16. Artinya ada delapan yang sudah tidak stunting,” jelasnya.
Menurut Bupati Herdiat, kondisi ekonomi keluarga bukan satu-satunya faktor yang menentukan terjadinya stunting.
“Di samping kekurangan gizi, yang penting juga adalah pola asuh. Tidak selalu orang yang terkena stunting berasal dari masyarakat miskin,” ungkapnya.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan tumbuh kembang anak membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Intervensi kesehatan perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap pola pengasuhan di tingkat keluarga.
PKK Diminta Tak Berhenti pada Kegiatan Seremonial
Di sisi lain, HKG PKK ke-54 juga menjadi momentum untuk melihat kembali posisi PKK dalam kehidupan masyarakat.

Bupati Ciamis Herdiat memberikan apresiasi terhadap kader PKK dari tingkat kabupaten hingga desa yang selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Menurutnya, kader PKK memiliki posisi yang cukup dekat dengan persoalan keluarga karena aktivitas mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“PKK Kabupaten Ciamis khususnya telah memberikan bukti nyata bantuan kepada masyarakat. Bukan hanya OPD, camat maupun kepala desa yang membantu PKK, tetapi terkadang justru PKK yang membantu para camat dan kepala desa,” ujar Herdiat.
Namun, tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan keberadaan organisasi. Peran PKK dituntut semakin dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi keluarga.
Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis Hj. Kania Ernawati Herdiat, saat membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat, menyampaikan bahwa HKG PKK bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Momentum tersebut diarahkan untuk memperkuat kembali pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus menempatkan PKK sebagai gerakan pemberdayaan keluarga dan mitra pemerintah dalam mendukung Asta Cita.
Sementara itu, Ketua Pelaksana HKG PKK ke-54 Kabupaten Ciamis Syarifah Andang menyebut kontribusi PKK selama ini mencakup berbagai bidang, mulai kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan hingga persoalan sosial.
Karena itu, peringatan HKG tahun ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas kader, memperluas informasi kepada masyarakat dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah serta berbagai pihak.
Dari Keluarga untuk Generasi Emas
Pada akhirnya, target Indonesia Emas 2045 tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Ada persoalan yang jauh lebih mendasar, yakni bagaimana anak-anak hari ini tumbuh menjadi generasi yang sehat, berpendidikan dan memiliki karakter.
Di titik inilah keluarga menjadi penting.
PKK dengan jaringan kadernya memiliki peluang untuk menjadi penghubung antara berbagai program pemerintah dengan kebutuhan keluarga di tingkat paling bawah. Mulai dari kesehatan ibu dan anak, pola asuh, pendidikan keluarga hingga pemberdayaan ekonomi.
HKG PKK ke-54 di Ciamis pun menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 sebenarnya sedang berlangsung sejak sekarang—dimulai dari rumah dan keluarga.
Sebab, generasi emas tidak lahir secara tiba-tiba pada 2045. Mereka adalah anak-anak yang hari ini sedang tumbuh, diasuh dan dibentuk di tengah keluarganya masing-masing. (FSL/HS)







