lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pembangunan PSEL Kota Bekasi dijadwalkan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking di kawasan Bantargebang pada Rabu, 26 Agustus 2026. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik itu ditargetkan selesai sekitar 18 bulan setelah pembangunan dimulai.
Groundbreaking PSEL Kota Bekasi direncanakan didahului apel kebersihan yang melibatkan aparatur pemerintah serta komunitas pengelolaan sampah. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga dijadwalkan hadir dalam rangkaian tersebut.
Target Operasi 18 Bulan setelah Groundbreaking
Tri mengatakan pemerintah daerah berharap pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga fasilitas pengolahan sampah tersebut bisa digunakan dalam waktu sekitar satu setengah tahun setelah peletakan batu pertama.
Target 18 bulan merupakan sasaran penyelesaian yang disampaikan pemerintah menjelang groundbreaking, bukan kondisi proyek yang telah terealisasi. Karena konstruksi baru akan dimulai, pencapaian target tersebut masih bergantung pada pelaksanaan pekerjaan berikutnya.
Tahapan menuju pembangunan PSEL Kota Bekasi telah berlangsung sejak sebelumnya. Pemerintah Kota Bekasi menandatangani Perjanjian Kerja Sama PSEL bersama badan usaha pelaksana pada 21 April 2026 di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta. Saat itu pemerintah pusat meminta implementasi proyek segera berjalan setelah perjanjian ditandatangani.
Pihak yang menangani proyek Kota Bekasi adalah PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan setelah proses pemilihan badan usaha untuk proyek Bekasi selesai.
Jadwal groundbreaking sempat bergerak dari rencana sebelumnya. Pada April, pemerintah menyatakan pembangunan di tiga daerah prioritas, termasuk Kota Bekasi, diharapkan mulai direalisasikan dalam beberapa pekan setelah penandatanganan kerja sama. Pelaksanaan fisik kemudian dijadwalkan pada 26 Agustus.
Sampah Kota Bekasi Sekitar 1.800 Ton per Hari
Kebutuhan fasilitas baru berkaitan dengan besarnya timbulan sampah Kota Bekasi. Data pemerintah menyebut produksi sampah daerah tersebut sekitar 1.800 ton per hari.
Pada tahap perencanaan tahun 2025, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menyebut PSEL dirancang mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sekitar 18–18,5 megawatt. Lokasi proyek direncanakan berada di Kecamatan Bantargebang.
Namun, angka kapasitas yang dipublikasikan pemerintah berkembang seiring pematangan proyek. Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Januari 2026 menyebut potensi pengolahan PSEL Kota Bekasi mencapai 1.229 ton sampah per hari. Karena terdapat perbedaan antara dokumen perencanaan sebelumnya dan pembaruan berikutnya, kapasitas final fasilitas perlu mengacu pada spesifikasi proyek terbaru setelah pembangunan dimulai.
Program PSEL menggunakan sampah sebagai bahan baku pengolahan untuk menghasilkan energi listrik. Pemerintah juga menempatkan proyek Bekasi sebagai bagian dari program percepatan PSEL nasional yang diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Dengan groundbreaking yang dijadwalkan 26 Agustus, perkembangan berikutnya akan bergeser dari tahap persiapan ke konstruksi. Target penyelesaian 18 bulan, kapasitas final pengolahan, dan realisasi penanganan timbulan sampah menjadi sejumlah indikator yang dapat dipantau setelah PSEL Kota Bekasi benar-benar memasuki tahap pembangunan. (NS/AS)







