lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto segera tiba di Kota Banjar. Pada tahap awal, pengayuh becak berusia 55 tahun ke atas menjadi kelompok yang diprioritaskan sebagai penerima.
Bantuan tersebut dijadwalkan tiba di Kota Banjar pada 2 September 2026. Sebelum diserahkan kepada penerima, para calon pengguna terlebih dahulu akan mengikuti pelatihan mengenai pengoperasian becak listrik.
Program ini menjadi perhatian bagi para pengayuh becak yang selama ini masih mengandalkan tenaga fisik untuk mencari penghasilan, terutama mereka yang sudah memasuki usia lanjut.
Salah seorang pengayuh becak di Kota Banjar, Asep Setia Darmawan (67), mengaku telah mengikuti proses pendataan sejak akhir 2025. Ia berharap bantuan tersebut segera terealisasi karena dapat mengurangi beban fisiknya saat bekerja.
“Saya sudah tua, 67 tahun. Jadi jangan ditunda-tunda lagi, harus segera ada kepastian,” ujar Asep, Jumat (28/8/2026).
200 Becak Listrik untuk Pengayuh Banjar
PIC Program Bantuan Presiden Becak Listrik wilayah Kota Banjar, Deni Herdiandi, memastikan Kota Banjar mendapatkan alokasi sebanyak 200 unit.
Menurut Deni, penyaluran tahap pertama memang diarahkan kepada pengayuh becak berusia 55 tahun ke atas. Kebijakan tersebut ditujukan untuk membantu pengayuh yang secara fisik mulai mengalami keterbatasan dalam mengayuh becak konvensional.
“Bantuan Presiden ini bertujuan memperingan beban abang-abang pengayuh becak agar tidak cepat lelah,” kata Deni.
Setelah armada tiba, pelatihan teknis dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026. Pelatihan tersebut akan diberikan oleh pihak manufaktur, PT PINDAD.
Sementara penyerahan resmi bantuan direncanakan berlangsung pada 7 September 2026 di Pendopo Kota Banjar.
Namun, calon penerima tidak otomatis langsung membawa pulang becak listrik tersebut. Mereka diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari absensi, teori hingga praktik pengoperasian.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Banjar, Wardoyo, mengatakan pihaknya telah membantu proses pendataan para pengayuh becak di wilayah Kota Banjar.
Pendataan tersebut mencakup sejumlah pangkalan, mulai dari kawasan Pasar Banjar hingga Pasar Langensari.
Bagaimana Cara Pengisian Becak Listrik?
Selain soal penerima, kesiapan penggunaan becak listrik juga menjadi bagian yang diperhatikan pemerintah daerah.
Dinas Perhubungan Kota Banjar menyebut pengisian baterai dapat dilakukan melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) maupun di rumah.
Bahkan, pengisian di rumah dapat dilakukan menggunakan daya listrik rumah tangga mulai 450 Watt.
Para calon penerima juga diminta serius mengikuti pelatihan. Kehadiran dalam pelatihan menjadi salah satu syarat sebelum unit diserahkan.
“Kehadiran ini menjadi syarat mutlak penyerahan unit, mengingat instruksi Presiden agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan aman digunakan,” ujar Wardoyo.
Dengan demikian, bantuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyerahan kendaraan, tetapi juga kesiapan penerima dalam mengoperasikan serta merawatnya.
Program Serupa Sudah Berjalan di Daerah Lain
Bantuan becak listrik untuk pengayuh lansia bukan hanya diterapkan di Kota Banjar. Program serupa sebelumnya telah disalurkan di sejumlah daerah.
Di Banyuwangi, misalnya, sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden tiba pada Januari 2026. Program tersebut juga memprioritaskan pengayuh berusia di atas 55 tahun. Becak yang disalurkan merupakan produksi PT PINDAD.
Sementara di Blitar, 200 unit becak listrik juga telah diserahkan kepada masyarakat. Pemerintah daerah menyebut bantuan tersebut ditujukan terutama bagi penarik becak berusia 55 tahun ke atas untuk meringankan beban mereka dalam mencari nafkah.
Kondisi serupa juga terjadi di Gresik. Sebanyak 200 unit becak listrik diberikan secara gratis kepada pengayuh becak berusia 55 tahun ke atas.
Artinya, Kota Banjar kini menjadi salah satu daerah yang mendapat alokasi program tersebut.
Bagi pengayuh becak seperti Asep yang telah memasuki usia 67 tahun, kedatangan becak listrik bukan sekadar perubahan dari kendaraan konvensional ke kendaraan bertenaga listrik.
Ada harapan agar mereka tetap bisa bekerja tanpa harus mengeluarkan tenaga sebesar ketika mengayuh becak secara manual.
Di sisi lain, proses pendataan, verifikasi dan pelatihan menjadi penting agar 200 unit bantuan tersebut benar-benar diterima pengayuh yang sesuai kriteria dan dapat digunakan sebagaimana peruntukannya.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, para pengayuh becak di Kota Banjar akan mulai merasakan manfaat bantuan tersebut setelah proses pelatihan dan penyerahan resmi pada awal September mendatang. (HS)







