lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Suasana wisata di Pantai Karangpapak Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, berubah menjadi operasi pencarian setelah tiga wisatawan dilaporkan hilang terseret arus ke tengah laut, Selasa (25/8/2026).
Peristiwa tersebut menyisakan kisah memilukan. Salah seorang wisatawan lebih dulu terseret arus. Dua rekannya kemudian berusaha memberikan pertolongan, tetapi keduanya justru ikut terseret hingga menghilang.
Ketiga wisatawan yang masih dalam pencarian tersebut yakni Ardi M. Nababan (27) asal Kabupaten Sumedang, Irfan Nababan (18) warga Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, serta Murdani Siahaan (18) asal Kabupaten Aceh Tenggara.
Hingga laporan ini ditulis, ketiganya belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di sekitar kawasan pantai dan perairan.
Satu Terseret Ombak, Dua Teman Berusaha Menolong
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WIB ketika ketiga wisatawan sedang berenang di kawasan Pantai Karangpapak Kabupaten Garut.
Berdasarkan informasi yang diterima petugas, Ardi M. Nababan menjadi korban pertama yang terseret arus menuju tengah laut.
Melihat rekannya berada dalam kondisi berbahaya, Irfan dan Murdani kemudian berusaha memberikan pertolongan.
Namun, upaya penyelamatan tersebut justru berujung petaka. Kedua wisatawan itu turut terseret arus hingga akhirnya ketiganya hilang dari pandangan.
Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Garut Iptu Aep Saprudin membenarkan adanya tiga wisatawan yang masih dalam pencarian.
“Ketiga korban masih belum ditemukan dan proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan,” ujar Aep.
Tim SAR Bergerak, Pencarian Diperluas
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor SAR Bandung sekitar pukul 15.27 WIB, beberapa jam setelah peristiwa terjadi.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Tasikmalaya menuju lokasi.
Empat personel rescue diberangkatkan menggunakan satu unit Rescue Car dengan membawa peralatan SAR air, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan.
Di lapangan, pencarian dilakukan bersama berbagai unsur, termasuk Satpolairud Polres Garut, Polsek Cikelet, Balawista, nelayan dan masyarakat sekitar.
Penyisiran dilakukan di kawasan pantai hingga ke perairan. Nelayan setempat turut dilibatkan karena dinilai memahami karakteristik perairan di sekitar Pantai Karangpapak.
Tim SAR juga terus berkoordinasi untuk memperluas area pencarian apabila korban diduga terbawa arus menjauh dari titik awal kejadian.
Wisatawan Diminta Waspadai Arus Laut
Ade Dian Permana mengingatkan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di kawasan pantai.
Menurutnya, proses pencarian juga harus mempertimbangkan kondisi cuaca, gelombang, arus laut serta faktor keselamatan personel di lapangan.
Peristiwa di Pantai Karangpapak tersebut kembali menunjukkan bahwa kondisi laut dapat berubah dengan cepat. Keinginan menolong teman yang terseret arus juga perlu dilakukan dengan cara yang tidak membahayakan diri sendiri.
Hingga saat ini, fokus tim SAR masih pada pencarian tiga wisatawan tersebut. Petugas berharap ketiganya segera ditemukan.
Keluarga dan masyarakat masih menunggu kabar mengenai keberadaan Ardi M. Nababan, Irfan Nababan dan Murdani Siahaan.
Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan memperhatikan perkembangan kondisi di lapangan serta keselamatan seluruh personel yang terlibat. (HS)







