lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kontingen Porseni Madrasah Ciamis meraih juara umum Pekan Olahraga dan Seni Siswa Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 setelah mengumpulkan 27 medali. Menyusul capaian itu, Kementerian Agama Kabupaten Ciamis pada Rabu, 26 Agustus 2026, mendorong pembinaan bakat siswa tetap dilakukan setelah kompetisi berakhir.
Ciamis mengoleksi 11 medali emas, tujuh perak, dan sembilan perunggu pada Porseni yang berlangsung di Kota Tasikmalaya pada 22–24 Agustus 2026. Hasil resmi menempatkan Ciamis di atas Kota Tasikmalaya yang meraih 19 medali dan Kabupaten Tasikmalaya dengan 15 medali.
Porseni Madrasah Ciamis Raih 27 Medali
Perolehan medali Ciamis tersebar di tiga jenjang pendidikan madrasah. Pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Ciamis menjadi juara umum dengan lima emas, dua perak, dan empat perunggu.
Pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), kontingen Ciamis berada di peringkat kedua dengan dua emas, empat perak, dan satu perunggu. Posisi pertama jenjang ini ditempati Kota Tasikmalaya dengan lima emas dan dua perak.
Sementara pada jenjang Madrasah Aliyah (MA), Ciamis juga menempati posisi kedua setelah memperoleh empat emas, satu perak, dan empat perunggu. Kabupaten Bandung menjadi juara jenjang MA dengan empat emas dan tiga perak. Akumulasi seluruh jenjang membawa Porseni Madrasah Ciamis ke posisi pertama klasemen keseluruhan dengan 27 medali.
Capaian tingkat provinsi tersebut didahului proses seleksi di Kabupaten Ciamis. Kementerian Agama mencatat Porseni MTs tingkat kabupaten pada 5–6 Agustus 2026 diikuti 580 siswa dari 17 kelompok kerja madrasah. Ajang itu digunakan untuk menjaring peserta yang kemudian mewakili Ciamis pada tingkat Jawa Barat.
Kemenag Dorong Pembinaan Tidak Berhenti
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Ciamis Jajang Jamaludin menyatakan capaian juara umum sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelum keberangkatan kontingen. Target tersebut, menurut dia, didasarkan pada pemetaan potensi siswa serta dukungan guru pembimbing di masing-masing madrasah.
Setelah Porseni selesai, Kemenag mendorong madrasah dari jenjang MI, MTs hingga MA untuk terus mencari siswa yang memiliki potensi olahraga maupun seni dan membina mereka secara berkelanjutan. Hasil kompetisi juga akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam penyusunan rencana kerja pendidikan madrasah di Ciamis.
Pembinaan berjenjang sebenarnya telah menjadi bagian dari persiapan kontingen tahun ini. Saat membuka seleksi tingkat kabupaten pada awal Agustus, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis Asep Lukman Hakim meminta peserta yang lolos terus berlatih untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi. Kemenag saat itu menyebut Porseni sebagai sarana pembinaan bakat sekaligus seleksi atlet dan peserta seni madrasah.
Dengan hasil tersebut, tantangan berikutnya bagi Porseni Madrasah Ciamis bukan lagi sekadar mempertahankan gelar, tetapi memastikan pembinaan siswa tidak berhenti setelah kompetisi tingkat Jawa Barat selesai. (NS/AS)







