lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebuah Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, tepatnya di Dusun Nanggela Kidul, Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, ambruk pada Minggu pagi, 20 September 2026.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB itu dipicu kondisi bangunan yang telah lapuk serta longsornya tebing penahan tanah di sekitar rumah.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan bangunan membuat warga terdampak harus mengamankan diri karena lokasi masih berpotensi mengalami longsor susulan.
Dinding ambruk, atap rumah ikut rusak
Bangunan yang mengalami kerusakan merupakan rumah hunian milik Gugun Gunawan.
Dinding rumah ambruk dan menyebabkan bangunan mengalami kerusakan berat. Sebagian bagian atap juga ikut terdampak akibat kejadian tersebut.
Kondisi rumah untuk sementara dinilai tidak aman untuk ditempati karena terdapat ancaman longsor susulan di sekitar lokasi.
Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp50 juta.
Selain Gugun, dua keluarga lainnya turut terdampak karena berada di sekitar lokasi yang terancam, yakni keluarga Ikbal Maulana dan Sandi Nugraha.
Secara keseluruhan terdapat tiga kepala keluarga dengan total delapan jiwa yang terdampak dalam kejadian tersebut.
Warga bergotong royong menyelamatkan barang
Begitu kejadian dilaporkan, masyarakat bersama Pemerintah Desa Sumberjaya, kepala dusun, ketua RT dan RW, perangkat desa serta Tagana Kabupaten Ciamis bergerak melakukan penanganan.
Penghuni rumah yang berada di lokasi rawan segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Warga juga bergotong royong membersihkan material bangunan yang ambruk serta memindahkan barang-barang milik korban untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Penanganan kemudian dikoordinasikan dengan dinas dan instansi terkait.
Sejumlah unsur ikut terlibat dalam penanganan, di antaranya Tagana Kabupaten Ciamis, Pemerintah Desa Sumberjaya, Babinsa, Babinmas, Kepala Dusun Nanggela Kidul, masyarakat setempat, Baznas dan unsur kecamatan.
Terpal hingga tempat tidur dibutuhkan
Setelah bangunan mengalami kerusakan berat, kebutuhan warga terdampak kini bergeser pada penanganan darurat.
Dalam laporan Tagana Kabupaten Ciamis, sejumlah bantuan yang dibutuhkan secara mendesak meliputi terpal, sembako, serta selimut dan tempat tidur.
Kebutuhan tersebut diperlukan untuk mendukung warga selama kondisi rumah belum memungkinkan untuk kembali ditempati.
Hingga laporan terakhir, proses pemberesan puing masih dilakukan. Situasi di lokasi dilaporkan terkendali.
Meski demikian, ancaman longsor susulan membuat warga terdampak masih membutuhkan tempat yang aman untuk sementara waktu.
Peristiwa di Nanggela Kidul kembali menunjukkan bahwa kerusakan bangunan dan kondisi tebing di sekitar permukiman dapat menjadi ancaman ketika kondisi bangunan sudah lapuk dan tanah mengalami pergerakan.
Saat ini, penanganan awal telah dilakukan secara gotong royong. Selanjutnya, kebutuhan warga terdampak masih menunggu dukungan dan tindak lanjut dari instansi terkait. (HS)







