lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Gelombang tinggi Jawa Barat berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter di lima wilayah perairan selatan pada Selasa, 11 Agustus 2026. Peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut masih berlaku hingga Rabu, 12 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.
Lima wilayah yang masuk kategori gelombang tinggi meliputi Perairan Sukabumi, Perairan Cianjur, Perairan Garut, Perairan Tasikmalaya, dan Perairan Pangandaran. BMKG mengklasifikasikan gelombang setinggi 2,5–4 meter dalam kategori tinggi.
Angin di Perairan Selatan Jabar Capai 25 Knot
BMKG mencatat pola angin di wilayah Jawa Barat bagian selatan umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 8–25 knot. Kondisi tersebut menyertai potensi gelombang tinggi Jawa Barat yang berlaku di sepanjang sejumlah perairan selatan provinsi tersebut.
Kecepatan angin maksimum hingga 25 knot diprediksi terjadi di Perairan Sukabumi, Perairan Cianjur, dan Perairan Garut. Sementara itu, kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot diperkirakan terjadi di Perairan Tasikmalaya dan Perairan Pangandaran.
Berbeda dengan wilayah selatan, pola angin di Jakarta dan Jawa Barat bagian utara menurut BMKG umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 6–20 knot. Peringatan gelombang kategori tinggi untuk wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat pada periode tersebut tercatat khusus pada lima perairan di selatan Jawa Barat.
Peringatan Berlaku hingga Rabu Pagi
Peringatan gelombang tinggi Jawa Barat ini berlaku sejak 9 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 12 Agustus pukul 07.00 WIB. Dengan demikian, masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir maupun perairan selatan Jawa Barat masih perlu memperhatikan perkembangan kondisi laut hingga masa peringatan berakhir.
Pada skala lebih luas, BMKG juga mencatat potensi gelombang 2,5–4 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Barat dalam peringatan yang berlaku mulai 11 Agustus hingga 14 Agustus 2026. Pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan secara umum bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 12–25 knot, sementara kecepatan tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah dan Laut Arafuru.
Informasi gelombang tinggi Jawa Barat dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer dan laut. Masyarakat, nelayan, serta operator pelayaran perlu merujuk pembaruan resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di wilayah perairan yang masuk dalam peringatan. (NS/AS)







