Hujan Meteor Jumat Malam, Bisakah Terlihat dari Priangan Timur?

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN. Langit Priangan Timur masih berpeluang memperlihatkan meteor pada Jumat malam, 31 Juli 2026, menuju Sabtu dini hari. Namun, warga perlu memasang ekspektasi secara realistis: fenomena ini bukan “hujan bintang” lebat yang memenuhi langit, melainkan kemunculan beberapa meteor terang di tengah gangguan cahaya Bulan yang hampir purnama.

Dua aliran meteor sedang aktif bersamaan, yakni Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids. International Meteor Organization atau IMO menetapkan malam 30–31 Juli 2026 sebagai periode puncak keduanya. Artinya, puncak astronomisnya telah terjadi pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, tetapi aktivitas meteor tidak langsung berhenti. Southern Delta Aquariids masih aktif sampai 23 Agustus, sedangkan Alpha Capricornids berlangsung hingga pertengahan Agustus.

Secara Geografis Priangan Timur Diuntungkan

Southern Delta Aquariids lebih menguntungkan bagi pengamat di kawasan tropis selatan. Priangan Timur berada sekitar tujuh derajat di selatan khatulistiwa sehingga posisi radiannya—titik semu asal lintasan meteor—dapat naik tinggi di langit.

- Advertisement -

IMO mencatat radiant Southern Delta Aquariids berada di sekitar deklinasi minus 16 derajat dan mencapai posisi terbaik menjelang pukul 04.00 waktu setempat. Dari lintang Priangan Timur, posisi itu secara geometris dapat naik hingga sekitar 80 derajat di atas cakrawala atau hampir tepat di atas kepala. Karena itu, waktu pengamatan terbaik bukan setelah Magrib, melainkan sekitar pukul 00.00 hingga menjelang fajar.

Dalam kondisi langit benar-benar gelap, Southern Delta Aquariids memiliki Zenithal Hourly Rate atau ZHR sekitar 25 meteor per jam. Angka tersebut bukan jaminan seseorang akan melihat 25 meteor. ZHR merupakan angka teoretis apabila radiant berada tepat di atas kepala, seluruh langit cerah, tidak ada polusi cahaya, dan kemampuan mata mencapai kondisi ideal.

Untuk kondisi nyata pada pekan puncak ini, IMO memperkirakan laju yang lebih masuk akal dari wilayah selatan khatulistiwa hanya sekitar tiga meteor Southern Delta Aquariids per jam. Alpha Capricornids juga diperkirakan sekitar tiga meteor per jam, tetapi aliran ini dikenal dapat menghasilkan fireball atau meteor sangat terang.

Bulan Terang Menjadi Penghalang Terbesar

Masalah utama pengamatan Jumat malam bukan posisi Priangan Timur, melainkan cahaya Bulan. IMO mencatat Bulan berada pada tingkat pencahayaan sekitar 98 persen saat periode puncak. Southern Delta Aquariids juga didominasi meteor redup sehingga sebagian besar berpotensi kalah terang oleh cahaya Bulan.

Di Tasikmalaya, Bulan pada 31 Juli diperkirakan masih memiliki pencahayaan sekitar 98,8 persen dan terbit sekitar pukul 19.13 WIB. Bulan kemudian berada di langit hampir sepanjang malam. Artinya, jendela pengamatan tanpa gangguan Bulan praktis tidak tersedia.

Peluang terbaik justru datang dari meteor terang Alpha Capricornids. Aliran ini memang hanya mempunyai ZHR sekitar lima meteor per jam dalam kondisi ideal, tetapi sebagian anggotanya dapat bersinar lebih terang dibandingkan bintang-bintang di sekitarnya. Kecepatannya sekitar 23 kilometer per detik, lebih lambat dibandingkan Southern Delta Aquariids yang melaju sekitar 41 kilometer per detik.

Dari sisi cuaca, peluang pengamatan berbeda antardaerah. Prakiraan BMKG untuk Jumat menunjukkan Pangandaran relatif paling menjanjikan, dengan kondisi cerah di Pangandaran, Parigi, Cijulang, Cimerak, Padaherang, dan Kalipucang. Wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya seperti Cipatujah, Cibalong, Culamega, dan Bojonggambir juga diprakirakan cerah, sedangkan Karangnunggal dan Cikalong cerah berawan.

Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Di Kabupaten Garut, peluangnya lebih tidak merata karena sebagian wilayah tengah dan pegunungan diprakirakan mengalami hujan ringan, sementara daerah seperti Malangbong, Cilawu, Cihurip, dan Peundeuy memiliki kondisi lebih cerah.

Karena itu, lokasi paling potensial berada di pesisir selatan Tasikmalaya dan Pangandaran yang jauh dari lampu permukiman. Pengamat sebaiknya datang sekitar tengah malam, membelakangi Bulan, menghadap ke bagian langit yang paling gelap, kemudian membiarkan mata beradaptasi selama sedikitnya 20 menit.

Meteor dapat muncul di bagian langit mana pun sehingga teleskop maupun teropong tidak diperlukan. Justru pandangan mata telanjang yang luas lebih efektif. Bila beruntung, warga mungkin melihat beberapa goresan cahaya—bukan langit yang tumpah ruah, tetapi cukup untuk membuktikan bahwa debu kecil di ruang angkasa pun bisa punya panggung besar. (NS/AS)

PRIANGAN TIMUR

Garut Siaga Bencana, Posko Darurat Diminta Beroprasi 24 Jam Hadapi Musim Hujan

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Pemerintah Kabupaten Garut meminta seluruh unsur...

1.185 Lampu Jalan Terpasang di Priangan Timur, Tasikmalaya Mendapat 698 Unit

lintaspriangan.com, Berita Priangan Timur. Sebanyak 1.185 unit penerangan jalan...

Pangandaran Jadi Lokasi Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2026, Agenda Berlangsung hingga 6 November

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kabupaten Pangandaran menjadi lokasi kegiatan Hari...

Mitra MBG Priangan Timur Desak Evaluasi BGN, Relawan dan Hak Siswa Dipertaruhkan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN)...

Pemkab Tasikmalaya Siapkan 10 Bangunan Eks Setda Untuk Dibongkar, Lahan Diarahkan Jadi Tempat Parkir

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya merencanakan pembongkaran 10...

JAWA BARAT

Donor Darah DWP Bandung Berlangsung Tiga Hari, DWP Dinas Pendidikan Dijadwalkan 5 November

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bandung...

Jangan Tunggu Alam Murka, Eksploitasi Gunung Salak: Tekanan Tambang, Energi, dan Bisnis Wisata

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Jangan tunggu alam murka untuk menyadari...

Atlet Muaythai Kota Cirebon Dilaporkan Raih Emas Perdana Porprov Jabar 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Muaythai Kota Cirebon dilaporkan menyumbangkan medali...

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

Olahraga

Kategori Populer