Kekeringan Kertanegla Tasikmalaya, 600 KK Antre Air Masjid

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Kekeringan Kertanegla Tasikmalaya mulai menekan kehidupan warga sejak akhir April 2026. Di Dusun Cipari dan Dusun Cipatat, Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, ratusan keluarga kini menggantungkan kebutuhan air bersih dari penampungan Masjid Jami Al Ihsan.

Pagi belum sepenuhnya terang, tetapi halaman masjid sudah riuh oleh antrean jerigen dan galon. Ibu-ibu, bapak-bapak, hingga remaja datang bergantian. Masjid yang biasanya menjadi tempat ibadah, dua bulan terakhir ikut memikul fungsi lain: menjadi sumber air bersih bagi warga yang sumurnya mengering.

“Air sumur sudah mulai kering dari akhir April. Dulu paling dalam tiga meter sudah keluar air. Sekarang digali 10 meter juga tidak ada. Jadi kami ambil air ke masjid,” kata Dedeh Rohayati, warga Dusun Cipari, Minggu, 28 Juni 2026.

Musim kemarau baru berjalan sekitar dua bulan. Namun dampaknya sudah terasa berat. Hampir 60 hari tanpa hujan deras membuat sumur-sumur warga tidak lagi bisa diandalkan. Di rumah, air menghilang. Di masjid, warga berharap masih ada sisa kehidupan yang bisa dibawa pulang.

“Sudah kering sumur di rumah. Sumber air dari gunung masuknya ke masjid. Maka kami antre tiap pagi dan sore ke masjid ambil air,” ujar Yayah, warga lainnya.

Masjid Jami Al Ihsan Jadi Tumpuan Warga

Kondisi Kekeringan Kertanegla Tasikmalaya membuat Masjid Jami Al Ihsan berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, air dibutuhkan warga untuk makan, minum, mandi, mencuci, dan kebutuhan harian lain. Di sisi lain, masjid juga tetap harus melayani jamaah yang hendak berwudu sebelum salat lima waktu.

Ketua DKM Masjid Jami Al Ihsan, Uun Suhendar, mengatakan pihaknya tetap mengizinkan warga mengambil air. Namun, pengambilan air dibatasi, terutama menjelang waktu salat.

“Ya sebetulnya mengganggu ambil air di masjid, wudu juga tidak cukup. Tapi bagaimana lagi, kami izinkan untuk kebutuhan masyarakat. Sepuluh menit sebelum azan jangan ambil air di masjid, biar untuk wudu,” kata Uun.

Keputusan DKM itu menjadi jalan tengah. Masjid tetap dibuka untuk warga, tetapi kebutuhan ibadah juga tetap dijaga. Dalam situasi seperti ini, masjid bukan hanya ruang sujud, melainkan juga ruang bertahan hidup.

Data Pemerintah Desa Kertanegla mencatat sekitar 600 sampai 700 kepala keluarga terdampak krisis air bersih. Mereka berasal dari dua dusun, yakni Dusun Cipari dan Dusun Cipatat. Setiap hari, warga harus datang ke Masjid Jami Al Ihsan untuk mengambil air yang masih mengalir dari sumber pegunungan.

Agar air bisa dirasakan semua warga, setiap keluarga dibatasi mengambil dua hingga tiga jerigen per hari. Bukan jumlah yang cukup untuk hidup nyaman, tetapi cukup untuk membuat dapur tetap menyala dan tenggorokan tidak kering. Dalam krisis air, jerigen kadang lebih berharga daripada janji rapat koordinasi.

Pemdes Minta Dropping Air dan Solusi Permanen

Kepala Desa Kertanegla, Bunyamin, menyebut kekeringan di Dusun Cipari dan Dusun Cipatat bukan kejadian pertama. Hampir setiap musim kemarau, dua wilayah itu menjadi langganan krisis air bersih.

“Ada dua dusun yang terdampak kekeringan, yaitu Dusun Cipari dan Dusun Cipatat yang ditinggali 600 kepala keluarga. Sumber air satu-satunya disalurkan ke masjid. Warga mengantre di sini dan pengambilan air dibatasi,” jelas Bunyamin.

Menurut Bunyamin, pemerintah desa sudah melapor kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Harapannya, ada bantuan darurat berupa dropping air bersih dari BPBD untuk meringankan beban warga.

Namun, hingga akhir Juni 2026, bantuan tangki air disebut belum tiba di lokasi. Padahal, kebutuhan air bersih warga berlangsung setiap hari. Sementara itu, musim kemarau masih berjalan dan belum ada tanda-tanda sumber air warga kembali normal.

Bagi warga, bantuan darurat memang penting. Tetapi yang lebih mereka butuhkan adalah solusi jangka panjang. Salah satu harapan yang muncul ialah pembangunan sumur bor atau sarana air permanen agar krisis tahunan ini tidak terus berulang.

“Musim kemarau masih berlangsung dan sumber air di wilayah kami belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali mengalir. Kami butuh bantuan sekarang juga. Bantuannya yang permanen, misalnya dibangunkan sumur bor biar air warga terjaga,” kata Bunyamin.

Kini, Kekeringan Kertanegla Tasikmalaya bukan lagi sekadar cerita tentang kemarau. Ini sudah menjadi persoalan dasar pelayanan publik. Air bukan kemewahan. Air adalah kebutuhan paling awal sebelum warga bicara soal sekolah, kesehatan, ekonomi, apalagi pembangunan.

Selama hujan belum turun di langit Bojonggambir, Masjid Jami Al Ihsan akan tetap menjadi nadi kehidupan warga Kertanegla. Di sana, orang datang bukan hanya untuk bersujud, tetapi juga membawa pulang harapan dalam jerigen-jerigen kecil. (KRS/AS)

🏆 Tebak Final 2026 • Masih dibuka

Kuis Piala Dunia 2026

Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

⏱️ Deadline: 2026-07-19 23:59:00 WIB 🛡️ Anti duplikat 📊 Ranking otomatis
Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp

Berita lainnya:

Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Santuni Anak Yatim dan Lansia

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyantuni anak yatim dan warga lanjut usia atau lansia dalam...

ASN Pemkot Tasikmalaya Diduga Tipu Rp5 Miliar, Viman Tegas: Tak Dilindungi

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kasus hukum yang menyeret ASN Pemkot Tasikmalaya berinisial AG menjadi sorotan setelah muncul dugaan penipuan investasi senilai Rp5...

Gerakan Sholat Subuh Berjamaah Tasikmalaya Terus Menggema

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA – Gerakan Sholat Subuh Berjamaah 1000 Masjid Tasikmalaya kembali digelar sebagai upaya memperkuat nilai spiritual, ukhuwah...

Terbaru

Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Santuni Anak Yatim dan Lansia

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan bakti sosial dengan...

ASN Pemkot Tasikmalaya Diduga Tipu Rp5 Miliar, Viman Tegas: Tak Dilindungi

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kasus hukum yang menyeret ASN Pemkot Tasikmalaya berinisial...

Santunan Anak Yatim Ciamis, 2.650 Anak Terima Bantuan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS – Santunan Anak Yatim Ciamis kembali...

Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Garut, Dinsos Terjun ke Cilawu

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Garut...

PDI Perjuangan Banjar Kemas Pendidikan Politik Lewat Senam dan Jaipong

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. PDI Perjuangan Banjar menggelar kegiatan senam...

Piala Dunia 2026

Prediksi Belanda Vs Maroko: Kematangan Jadi Kunci Kemenangan

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Pertandingan babak 16 besar Piala...

Prediksi Skor Jerman Vs Paraguay, Akankah Der Panzer Libas Lawan Berikutnya?

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN. Babak 16 besar Piala Dunia 2026...

Prediksi Skor Brasil Vs Jepang: Ujian Berat Tim Samurai Biru

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Prediksi Skor Brasil Vs Jepang...

Hasil Kanada vs Afrika Selatan: Skor Tipis, Tuan Rumah Melenggang

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Hasil Kanada vs Afrika Selatan...

Prediksi Piala Dunia 2026: Setiap Laga Hingga Final dan Siapa Juara

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Fase gugur Piala Dunia 2026 resmi...

Daerah lainnya

Belanja Peralatan Intelijen Kesbangpol Jabar Tembus Rp241 Miliar, Apa Perlu?

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS.  Ada yang tidak biasa dalam Rencana Umum...

KDM Desak PLN Bereskan Pemadaman Jabar, UMKM Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT.  KDM desak PLN segera menuntaskan persoalan...

Dari LHP BPK ke Hotel Prodeo: Jangan Sepelekan Temuan Auditor

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Laporan Hasil Pemeriksaan atau LHP BPK kerap...

Carut Marut Tata Kelola Aset Pemkot Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Tata kelola aset Pemerintah Kota Bandung menyisakan tanda...

Perspektif

Popular Categories