Hasil Brazil vs Jepang 2-1: Brazil Nyaris Pulang, Martinelli Jadi Penyelamat

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Hasil Brazil vs Jepang berakhir dramatis dengan skor 2-1 dalam laga fase gugur Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Selasa, 30 Juni 2026 dini hari WIB. Brazil benar-benar nyaris pulang lebih cepat setelah Jepang unggul lebih dulu lewat Kaishu Sano pada menit ke-29, sebelum Casemiro menyamakan kedudukan dan Gabriel Martinelli menjadi penyelamat lewat gol telat pada menit 90+5.

Kemenangan ini bukan kemenangan biasa. Brazil memang dominan secara statistik, tetapi Jepang membuat laga berubah menjadi horor kecil bagi Selecao. Data pertandingan menunjukkan Brazil unggul expected goals atau xG 1,72 berbanding 0,23, penguasaan bola 69 persen berbanding 31 persen, total tembakan 19 berbanding 5, serta tembakan ke arah gawang 7 berbanding 2. Namun, angka dominan itu sempat terasa nyaris percuma karena Jepang lebih dulu menusuk dan membuat Brazil mengejar dari belakang.

Jepang Bikin Brazil Panik Lebih Dulu

Brazil memulai laga sebagai tim favorit. Ranking FIFA, kedalaman skuad, pengalaman fase gugur, sampai nama besar pemain membuat Selecao datang dengan beban harus menang. Namun, Jepang tidak datang hanya untuk menjadi pelengkap cerita. Samurai Blue tampil disiplin, rapat, dan berani menekan saat Brazil kehilangan bola.

Gol pembuka Jepang lahir pada menit ke-29. Kaishu Sano memanfaatkan kesalahan distribusi Danilo, bergerak cepat ke depan, lalu melepaskan tembakan yang menaklukkan Alisson Becker. Skor berubah 0-1 dan Brazil mendadak berada di bawah tekanan besar. Reuters menggambarkan Jepang sempat membuat serangan Brazil terkunci pada sebagian besar babak pertama.

Situasi itu membuat Hasil Brazil vs Jepang sempat mengarah pada kejutan besar. Brazil menguasai bola, tetapi tidak cukup tajam. Vinicius Junior beberapa kali mencoba masuk dari sisi kiri, sementara lini tengah Brazil belum benar-benar menemukan ritme. Jepang bermain seperti tim yang sangat paham bahwa melawan Brazil tidak harus selalu menang gaya, cukup menang ruang.

Babak pertama ditutup dengan keunggulan Jepang 1-0. Di titik ini, Brazil bukan hanya tertinggal skor. Mereka juga tertinggal secara emosi pertandingan. Jepang terlihat lebih tenang, lebih ringan, dan lebih nyaman memainkan skenario mereka. Brazil? Wajahnya mulai seperti orang baru sadar dompet ketinggalan di rumah saat sudah sampai kasir.

Martinelli Datang, Brazil Selamat

Perubahan mulai terasa setelah jeda. Carlo Ancelotti memasukkan Endrick dan mengubah pendekatan Brazil menjadi lebih agresif. Guardian mencatat perubahan bentuk dan cara main Brazil membuat Jepang mulai goyah, terutama karena Brazil lebih sering mengirim bola ke area berbahaya.

Gol penyama akhirnya datang pada menit ke-56. Casemiro muncul sebagai tokoh penting. Pemain senior Brazil itu menanduk bola hasil umpan Gabriel Magalhaes dan membuat skor menjadi 1-1. Gol ini mengubah suhu pertandingan. Brazil yang sebelumnya seperti berjalan di lorong gelap, tiba-tiba menemukan saklar lampu.

Setelah itu, tekanan Brazil makin deras. Vinicius Junior sempat mendapat peluang emas, tetapi Zion Suzuki melakukan penyelamatan penting dan bola membentur tiang. Jepang masih bertahan, tetapi ruang mulai terbuka. Pergantian pemain dari kedua tim juga membuat laga makin intens, terutama ketika waktu normal semakin menipis.

Drama puncak datang pada menit 90+5. Bruno Guimaraes melihat celah, mengirim bola kepada Gabriel Martinelli, dan pemain Arsenal itu menyelesaikannya dengan tembakan akurat. Skor berubah 2-1 untuk Brazil. Reuters bahkan mencatat gol Martinelli menjadi gol kemenangan paling telat dalam waktu normal pada laga fase gugur Piala Dunia sejak 1966.

Dengan hasil ini, Brazil lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi pemenang laga Norwegia melawan Pantai Gading. Jepang harus pulang dengan rasa sakit, tetapi bukan rasa malu. Mereka membuat Brazil bekerja sangat keras, bahkan hampir menyeret salah satu raksasa terbesar sepak bola dunia ke babak tambahan waktu.

Hasil Brazil vs Jepang akhirnya memberi dua cerita sekaligus. Bagi Brazil, ini adalah bukti mental juara masih hidup, meski performa belum sepenuhnya meyakinkan. Bagi Jepang, ini adalah bukti bahwa jarak dengan tim elite dunia semakin tipis. Mereka kalah, tetapi bukan karena tak mampu bersaing. Mereka kalah karena satu momen kecil di ujung laga, saat Martinelli datang sebagai penyelamat Brazil.

Di Piala Dunia, terkadang dominasi statistik tidak cukup. Brazil punya bola, punya peluang, punya sejarah. Jepang punya disiplin, keberanian, dan nyaris punya kejutan. Tapi pada akhirnya, Brazil punya Martinelli. Dan di menit 90+5, itu sudah lebih dari cukup. (AS)

[td_block_2 limit="7" offset="1" category_id=""]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

INU Ciamis Tekankan Mutu Pascasarjana: Kuliah S2 Terjangkau, Lulusan Harus Kompeten

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis...

KondisiJembatan Ciangir Tasikmalaya, Anak Sekolah dan Warga Bertaruh Keselamatan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kondisi Jembatan Ciangir yang menghubungkan...

PAN Usulkan Asep Rahmat Jadi Wakil Bupati Ciamis, PKB Belum Berikan Rekomendasi Resmi

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ciamis...

Peserta BPJS Kesehatan Garut Berkurang 60 Ribu, Anggaran Justru Naik Jadi Rp196 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Jumlah peserta BPJS Kesehatan Garut yang iurannya...

Peta Politik Wabup Ciamis, Asep Rahmat Dapat Respons PKB

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peta politik pengisian kursi Wabup...

JAWA BARAT

Sindikat Pecah Kaca di Cianjur Terungkap, Kerugian Korban Rp4,1 Miliar dari 15 Lokasi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Polres Cianjur mengungkap sindikat pecah kaca...

Polisi Temukan 27 Batang Ganja di Atap Rumah Bandung, Bibit Disebut Dibawa dari Amerika Serikat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Polrestabes Bandung mengungkap kasus penanaman ganja...

Pilkades 47 Desa di Cianjur Ditunda hingga November 2026, Jadwal Baru Tunggu Perbup

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pelaksanaan Pilkades 47 desa di Cianjur,...

Pilkades Digital Sumedang Digelar di 424 TPS, Pemkab Siapkan 92 Tim Teknis

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiapkan 424 tempat pemungutan...

65 RSUD di Jawa Barat Jalin Kerja Sama, Warga Bisa Berobat Lintas Daerah

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sebanyak 65 Rumah Sakit Umum...

Petani Pebayuran Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Bekasi Prioritaskan Normalisasi Irigasi BKG 22–38

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pemerintah Kabupaten Bekasi memprioritaskan normalisasi irigasi...

Warga Lima Kecamatan di Majalengka Kekurangan Air Bersih, 26 Truk Tangki Dikerahkan

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Warga di lima kecamatan Kabupaten Majalengka,...

Kecelakaan Tol Cipularang Libatkan 15 Kendaraan, Satu Orang Luka Berat dan Seluruh Lajur Sempat Tertutup

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kecelakaan Tol Cipularang yang melibatkan 15...

Olahraga

Popular Categories