lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Krisis air Purbaratu membuat warga di Kampung Sukamaju, Kelurahan Sukamenak, Kota Tasikmalaya, membutuhkan pasokan air dari luar. Sebanyak 4.500 liter air bersih disalurkan ke empat RT di wilayah tersebut pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Distribusi menyasar warga RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 di RW 04. Penyaluran dilakukan personel Kompi 2 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat dengan menggunakan satu truk tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkapasitas 4.500 liter.
Empat RT Jadi Titik Distribusi Air Bersih
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menyatakan kendaraan operasional Brimob juga digunakan untuk mendukung penyaluran air hingga kawasan permukiman. Bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan harian warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Penyaluran di Sukamenak menjadi penanganan langsung terhadap krisis air Purbaratu yang dirasakan warga. Namun, laporan resmi yang dipublikasikan Polda Jawa Barat tidak merinci jumlah kepala keluarga maupun jumlah penduduk yang menerima air dari satu tangki tersebut.
Laporan itu juga belum menyebut berapa lama warga di empat RT tersebut mengalami kesulitan air, kondisi sumber air yang biasa digunakan masyarakat, serta jadwal distribusi berikutnya. Karena itu, pengiriman 4.500 liter pada 30 Agustus baru dapat dipastikan sebagai satu kegiatan distribusi yang tercatat dalam sumber resmi.
Kelurahan Sukamenak merupakan salah satu dari enam kelurahan di Kecamatan Purbaratu. Wilayah kecamatan tersebut terdiri atas Purbaratu, Singkup, Sukaasih, Sukajaya, Sukamenak, dan Sukanagara berdasarkan dokumen perencanaan Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Sarana Air Bersih Masuk Prioritas Perencanaan Purbaratu
Persoalan penyediaan air bersih sebelumnya juga masuk agenda perencanaan pembangunan Kecamatan Purbaratu. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD Kota Tasikmalaya Tahun 2026 tingkat Kecamatan Purbaratu pada Januari 2025, pemerintah mencatat sejumlah usulan prioritas, termasuk peningkatan sistem penyediaan air minum atau SPAM jaringan perpipaan dan pembangunan sarana-prasarana air bersih.
Usulan tersebut tercatat bersama sejumlah kebutuhan infrastruktur lain, seperti peningkatan jalan lingkungan permukiman dan pembangunan lanjutan Jembatan Cikalang. Dokumen itu tidak menyatakan bahwa proyek SPAM tersebut secara khusus ditujukan untuk Kampung Sukamaju, sehingga keduanya tidak dapat langsung dikaitkan sebagai satu proyek penanganan.
Distribusi akhir Agustus menunjukkan kebutuhan air bersih masih muncul di sebagian wilayah Kecamatan Purbaratu. Penanganan krisis air Purbaratu selanjutnya perlu dilihat dari perkembangan distribusi BPBD serta pelaksanaan sarana air bersih yang telah masuk dalam agenda perencanaan daerah.
Hingga sumber resmi yang diverifikasi, belum tersedia rincian mengenai volume kebutuhan air harian warga di Kampung Sukamaju maupun kapan pasokan air di wilayah tersebut diperkirakan kembali mencukupi tanpa pengiriman tangki. (NS/AS)







