lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Harga Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter mulai Rabu, 2 September 2026 pukul 00.00 WIB. PT Pertamina Patra Niaga menetapkan penyesuaian sebesar Rp2.550 per liter untuk produk bahan bakar minyak nonsubsidi beroktan RON 95 tersebut.
Penyesuaian itu dilakukan sehari setelah Pertamina mengubah harga sejumlah BBM nonsubsidi lainnya mulai 1 September 2026. Produk yang lebih dulu mengalami penyesuaian adalah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Menyusul Penyesuaian BBM Nonsubsidi Lain
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan perubahan harga Pertamax Green 95 mengikuti penyesuaian harga sejumlah produk BBM nonsubsidi yang sebelumnya sudah dilakukan perusahaan.
Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengumumkan perubahan harga Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite yang berlaku mulai Selasa, 1 September 2026. Pada pengumuman awal tersebut, Pertamax dan Pertamax Green belum termasuk produk yang mengalami perubahan harga.
Sehari kemudian, perusahaan mengumumkan penyesuaian khusus Pertamax Green. Dengan harga baru Rp19.150 per liter, selisih terhadap harga sebelumnya mencapai Rp2.550 per liter.
Perubahan tersebut setara dengan kenaikan sekitar 15,4 persen dibanding harga Rp16.600 per liter. Perhitungan persentase itu merupakan perbandingan langsung antara harga lama dan harga baru, bukan angka yang menyatakan perubahan seluruh jenis BBM Pertamina.
Pertamina Patra Niaga menyebut penyesuaian Pertamax Green 95 merupakan bagian dari rangkaian perubahan harga BBM nonsubsidi. Perusahaan tetap menyatakan akan menjaga kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen setelah perubahan harga diberlakukan.
Pertamax dan BBM Subsidi Tidak Ikut Berubah
Dalam penyesuaian harga yang diumumkan pada awal September, Pertamax RON 92 tidak termasuk produk yang mengalami perubahan pada 1 September. Begitu pula BBM penugasan dan bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar.
Pertamax Green merupakan BBM bensin dengan Research Octane Number atau RON 95. Produk tersebut menggunakan campuran bioetanol sebagai salah satu komponennya.
Kenaikan yang mulai berlaku 2 September membuat konsumen perlu memperhatikan kembali harga yang tertera di SPBU sebelum melakukan pengisian. Harga BBM nonsubsidi juga dapat dipengaruhi wilayah pemasaran dan ketentuan pajak daerah sehingga konsumen perlu mengecek harga yang berlaku di lokasi masing-masing.
Dengan perubahan terbaru tersebut, Pertamax Green 95 menjadi produk berikutnya dalam jajaran BBM nonsubsidi Pertamina yang mengalami penyesuaian pada awal September 2026, setelah tiga produk lainnya berubah sehari sebelumnya. (NS/AS)







