Terkadang Ingin Jadi Sekularis

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Di negeri ini, kata “sekularisme” sering dipandang miring. Ia dicurigai seakan-akan mau menyaingi dasar negara, padahal sebenarnya hanya gagasan yang ingin memisahkan urusan pemerintahan dari urusan agama. Indonesia sendiri jelas bukan negara sekuler, tapi juga bukan negara agama. Pancasila dengan sila pertamanya menegaskan kepercayaan pada Tuhan, sementara sila-sila lainnya menuntun kita agar bijak mengelola kehidupan bersama.

Lalu muncul masalah. Dalam praktik sehari-hari, tafsir keagamaan sering dijadikan tameng untuk menutupi kelemahan atau kelalaian. Ini kebiasan di banyak segmen, tak peduli dia pejabat atau rakyat. Setiap kali ada masalah, lebih suka melemparnya ke langit daripada bercermin.

Padahal kalau menengok sejarah, sekularisme lahir dari situasi serupa. Di Eropa abad pertengahan, manusia sangat rajin menyalahkan Tuhan atas segala musibah. Longsor dianggap murka ilahi, banjir disebut kutukan surgawi, dan wabah dilihat sebagai teguran kosmik. Tidak ada ruang untuk introspeksi. Baru ketika Renaissance bergulir—sekitar enam abad lalu—orang mulai berani berpikir: mungkin bencana ini bukan hukuman, tapi akibat ulah manusia sendiri. Dari sana kemudian lahir sains, seni, dan kesadaran baru bahwa manusia punya peran dan tanggung jawab atas nasibnya.

Ironisnya, kebiasaan jadul itu belum sepenuhnya hilang. Hari ini, masih ada kepala dinas kesehatan yang menyalahkan musim hujan ketika kasus malaria meningkat. Hujan dituduh nakal, seakan-akan dia yang sengaja memelihara koloni nyamuk. Dia sama sekali tak menyinggung drainase mampet, sampah berserakan, atau program pemberantasan sarang nyamuk yang hanya jadi jargon. Begitu mudahnya menyalahkan langit, padahal masalahnya ada di bumi.

Atau kisah tragis seorang balita bernama Raya di Sukabumi, yang meninggal karena tubuhnya dipenuhi cacing. Ada yang dengan enteng berkata, itu sudah kehendak-Nya. Seolah Tuhan sedang iseng memasukkan ribuan cacing ke tubuh seorang bocah. Padahal jawabannya sederhana dan pahit: sanitasi buruk, air bersih minim, lingkungan tak terurus. Tapi menyalahkan Tuhan selalu lebih mudah daripada mengakui kelalaian dan kelemahan.

Rumah sakit tua yang berusia seabad pun punya cerita sama. Selama hidup diguyur dana dan fasilitas, tapi berakhir jadi bangunan kumuh yang terengah-engah. Lalu ada yang berkata, ini takdir, ini kehendak-Nya. Padahal kita tahu: biang keladinya salah urus, manajemen bobrok, dan pengawasan yang absen.

Tuhan memang menciptakan segalanya, termasuk terang dan gelap. Tetapi menyebut setiap kesialan sebagai kehendak-Nya sama saja menuduh Tuhan senang bermain-main dengan nasib manusia. Gelap tidak pernah hadir tanpa sebab; ia datang ketika manusia gagal menjaga nyala terang. Petunjuk sudah diberikan lewat ajaran, hukum alam, dan nurani. Jika semua diabaikan, jangan salahkan Tuhan ketika kemudian gelap gulita merajalela.

Itulah mengapa kadang ingin jadi sekularis. Bukan karena menolak agama, apalagi menafikan Pancasila, tetapi karena ingin menertawakan kebiasaan yang suka sembunyi di balik “takdir.” Sampah menumpuk bukan takdir, tapi malas. Longsor bukan azab, tapi keserakahan. Balita mati karena cacing bukan rencana kosmik, tapi hasil dari abai berjamaah. Rumah sakit kumuh itu bukan misteri, melainkan buah salah urus.

Sekularisme, dalam arti yang sederhana, mengingatkan kita agar berhenti menyalahkan Tuhan untuk setiap kebodohan yang kita perbuat. Karena Tuhan sudah memberi akal, nurani, bahkan data. Kalau kita tetap memilih buta, jangan terus-terusan menuding langit. Lebih baik bercermin dan bersiap menatap wajah sendiri yang ternyata biang kerok sesungguhnya.

Berita lainnya:

Ternyata Ada Pesan Menggetarkan di Balik Lagu “Jikalau Kau Cinta – Judika”

lintaspriangan.com, INSPIRATIF.  Tahun 1999 saya mulai bekerja sebagai wartawan. Ketika itu di Majalah Islam SABILI. Dan hingga hari ini, tahun 2026,...

Ngecas HP di Tempat Umum Bisa Jadi Celah Pencurian Data

lintaspriangan.com. Mengisi daya ponsel di tempat umum seperti bandara, mal, atau kafe memang terasa praktis, apalagi saat baterai hampir...

Usai Wisuda, Mahasiswi Ini Berteriak-Teriak di Belakang Penjara

lintaspriangan.com, INSPIRATIF.  Tidak semua perayaan kelulusan diakhiri dengan pelukan. Sebagian harus cukup dengan harapan—dan suara yang dilemparkan sejauh mungkin, berharap...

Terbaru

Cianjur: Banjir Bandang Terjang Desa Jamali, Puluhan Warga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Banjir bandang kembali melanda Desa Jamali,...

Bupati Karawang: Underpass Karawang Jadi Prioritas

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Pemerintah Kabupaten Karawang bergerak cepat menyiapkan...

Kasus NV Disorot, Aktivis Desak Pembenahan Perlindungan Anak Usai Hardiknas

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Dugaan kasus perundungan terhadap siswa berinisial...

Pesan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya di Hari Pendidikan Nasional 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Momentum Hari Pendidikan Nasional kembali menjadi ruang refleksi...

Ketua KNPI Kota Tasikmalaya: “Kalau 2 Pilar Ini Terjaga, Indonesia Pasti Digdaya!”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Suasana siang tadi terasa bersahaja. Meja...

Hardiknas di Ciamis, Bupati Herdiat Tekankan Penanganan Serius Bullying dan Kekerasan Anak

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026...

Jadwal Samsat Keliling Bogor Sabtu 2 Mei 2026

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Warga yang hendak membayar pajak kendaraan...

Pramuka Ciamis Bantu Amankan Pelepasan Jemaah Haji

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Di tengah suasana haru pelepasan jemaah...

10 Fakta Penting di Balik Aksi Rusuh Mayday Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Peristiwa mayday Bandung pada Jumat, 1...

Jemaah Haji Ciamis Kloter 15 Awali Keberangkatan dari Kertajati

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Tangis haru dan doa mengiringi langkah...

Priangan Timur

Kasus NV Disorot, Aktivis Desak Pembenahan Perlindungan Anak Usai Hardiknas

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Dugaan kasus perundungan terhadap siswa berinisial...

Pesan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya di Hari Pendidikan Nasional 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Momentum Hari Pendidikan Nasional kembali menjadi ruang refleksi...

Ketua KNPI Kota Tasikmalaya: “Kalau 2 Pilar Ini Terjaga, Indonesia Pasti Digdaya!”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Suasana siang tadi terasa bersahaja. Meja...

Hardiknas di Ciamis, Bupati Herdiat Tekankan Penanganan Serius Bullying dan Kekerasan Anak

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026...

Pramuka Ciamis Bantu Amankan Pelepasan Jemaah Haji

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Di tengah suasana haru pelepasan jemaah...

Jemaah Haji Ciamis Kloter 15 Awali Keberangkatan dari Kertajati

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Tangis haru dan doa mengiringi langkah...

Bupati Garut Terima Aspirasi Buruh di Hari May Day

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima...

Bupati Garut Dorong Wisata Lewat Pameran Foto “Frame Of Garut”

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin membuka...

Perspektif

Popular Categories