lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS. Peristiwa kecil bisa berubah menjadi persoalan serius ketika diabaikan terlalu lama. Itulah yang dialami Muhammad Rafli, seorang buruh harian lepas, setelah cincin stainless yang sudah lama ia pakai tak lagi mudah dilepaskan dari jarinya.
Upaya melepas cincin itu sempat dilakukan sendiri. Namun, cincin yang telanjur terlalu rapat justru sulit dikeluarkan. Kondisi jari pun mulai membengkak. Khawatir bengkak semakin parah, Rafli akhirnya memilih meminta bantuan petugas. Dari sinilah kisah Damkar Ciamis evakuasi cincin kembali menjadi perhatian warga.
Cincin Stainless Terlalu Rapat, Jari Manis Mulai Membengkak
Kasus cincin nyangkut di jari memang terlihat sederhana. Namun, bila dibiarkan, kondisi seperti ini dapat menimbulkan rasa sakit, luka, hingga gangguan sirkulasi darah. Terlebih, cincin yang dipakai Rafli berbahan stainless, sehingga tidak mudah dipotong dengan alat biasa.
Berdasarkan laporan petugas, cincin tersebut berada di jari manis tangan kanan. Awalnya, cincin sudah lama dipakai. Beberapa hari sebelum meminta pertolongan, Rafli mencoba membukanya. Namun, cincin tidak kunjung terlepas.
Ia kemudian mencoba memaksakan cincin tersebut keluar dari jarinya. Alih-alih berhasil, jari justru mengalami pembengkakan. Kondisi itu membuat Rafli semakin khawatir. Ia pun mengambil langkah yang lebih aman dengan mendatangi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.
Peristiwa jari bengkak karena cincin seperti ini sering kali membuat warga panik. Apalagi jika cincin mulai menekan kulit dan rasa nyeri terus bertambah. Dalam situasi seperti itu, tindakan memaksa cincin keluar tanpa alat dan teknik yang tepat justru bisa memperburuk keadaan.
Petugas Damkar Ciamis kemudian melakukan penanganan dengan hati-hati. Sebab, proses pemotongan cincin harus dilakukan tanpa melukai jari korban. Sedikit saja salah tekanan, persoalan yang awalnya hanya cincin tersangkut bisa berubah menjadi luka baru. Dalam urusan seperti ini, petugas memang harus sabar. Cincinnya kecil, tetapi tekanannya bisa lebih besar dari cicilan bulanan.
Petugas Gunakan Gerinda Mini, Cincin Berhasil Dilepas
Dalam penanganan tersebut, petugas Damkar Ciamis menggunakan satu unit gerinda mini. Alat itu dipakai untuk memotong bagian cincin stainless yang menjepit jari korban. Proses evakuasi dilakukan secara perlahan agar percikan, panas, maupun tekanan alat tidak menimbulkan cedera.
Regu piket yang terlibat dalam penanganan ini terdiri atas Andi Kuswandi, Bayu Robayana, Bima Bayu Putra, Tian Andiana, dan Bimar Habiban. Mereka melakukan evakuasi hingga cincin berhasil dilepaskan dan korban dinyatakan aman.
Layanan seperti ini memperlihatkan bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya berkaitan dengan kebakaran. Di lapangan, Damkar kerap membantu berbagai kondisi darurat non-kebakaran, mulai dari penyelamatan hewan, evakuasi sarang tawon, hingga membantu warga yang mengalami kondisi mendesak seperti cincin tersangkut.
Dalam kasus ini, keberadaan Mako Damkar Ciamis menjadi tempat warga meminta pertolongan ketika upaya mandiri sudah tidak memungkinkan. Warga yang menghadapi kondisi serupa juga diimbau tidak memaksakan melepas cincin jika jari sudah mulai membengkak. Langkah yang lebih aman adalah segera meminta bantuan petugas atau tenaga medis.
Rafli diketahui merupakan warga Puncak Asih, Desa Sukasenang, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Ia berusia 21 tahun dan bekerja sebagai buruh harian lepas.
Evakuasi cincin tersebut dilaksanakan di Mako UPTD Damkar Ciamis pada Rabu, 3 Juni 2026. Penanganan dimulai sekitar pukul 07.40 WIB. Setelah proses dilakukan oleh regu piket, cincin berhasil dievakuasi sekitar pukul 08.00 WIB. Petugas kemudian kembali melanjutkan piket kesiapsiagaan. (AS)
Baca Berita Ciamis lainnya di Google News
























