lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran Rumah di Panjalu menghanguskan sebuah rumah tinggal di Dusun Reumalega, Desa Kertamandala, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Sabtu 19 September 2026 dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.15 WIB dan baru berhasil ditangani sekitar pukul 05.30 WIB.
Pemilik rumah, Agus bin Rosidin, menjadi korban dalam kejadian tersebut. Ia mengalami luka bakar berat hingga sekitar 75 persen dan harus mendapatkan perawatan medis.
Agus kemudian dirujuk ke RSUD Kawali untuk menjalani penanganan lebih lanjut.
Api diduga berawal dari kamar
Berdasarkan laporan Camat Panjalu, kebakaran diduga bermula dari kamar yang ditempati Agus.
Api disebut berasal dari puntung rokok yang kemudian membakar kasur. Kobaran api selanjutnya menjalar ke bagian bangunan rumah hingga menyebabkan seluruh bangunan dan barang-barang di dalamnya terdampak.
Namun, penyebab tersebut masih disebut sebagai dugaan berdasarkan laporan di lapangan.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp150 juta. Nilai tersebut mencakup satu unit rumah beserta berbagai barang yang berada di dalamnya.
Warga bergerak sebelum bantuan lanjutan datang
Saat kejadian, masyarakat setempat bersama Pemerintah Desa Kertamandala dan unsur Forkopimcam Panjalu melakukan penanganan di lokasi.
Petugas menerima laporan, mendatangi tempat kejadian, mencatat keterangan saksi, kemudian melakukan koordinasi dan pelaporan kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Pemadaman dan pembersihan material yang terdampak juga dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat bersama unsur pemerintahan setempat.
Damkar Kawali turut melakukan penanganan di lokasi.
Kondisi terakhir, api telah berhasil ditangani dan lokasi telah dibersihkan dari material yang terdampak. Pemerintah desa, masyarakat dan unsur kecamatan masih menunggu tindak lanjut dari instansi terkait.
Kebutuhan korban masih terbuka
Setelah rumah terbakar dan pemiliknya mengalami luka berat, persoalan berikutnya bukan lagi hanya memadamkan api.
Korban kini membutuhkan dukungan untuk menghadapi kondisi setelah bencana.
Dalam laporan Camat Panjalu, sejumlah kebutuhan yang diajukan antara lain bahan material untuk pembangunan kembali rumah tinggal, terpal untuk kebutuhan darurat, obat-obatan serta makanan siap saji.
Kebutuhan tersebut menjadi perhatian karena rumah korban mengalami kerusakan akibat kebakaran dan tidak lagi dapat digunakan seperti sebelumnya.
Di tengah kondisi tersebut, gotong royong masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan awal.
Namun, untuk pemulihan berikutnya, korban masih membutuhkan dukungan dari pemerintah maupun pihak terkait agar kebutuhan dasar dan tempat tinggal dapat segera dipenuhi.
Kebakaran di Dusun Reumalega ini tidak hanya menyisakan kerugian material sekitar Rp150 juta. Di balik reruntuhan rumah, terdapat seorang korban yang kini harus menjalani perawatan akibat luka bakar berat, sekaligus menghadapi kehilangan tempat tinggal. (HS)







