Pabrik Uang Palsu di Tasikmalaya Terbongkar, Warga Tak Pernah Curiga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebuah usaha percetakan di kawasan Cipedes, Kota Tasikmalaya, ternyata menjadi salah satu lokasi produksi uang palsu dalam jaringan yang beroperasi lintas daerah.

Terbongkarnya aktivitas tersebut mengejutkan warga sekitar. Pasalnya, tempat yang kemudian didatangi polisi itu selama ini dikenal sebagai usaha percetakan yang telah lama beroperasi. Tidak ada dugaan bahwa di balik aktivitas percetakan tersebut terdapat produksi uang palsu.

Kasus ini terungkap setelah Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Metro Tamansari membongkar jaringan produksi dan peredaran uang palsu yang beroperasi di sejumlah wilayah.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 11 tersangka dan menyita 15.610 lembar uang palsu pecahan Rp100.000.

Percetakan di Cipedes Jadi Lokasi Awal Produksi

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan jaringan tersebut memiliki dua lokasi produksi, yakni di Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, serta Desa Belahar, Kecamatan Wangon, Banyumas.

Menurut Nasriadi, lokasi di Tasikmalaya digunakan untuk tahap awal pembuatan uang palsu.

“Uang palsu ini diproduksi di salah satu tempat di Tasikmalaya, tepatnya di Desa Cipedes, Kecamatan Cipedes. Kami menyita barang bukti berupa mesin yang digunakan untuk membuat,” kata Nasriadi dalam konferensi pers, Senin (24/8/2026).

Setelah hasil produksi awal dinilai berhasil, proses selanjutnya dilakukan di Banyumas untuk memperbanyak uang palsu tersebut.

Polisi menyebut proses produksi dilakukan melalui beberapa tahapan. Mulai dari pemindaian, digitalisasi, pencetakan, penambahan fitur keamanan hingga tahap akhir atau finishing.

Produksi tersebut disebut telah berlangsung sejak Januari 2026 dan baru terungkap pada Agustus 2026.

Warga Tak Menyangka Percetakan Jadi Lokasi Produksi Uang Palsu

Pengungkapan kasus tersebut membuat warga sekitar lokasi di Cipedes terkejut.

Ketua RT 02 RW 02 Kelurahan Cipedes, Yulinas, mengatakan polisi mendatangi lokasi percetakan pada 16 Agustus 2026.

Menurutnya, warga selama ini mengetahui tempat tersebut sebagai usaha percetakan yang telah lama beroperasi.

Pemilik usaha disebut bukan warga asli setempat, melainkan pendatang dari Cilacap.

Warga mengaku tidak pernah mencurigai aktivitas di tempat tersebut hingga polisi datang melakukan penggerebekan.

Keterangan warga ini memperlihatkan bagaimana aktivitas percetakan yang tampak normal di lingkungan sekitar ternyata diduga digunakan sebagai bagian dari jaringan produksi uang palsu.

Belasan Ribu Uang Palsu Disita

Dari pengungkapan jaringan tersebut, polisi menyita 15.610 lembar uang palsu pecahan Rp100.000.

Jika dihitung berdasarkan nilai nominalnya, jumlah tersebut mencapai sekitar Rp1,561 miliar.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk mesin yang digunakan dalam proses produksi.

Nasriadi menjelaskan, produksi uang palsu dilakukan melalui dua kali pencetakan.

Pada pencetakan pertama, sindikat disebut menghasilkan sekitar 12.000 lembar. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.000 lembar mengalami cacat produksi, sementara 8.000 lembar lainnya dinilai memiliki kemiripan dengan uang asli.

Sebagian hasil produksi tersebut kemudian diserahkan kepada pihak lain yang masih dalam pengejaran polisi.

Sindikat Beroperasi Lintas Daerah

Kasus ini tidak hanya melibatkan satu wilayah.

Selain lokasi produksi di Cipedes, Kota Tasikmalaya, polisi menemukan lokasi lain di Desa Belahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

Sebanyak 11 tersangka telah diamankan dalam pengungkapan tersebut. Mereka ditangkap di sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta, Bogor, Sukabumi hingga Cilacap.

Sementara itu, polisi masih memburu empat orang lainnya yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut.

Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Metro Tamansari dengan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal) serta Bank Indonesia.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan beredarnya uang palsu.

Masyarakat juga diminta melakukan pengecekan keaslian uang dengan metode 3D, yakni dilihat, diraba dan diterawang.

Terbongkarnya lokasi produksi di Cipedes menjadi perhatian tersendiri karena aktivitas tersebut berlangsung di tengah lingkungan masyarakat tanpa menimbulkan kecurigaan warga.

Hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh jaringan, termasuk pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam produksi maupun peredaran uang palsu tersebut. (HS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Tiga Wisatawan Hilang di Pantai Karangpapak, Berawal dari Upaya Menolong Teman

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Suasana wisata di Pantai Karangpapak Santolo,...

Air Bersih Pangandaran: BPBD Salurkan 5.000 Liter ke 75 Warga Batukaras

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Distribusi air bersih Pangandaran berlanjut di tengah musim...

Penertiban PKL Dadaha Dijadwalkan 26 Agustus, Tenggat Pengosongan Berakhir

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penertiban PKL Dadaha di area jogging track...

Oknum Aparat dan Ormas Diduga Bekingi Miras di Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten...

560 Liter Pertalite dan 6 Barcode Nelayan: Ada Apa di Balik Kasus SL?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA — Kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi...

JAWA BARAT

Ceceran Minyak Karawang Ditemukan di Dua Pesisir, PHE ONWJ Tak Temukan Kebocoran Fasilitas

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Temuan ceceran minyak Karawang dilaporkan di perairan Tanjungpakis...

PSEL Kota Bekasi Dijadwalkan Groundbreaking 26 Agustus, Ditargetkan Rampung 18 Bulan

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pembangunan PSEL Kota Bekasi dijadwalkan memasuki tahap...

Skuad Persib 2026/2027 Berisi 32 Pemain, 12 Legiun Asing untuk Empat Kompetisi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Persib Bandung memperkenalkan skuad Persib 2026/2027 yang...

Dana BOP Rp2,5 Miliar, Siswa Aktif Ternyata Hanya Hitungan Jari

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Ada yang janggal dalam penyaluran...

Harpernas 2026, Rumah Layak Huni Indramayu Tertinggi di Jabar; 2.200 Rutilahu Ditargetkan Dibedah

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Peringatan Hari Perumahan Nasional (Harpernas), Selasa, 25 Agustus...

Perubahan RKPD Purwakarta 2026 Berlaku, Jadi Acuan Penyusunan APBD Perubahan

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA.  Perubahan RKPD Purwakarta 2026 tercatat sebagai salah...

Eagle Fight Championship Digelar di Cirebon 23 Agustus, 80 Petarung Dijadwalkan Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Eagle Fight Championship dijadwalkan digelar di Wahaha...

Sumedang Swimming Sprint Masuki Hari Terakhir 23 Agustus, 1.556 Atlet Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Sumedang Swimming Sprint KA IV dijadwalkan memasuki...

Olahraga

Popular Categories