lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Gelombang tinggi Pangandaran diprakirakan mencapai 2,8 meter pada Rabu, 2 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasukkan kondisi tersebut dalam kategori gelombang tinggi dan meminta pengguna perairan berhati-hati serta mengikuti arahan otoritas setempat.
Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Perairan Garut. Tinggi gelombang pada Rabu dini hari hingga pagi berada pada kisaran 2,6-2,7 meter. Pada pukul 06.00 WIB, angin dari tenggara diprakirakan berkecepatan 20 knot dengan hembusan sesaat mencapai 34 knot.
Gelombang Pangandaran Bertahan 2,8 Meter hingga Pagi
Prakiraan maritim BMKG menunjukkan gelombang tinggi Pangandaran berada di level 2,8 meter sejak pukul 00.00 hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Kondisi cuaca berubah dari berawan tebal menjadi cerah berawan dan berawan selama periode tersebut.
Pada pukul 00.00 WIB, angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan 13 knot dan hembusan 18 knot. Kecepatan angin kemudian meningkat, dengan hembusan diprakirakan mencapai 24 knot sekitar pukul 05.00-06.00 WIB.
Tinggi gelombang diprakirakan mulai turun menjadi 2,7 meter pada pukul 10.00 WIB. Pada siang hingga sore, gelombang berangsur turun ke kisaran 2,6 meter sebelum mencapai sekitar 2,3-2,4 meter pada malam hari.
BMKG secara khusus mencantumkan peringatan potensi gelombang tinggi Pangandaran setinggi 2,8 meter. Prakiraan untuk perairan tersebut berlaku mulai 2 September pukul 00.00 hingga 5 September pukul 00.00 WIB.
Hembusan Angin Garut Capai 34 Knot
Di Perairan Garut, gelombang pada pukul 00.00 WIB diprakirakan mencapai 2,7 meter, kemudian 2,6 meter pada pukul 03.00 WIB. Gelombang kembali berada di level 2,7 meter pada pukul 06.00 dan 09.00 WIB.
Kondisi yang perlu diperhatikan pada pagi hari adalah peningkatan kecepatan angin. BMKG memprakirakan angin tenggara berkecepatan 20 knot dengan hembusan hingga 34 knot pada pukul 06.00 WIB. Tiga jam kemudian, hembusan diprakirakan masih mencapai 30 knot.
Pada siang hari, tinggi gelombang Perairan Garut diprakirakan turun menjadi 2,6 meter, kemudian 2,5 meter pada pukul 18.00 WIB dan 2,3 meter pada pukul 21.00 WIB.
Perairan yang lebih luas di Samudra Hindia selatan Jawa Barat juga berada dalam kondisi gelombang tinggi. BMKG memprakirakan gelombang sekitar 2,9 meter pada siang hingga sore 2 September, dengan angin tenggara dan hembusan hingga 28 knot pada malam hari.
Informasi BMKG tersebut merupakan prakiraan dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer dan laut. Pengguna perairan, termasuk nelayan dan operator pelayaran, perlu memantau pembaruan prakiraan maritim sebelum beraktivitas. (NS/AS)







