lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Program Duta PUTRI BERANI menjadi salah satu inovasi unggulan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis dalam membangun sekolah yang aman dan bebas dari bullying. Melalui program ini, para peserta didik dipersiapkan menjadi teman sebaya sekaligus pendamping awal bagi korban maupun saksi perundungan di lingkungan sekolah.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Program PUTRI BERANI (Keputrian Berani Bicara, Empati, Religi, Aman, Networking, dan Inspiratif) yang digagas Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Aris Gunanto, M.Pd.
Berbeda dengan pendekatan konvensional, Duta PUTRI BERANI dirancang untuk menghadirkan ruang yang lebih nyaman bagi peserta didik dalam menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan sekolah.
“Pencegahan bullying adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin setiap siswa memiliki ruang yang aman untuk berbicara dan mendapatkan pendampingan sejak dini,” ujar Aris Gunanto.
Duta PUTRI BERANI Jadi Teman Sebaya bagi Korban Bullying
Melalui Program PUTRI BERANI, peserta didik yang ditunjuk sebagai duta akan mendapatkan pembinaan untuk menjadi pendamping awal bagi teman-temannya yang mengalami atau menyaksikan tindakan bullying.
Keberadaan Duta PUTRI BERANI diharapkan mampu memutus budaya diam yang selama ini sering terjadi di lingkungan sekolah ketika peserta didik menjadi korban maupun saksi perundungan.
Selain menjadi teman sebaya, para duta juga akan berperan dalam membangun budaya saling menghargai, empati, dan kepedulian di lingkungan sekolah.
Dengan pendekatan yang lebih humanis, peserta didik diharapkan tidak lagi merasa takut untuk melaporkan berbagai persoalan yang mereka alami.
Duta PUTRI BERANI Libatkan Orang Tua dan Organisasi Perempuan
Program ini tidak hanya melibatkan pihak sekolah. Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis juga menggandeng berbagai organisasi perempuan dan tenaga profesional untuk memperkuat sistem perlindungan peserta didik.
Kolaborasi tersebut melibatkan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ciamis, Tim Penggerak PKK, Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), tenaga kesehatan, hingga komunitas pemerhati pendidikan.
Selain itu, keterlibatan orang tua diperkuat melalui model Parent Engagement berupa kegiatan parenting, edukasi, dan komunikasi intensif antara sekolah dengan keluarga.
Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu membangun pengawasan yang lebih komprehensif terhadap tumbuh kembang peserta didik.
Diharapkan Jadi Pelopor Sekolah Ramah Anak
Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis menargetkan Duta PUTRI BERANI dapat diterapkan secara bertahap di seluruh SMP di Kabupaten Ciamis.
Program ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik.(FSL/AHOL)
“Harapan kami, seluruh SMP di Kabupaten Ciamis memiliki sistem pencegahan bullying yang terstruktur. Sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman, nyaman, inklusif, dan mampu melindungi setiap anak,” tegas Aris Gunanto.
Melalui Duta PUTRI BERANI, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis berharap lahir generasi pelajar yang lebih berani berbicara, peduli terhadap sesama, serta mampu menjadi pelopor budaya anti bullying di lingkungan sekolah.
