lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Festival Pecunan Majalengka memasuki hari terakhir pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kalender resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat menempatkan Festival Pecunan sebagai agenda Kabupaten Majalengka yang berlangsung pada 24–30 Agustus 2026.
Rangkaian utama yang dipromosikan pada akhir pekan berlangsung di kawasan Jatitujuh Canal Trip pada 29–30 Agustus. Festival tahun ini mengangkat tema “Rawat Ruwat Aliran Air” dengan memadukan kegiatan budaya, wisata air, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Festival Pecunan Majalengka Angkat Isu Perawatan Aliran Air
Tema yang dibawa Festival Pecunan Majalengka menempatkan keberadaan aliran air sebagai bagian penting dalam kehidupan sekaligus budaya masyarakat setempat.
Sejumlah kegiatan yang dipromosikan dalam rangkaian akhir pekan antara lain Pecunan, karnaval air, pertunjukan tari tradisional, serta bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemilihan tema tentang air memiliki konteks tersendiri bagi Jatitujuh. Pemerintah Kabupaten Majalengka sebelumnya menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan hingga Oktober 2026. Kecamatan Jatitujuh termasuk wilayah Majalengka bagian utara yang disebut memiliki lahan pertanian dengan ketergantungan tinggi terhadap pasokan irigasi teknis.
Pada Juli lalu, Pemkab Majalengka juga meninjau kondisi kekeringan pada areal persawahan di Kecamatan Jatitujuh. Pemerintah daerah saat itu memantau pasokan air untuk pertanian dan penanganan melalui sistem irigasi serta sodetan aliran sungai.
Konteks tersebut tidak berarti Festival Pecunan diselenggarakan sebagai respons langsung terhadap kondisi kekeringan. Namun, tema perawatan aliran air yang diangkat tahun ini bertepatan dengan masa kemarau ketika persoalan ketersediaan air menjadi perhatian di wilayah Jatitujuh.
UMKM dan Wisata Jatitujuh Ikut Dipromosikan
Selain kegiatan budaya dan wisata air, Festival Pecunan Majalengka juga menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung. Bazar menjadi salah satu bagian dalam agenda yang dipromosikan untuk rangkaian 29–30 Agustus.
Festival Pecunan sendiri bukan agenda baru dalam promosi pariwisata Majalengka. Pemerintah daerah sebelumnya menggunakan kegiatan tersebut sebagai salah satu sarana memperkenalkan potensi wisata di Desa Jatitujuh dan sekitarnya.
Dalam kalender kegiatan pariwisata Jawa Barat sepanjang Agustus 2026, Festival Pecunan menjadi salah satu dari sejumlah agenda yang berlangsung hingga penghujung bulan. Disparbud Jawa Barat juga mencatat beberapa kegiatan lain pada akhir pekan yang sama di wilayah berbeda, termasuk agenda budaya dan wisata di Bandung, Bandung Barat, dan Bogor.
Hingga Minggu dini hari, belum tersedia data resmi mengenai jumlah pengunjung, nilai transaksi UMKM, maupun capaian kegiatan selama penyelenggaraan Festival Pecunan tahun ini. Data tersebut perlu menunggu pembaruan dari penyelenggara atau pemerintah daerah setelah seluruh rangkaian selesai. (NS/AS)







