lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Museum Mini Suyadi memasuki hari terakhir penyelenggaraan di Hotel Butik Sawunggaling, Bandung, Minggu, 30 Agustus 2026. Pameran yang berlangsung sejak 21 Agustus itu menghadirkan ilustrasi, boneka, lukisan, arsip, serta dokumentasi perjalanan Suyadi yang dikenal luas melalui karakter Pak Raden dalam serial Si Unyil.
Pameran diselenggarakan Yayasan Cita Cerita Anak atau TaCita bersama FSRD ITB/KIBA ITB, Hotel Butik Sawunggaling, dan sejumlah mitra. Kegiatan ini berupaya memperkenalkan Suyadi lebih luas dari sosok Pak Raden, termasuk jejaknya sebagai ilustrator, animator, pendongeng, penulis buku anak, dan pendidik.
Museum Mini Suyadi Tampilkan Boneka hingga Arsip Karya
Koleksi dalam Museum Mini Suyadi mencakup boneka, sketsa, lukisan, ilustrasi buku, arsip, dokumentasi perjalanan Suyadi, hingga sejumlah buku terbitan Djambatan. Sebagian koleksi diperoleh dengan melibatkan keluarga Suyadi dan berbagai mitra dalam persiapan pameran yang berlangsung sekitar enam bulan.
Pengunjung tidak hanya diajak melihat benda pameran. Sepanjang 21–30 Agustus, penyelenggara juga menghadirkan panggung cerita, lokakarya kreatif, kelas teater, kegiatan membaca nyaring, klub buku, diskusi sastra anak, dan tur cerita.
Pameran dibuka untuk masyarakat umum setiap hari pukul 09.00–17.00 WIB. Dengan jadwal tersebut, Minggu menjadi kesempatan terakhir bagi pengunjung untuk melihat rangkaian koleksi sebelum pameran ditutup.
Hotel Butik Sawunggaling dipilih sebagai lokasi pameran yang memiliki kaitan dengan perjalanan Suyadi. ITB mencatat Suyadi pernah mendalang di Sawunggaling dan menarik perhatian orang-orang yang melintas di kawasan Tamansari.
Kenalkan Suyadi kepada Generasi Baru
Penyelenggara menempatkan Museum Mini Suyadi sebagai penghubung antara generasi yang tumbuh bersama Si Unyil dengan generasi muda yang mungkin tidak mengenal langsung program tersebut.
Dosen FSRD ITB sekaligus Ketua Panitia Museum Mini Suyadi, Riama Maslan Sihombing, menjelaskan pameran dirancang agar generasi baru dapat mengenal Suyadi sebagai sosok yang memiliki banyak peran dalam seni dan cerita anak Indonesia.
Suyadi merupakan alumnus Seni Rupa ITB angkatan 1952. Selain dikenal melalui karakter Pak Raden, ia memiliki rekam jejak dalam ilustrasi, pendidikan seni, cerita anak, serta perkembangan awal animasi di Indonesia. Wakil Dekan Akademik FSRD ITB Banung Grahita menyebut kontribusi Suyadi tidak berhenti pada kemampuan visual, tetapi juga pada kemampuannya menyampaikan cerita melalui karya.
Pameran ini juga masuk dalam rangkaian Bandung Art Month 2026 dan tercatat berlangsung hingga 30 Agustus.
Hingga hari terakhir penyelenggaraan, publikasi resmi yang tersedia belum mencantumkan angka keseluruhan pengunjung selama pameran. Karena itu, jumlah kunjungan maupun capaian akhir kegiatan masih menunggu informasi dari penyelenggara setelah seluruh rangkaian selesai. (NS/AS)







