lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Musibah Angin kencang Cimerak melanda menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Dusun Memenger, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran hari ini Selasa (1/9/2026).
Rumah milik Kartiwa yang berada di RT 024/RW 008 tersebut terdampak setelah pohon tumbang akibat kondisi cuaca ekstrem.
Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, satu rumah mengalami kerusakan dan enam orang dari satu keluarga harus mengungsi sementara.
Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana mengatakan, peristiwa tersebut terjadi setelah angin kencang melanda wilayah Kecamatan Cimerak.
“Telah terjadi angin kencang di wilayah Kecamatan Cimerak yang mengakibatkan pohon tumbang menimpa rumah warga di Dusun Memenger, Desa Masawah,” demikian laporan Tagana Kabupaten Pangandaran.
Satu rumah rusak, enam warga mengungsi
Berdasarkan pendataan awal Tagana, rumah yang tertimpa pohon akibat tiupan angin kencang Cimerak tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan total enam jiwa.

Setelah kejadian, keenam warga tersebut untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan mengingat bagian rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.
Dalam laporan kejadian, tidak terdapat warga yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka.
Petugas Tagana kemudian melakukan asesmen terhadap kondisi rumah yang terdampak untuk mengetahui tingkat kerusakan serta kebutuhan warga setelah kejadian.
Cuaca Ekstrem Perlu Diwaspadai
Peristiwa pohon tumbang di Cimerak menjadi salah satu dampak yang perlu diantisipasi ketika terjadi angin kencang dan cuaca ekstrem.
Selain dapat menyebabkan pohon tumbang, angin kencang juga berpotensi merusak bangunan serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Karena itu, warga yang tinggal di sekitar pepohonan besar maupun bangunan yang memiliki bagian konstruksi rentan diharapkan meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi cuaca memburuk.
Terlebih, pohon yang berada di sekitar rumah dapat menjadi ancaman apabila mengalami kerusakan atau tidak cukup kuat menahan terpaan angin.
Tagana Dan Warga Lakukan Penanganan
Pascakejadian, Tagana Kabupaten Pangandaran bersama sejumlah unsur terkait melakukan asesmen terhadap rumah warga yang terdampak.
Penanganan juga melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pemerintah Desa Masawah serta masyarakat sekitar.
Selain pendataan, kebutuhan mendesak warga terdampak juga mulai diidentifikasi.
Dalam laporan Tagana, kebutuhan yang diperlukan antara lain terpal, sembako dan bahan makanan lainnya.
Kebutuhan tersebut diperlukan untuk membantu keluarga terdampak selama harus menempati tempat pengungsian sementara.
Hingga laporan ini disampaikan, keenam warga masih berada di rumah kerabat. Kondisi lokasi telah ditangani dan pendataan terhadap kerusakan rumah masih menjadi bagian dari penanganan pascabencana.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat Pangandaran, khususnya di wilayah yang rawan terdampak cuaca ekstrem, untuk meningkatkan kewaspadaan ketika angin kencang mulai terjadi.
Warga juga diimbau memperhatikan kondisi pohon di sekitar rumah dan segera mengambil langkah pengamanan apabila terdapat pohon yang berpotensi tumbang. (HS)







