lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Transformasi layanan perpustakaan berbasis digital dan kolaborasi dengan desa menjadi kunci lonjakan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Ciamis.
Berdasarkan rilis Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada Februari 2026, Ciamis mencatat skor 18,92 dan menempati peringkat kedua terbaik di Jawa Barat. Capaian tersebut mengacu pada standar terbaru Peraturan Perpusnas Nomor 9 Tahun 2025.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis, H. Okta Jabal Nugraha, menyebut hasil ini merupakan buah kerja kolektif dalam menempatkan literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
“Penguatan literasi tidak bisa parsial. Kami dorong buku tetap menjadi rujukan utama, sambil beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujar Okta, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, perpustakaan daerah kini menyediakan 19 klasifikasi pengetahuan, mencakup bidang teknologi informasi, agama, sosial, budaya hingga olahraga.
Di sisi lain, layanan digital terus dikembangkan melalui aplikasi e-Book Perpus Ciamis guna memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
Transformasi ini juga menyasar anak-anak. Di tengah dominasi gawai, Dinas Perpustakaan berupaya mengalihkan minat dari konsumsi hiburan ke konten edukatif dengan memperkaya koleksi bacaan anak.
“Literasi sejak dini menjadi perhatian. Kami ingin anak-anak tetap akrab dengan buku, meski hidup di era digital,” katanya.
Hingga kini, sekitar 70 persen desa di Ciamis telah memiliki perpustakaan. Namun, tantangan masih muncul pada keterbatasan koleksi yang rata-rata di bawah 500 buku.
Untuk mengatasinya, Dinas Perpustakaan mengoptimalkan program perpustakaan keliling (pusling) yang menjangkau desa-desa sesuai kebutuhan. Selain itu, desa didorong memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) agar dapat mengakses bantuan hibah buku dari pemerintah provinsi maupun pusat.
“Dengan NPP, peluang mendapatkan dukungan koleksi akan lebih terbuka, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah,” jelas Okta.
Peran figur publik turut diperkuat melalui kehadiran Bunda Literasi Kabupaten Ciamis, Ibu Kania. Ia aktif turun langsung ke masyarakat untuk mengampanyekan budaya membaca, khususnya di lingkungan keluarga dan generasi muda.
Baca Juga : Tagana Muda Ciamis dan Tasikmalaya Ditempa Siaga Hadapi Ancaman Bencana Priangan
Tagana Muda Ciamis dan Tasikmalaya Ditempa, Siaga Hadapi Ancaman Bencana Priangan
Memasuki peringatan Hari Jadi Ciamis ke-384 pada 11 Juni 2026, Dinas Perpustakaan telah menyiapkan sejumlah program untuk menjaga momentum literasi.
Di antaranya pemilihan Duta Baca sebagai figur inspiratif, serta lomba perpustakaan desa guna mendorong inovasi pengelolaan literasi di tingkat lokal.
Okta menegaskan, sinergi antara digitalisasi, penguatan desa, dan keterlibatan tokoh publik menjadi strategi utama dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat.
“Literasi adalah investasi jangka panjang. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis kualitas sumber daya manusia di Ciamis akan terus meningkat,” pungkasnya.








