lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS – Respons cepat kembali ditunjukkan petugas UPTD Damkar Ciamis dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai potensi bahaya di lingkungan sekitar. Kali ini, petugas melakukan evakuasi sarang lebah madu berukuran besar yang berada di sebuah pohon kelapa di Dusun Sukahayu, Desa Cimaragas, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Senin (1/6/2026).
Evakuasi dilakukan setelah pemilik bangunan merasa khawatir keberadaan sarang lebah tersebut dapat membahayakan aktivitas pekerja yang sedang melakukan pembangunan di sekitar lokasi.
Laporan disampaikan oleh Dede Sudirman (47), warga Dusun Kertajaya, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican. Ia menghubungi UPTD Damkar Ciamis setelah melihat ukuran sarang lebah terus membesar dan berpotensi mengancam keselamatan orang-orang yang beraktivitas di sekitar area tersebut.
Petugas menerima laporan sekitar pukul 18.28 WIB dan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Keberadaan Sarang Sudah Lama Diketahui Warga
Berdasarkan keterangan pelapor, sarang lebah madu tersebut sebenarnya telah lama berada di batang pohon kelapa yang berada di sekitar bangunan. Namun karena tidak pernah diganggu, koloni lebah terus berkembang hingga ukuran sarangnya mencapai diameter sekitar 65 sentimeter.
Awalnya keberadaan sarang tidak dianggap mengganggu. Akan tetapi, seiring dimulainya aktivitas pembangunan di lokasi tersebut, muncul kekhawatiran bahwa lebah dapat menjadi agresif apabila merasa terganggu oleh suara maupun aktivitas para pekerja.
Kondisi itu membuat pemilik bangunan memilih meminta bantuan kepada petugas Damkar guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Langkah tersebut dinilai tepat mengingat penanganan sarang lebah membutuhkan keterampilan dan perlengkapan khusus agar proses evakuasi dapat dilakukan secara aman tanpa membahayakan warga maupun petugas.
Damkar Ciamis Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim UPTD Damkar Ciamis langsung diterjunkan ke lokasi menggunakan satu unit kendaraan operasional Pancar bernomor polisi Z 8164 T.
Petugas yang terlibat dalam operasi evakuasi terdiri dari Yedi Setiadi, SH, Yayan Muliyansyah, Seprinda Suyatman, dan Suheri. Sementara personel lainnya tetap bersiaga di markas untuk mengantisipasi kemungkinan adanya laporan darurat lain yang masuk.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan asesmen kondisi sarang dan lingkungan sekitar. Proses evakuasi kemudian dilakukan secara hati-hati mengingat lebah madu termasuk serangga yang dapat menyerang secara berkelompok apabila merasa terancam.
Berkat pengalaman dan prosedur penanganan yang tepat, proses evakuasi berlangsung lancar tanpa menimbulkan korban maupun gangguan bagi warga sekitar.
Sekitar pukul 19.30 WIB, sarang lebah madu berhasil diamankan sepenuhnya. Setelah memastikan situasi aman, petugas kembali melanjutkan tugas menuju lokasi penanganan berikutnya.
Peran Damkar Tak Hanya Menangani Kebakaran
Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa tugas Damkar tidak hanya berkaitan dengan pemadaman kebakaran. Dalam beberapa tahun terakhir, petugas Damkar juga kerap membantu masyarakat dalam berbagai kondisi darurat lainnya, mulai dari evakuasi hewan liar, penyelamatan barang berharga, penanganan pohon tumbang, hingga bantuan teknis saat terjadi situasi yang membahayakan keselamatan warga.
Kecepatan respons dan kesiapsiagaan personel Damkar Ciamis pun terus mendapat apresiasi masyarakat. Kehadiran mereka sering kali menjadi solusi ketika warga menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan khusus dan tidak dapat diselesaikan secara mandiri.
Melalui layanan tersebut, Damkar Ciamis terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, tidak hanya saat terjadi kebakaran, tetapi juga dalam berbagai kondisi darurat lainnya yang membutuhkan penanganan cepat dan profesional. (KH)
























