lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. KPM PKH Tasikmalaya dari kelompok desil 1 dan 2 mendapat pelatihan kewirausahaan sebagai bagian dari persiapan menuju graduasi Program Keluarga Harapan (PKH). Pelatihan digelar Dinas Sosial Kota Tasikmalaya di Aula Bapelitbangda pada Senin, 31 Agustus 2026.
Pemerintah Kota Tasikmalaya menempatkan pelatihan tersebut dalam program Tasik Pelak atau Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan. Peserta diarahkan mengembangkan potensi usaha dan sumber penghasilan sehingga secara bertahap dapat meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.
KPM Desil 1 dan 2 Masih Mendapat Pendampingan
Dinas Sosial Kota Tasikmalaya menyebut peserta berasal dari KPM PKH pada desil 1 dan 2 yang masih membutuhkan pendampingan. Pemerintah berharap kondisi ekonomi mereka dapat meningkat hingga akhirnya keluar dari kelompok masyarakat miskin dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Rahman mengatakan pengembangan wirausaha menjadi salah satu jalan yang didorong untuk meningkatkan kemampuan ekonomi peserta. Dalam pelatihan, peserta diminta memanfaatkan materi yang diperoleh sebagai bekal untuk membangun dan mengembangkan usaha.
Bagi KPM PKH Tasikmalaya, proses graduasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan status sebagai penerima bantuan. Pemkot menyatakan pendampingan tetap diperlukan ketika kondisi sosial-ekonomi penerima mengalami perubahan.
Plt. Asisten Daerah I Kota Tasikmalaya Ade Hendar juga menyampaikan bahwa penerima PKH dan bantuan sosial diarahkan untuk naik desil. Pemerintah, menurut dia, tetap akan memberikan pendampingan ketika terjadi perubahan status tersebut.
Tasik Pelak Masuk Program Prioritas Kota Tasikmalaya
Tasik Pelak tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tasikmalaya 2025–2029. Program ini diarahkan untuk menumbuhkan usaha mikro serta meningkatkan kesempatan bekerja dan berusaha pada sektor industri, perdagangan, jasa, koperasi, ekonomi kreatif, pertanian, dan perikanan berbasis potensi wilayah.
Dokumen RPJMD juga mencantumkan pelatihan, pemberdayaan, pengembangan, pengawasan dan pendampingan usaha sebagai bagian dari pelaksanaan Tasik Pelak. Selain itu, program tersebut mencakup fasilitasi legalitas, kemitraan, promosi dan pemasaran, permodalan hingga inkubasi bisnis.
Pelatihan bagi KPM PKH Tasikmalaya pada akhir Agustus menjadi salah satu kegiatan yang menghubungkan program perlindungan sosial dengan pemberdayaan ekonomi. Namun, rilis resmi Pemkot yang diverifikasi tidak mencantumkan jumlah peserta maupun target waktu seluruh peserta untuk menyelesaikan proses graduasi.
Karena itu, keberhasilan program belum dapat diukur hanya dari pelaksanaan pelatihan. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil pendampingan, keberlanjutan usaha peserta, serta perubahan kondisi ekonomi KPM setelah program berjalan. (NS/AS)







