lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pemeriksaan kecelakaan Puncak Cianjur menemukan sejumlah masalah pada sistem pengereman truk yang terlibat tabrakan beruntun di Ciloto, Kecamatan Cipanas. Hasil pemeriksaan sementara itu disampaikan Polres Cianjur pada Rabu, 26 Agustus 2026, setelah pemeriksaan kendaraan bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Barat.
Kecelakaan yang terjadi pada Jumat malam, 21 Agustus 2026, tersebut menewaskan empat orang dan menyebabkan delapan lainnya terluka. Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan dan belum menetapkan status hukum pengemudi truk hingga pembaruan terakhir pada 26 Agustus.
Minyak Rem Tercampur Air, Bagian Rem Ditemukan Bocor
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur Ipda Ahmad Prio Gunawan menyebut pemeriksaan sementara menemukan indikasi minyak rem tercampur air. Petugas juga menemukan kebocoran pada rem depan kiri, sementara bagian roda belakang kiri dilaporkan dalam kondisi aus.
Temuan tersebut menjadi bagian dari pendalaman penyebab kecelakaan Puncak Cianjur. Polisi bersama tim TAA juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan tidak menemukan jejak pengereman di lokasi sebelum truk menghantam sejumlah kendaraan.
Meski demikian, hasil pemeriksaan kendaraan masih bersifat sementara. Kepolisian masih menunggu pendalaman dan belum menyatakan seluruh temuan teknis tersebut sebagai kesimpulan akhir mengenai penyebab kecelakaan. Riwayat perawatan truk, waktu servis terakhir, pemeriksaan kelayakan kendaraan, serta kondisi pengemudi juga masih ditelusuri.
Polisi menyebut kendaraan sempat berhenti untuk beristirahat sebelum kecelakaan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, gangguan belum dirasakan saat kendaraan berhenti dan baru muncul ketika truk memasuki jalan menurun. Kendaraan kemudian dilaporkan sempat oleng.
Hasil pemeriksaan narkoba terhadap pihak yang diperiksa terkait kecelakaan dinyatakan negatif. Kepolisian juga masih memperhatikan faktor lain, termasuk kondisi infrastruktur di lokasi kejadian.
Empat Orang Meninggal, Delapan Korban Terluka
Kecelakaan Puncak Cianjur terjadi di ruas Jalan Raya Puncak-Cipanas, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas. Lima kendaraan terlibat, terdiri atas satu truk, dua minibus, dan dua sepeda motor.
Berdasarkan penyelidikan awal, truk melaju dari arah Puncak menuju Cipanas ketika memasuki ruas jalan menurun. Kendaraan tersebut kemudian menghantam Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, serta dua sepeda motor yang datang dari arah berlawanan.
Dua korban awalnya dilaporkan meninggal dunia setelah kecelakaan, sementara 10 orang dibawa ke RSUD Cimacan. Pada Sabtu pagi, 22 Agustus, dua korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan sehingga jumlah korban meninggal menjadi empat orang. Delapan korban lainnya masih menjalani perawatan berdasarkan pembaruan rumah sakit pada hari itu.
Tiga korban meninggal merupakan warga Lampung dan satu korban lainnya warga Cianjur. Polisi mencatat enam korban berasal dari satu keluarga asal Lampung, sedangkan korban lain berasal dari Bogor dan Cianjur.
Sementara penyelidikan berlanjut, pengemudi truk masih dimintai keterangan. Polisi menegaskan status hukumnya belum ditetapkan hingga 26 Agustus karena pemeriksaan terhadap kendaraan, pengemudi, serta faktor lain yang mungkin berkaitan dengan kecelakaan masih berlangsung. (NS/AS)







