lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebuah pabrik produksi cobek kayu di Ciwaas Depok II, RT 005 RW 007, Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, ludes dilahap si jago merah pada Kamis, 11 Juni 2026 dini hari.
Kebakaran pabrik cobek kayu tersebut diduga dipicu puntung rokok yang tidak dimatikan secara sempurna. Api yang awalnya hanya berupa percikan kecil kemudian membesar dan menjalar ke bagian belakang pabrik.
Api Muncul Dini Hari, Pemilik Sempat Mencoba Memadamkan Sendiri
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 01.15 WIB. Tim Regu 2 langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 01.18 WIB.
Petugas mengerahkan dua unit Fire Water Supply untuk menangani kebakaran di pabrik cobek kayu tersebut. Jarak dari Mako Damkar menuju lokasi sekitar 11 kilometer.
Dengan waktu tempuh sekitar 18 menit, petugas tiba di lokasi pada pukul 01.36 WIB.
Api sendiri diketahui mulai muncul sekitar pukul 01.13 WIB. Menurut keterangan pemilik pabrik, Aef, ia awalnya melihat percikan kecil yang diduga berasal dari puntung rokok.
Aef sempat berupaya memadamkan api secara mandiri. Ia mengira percikan tersebut masih bisa dikendalikan dan tidak akan membesar.
Namun dugaan itu meleset. Api justru semakin membesar dan menjalar ke bagian belakang pabrik. Dalam situasi panik, pemilik kemudian menghubungi Damkar Kota Tasikmalaya untuk meminta penanganan.
Bagian Belakang Pabrik Rusak Parah, Sebagian Coet Berhasil Diselamatkan
Proses pemadaman dimulai petugas pada pukul 01.36 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.46 WIB.
Setelah itu, petugas melanjutkan tahap pendinginan hingga pukul 02.01 WIB. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa di area pabrik.
Komandan Regu 2 Damkar Kota Tasikmalaya, Eman Sulaeman, mengatakan petugas melakukan pemadaman, pendinginan, serta pengecekan menyeluruh di tempat kejadian perkara sesuai standar operasional prosedur.
“Akibat kejadian ini bagian belakang pabrik mengalami rusak parah, sedangkan bagian depan juga terdampak. Sebagian aset berupa coet masih berhasil diselamatkan, namun total kerugian aset belum dapat diprediksi,” ujar Eman.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran di Tamansari Tasikmalaya tersebut. Namun, kerusakan bangunan dan aset produksi membuat pemilik mengalami kerugian material.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pelaku usaha agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran dari sumber api kecil.
Puntung rokok yang dianggap sepele dapat menjadi pemicu bahaya besar, terutama jika berada di dekat material mudah terbakar seperti kayu, serbuk, atau bahan produksi lainnya.
Dalam kejadian seperti ini, api memang sering datang tanpa salam pembuka. Sekali lengah, yang kecil bisa berubah menjadi kepulan besar dalam hitungan menit. (DH/AS)






















