RPJP Gagal: Janji Pemkab Tasikmalaya yang Tak Pernah Sampai

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pernyataan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Eri Purwanto, menggelindingkan bola panas ke ruang publik. Ia menyebut banyak target dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Tasikmalaya yang tidak tercapai. Jalan lingkar, yang DED (Detail Engineering Design)-nya sudah lama disusun, tak pernah terlihat wujudnya. Harapan memiliki rumah sakit tipe B tinggal harapan, sementara rencana beroperasinya rumah sakit baru di Cikatomas, Karangnunggal, dan Ciawi masih mandek di tahap omon-omong doang. Dan itu, hanya sebagian contoh kegagalan.

Apa Itu RPJP?

RPJP atau Rencana Pembangunan Jangka Panjang adalah dokumen resmi yang menjadi arah pembangunan daerah selama 20 tahun. Dasar hukumnya jelas: Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. RPJP bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah janji besar: bagaimana sebuah pemerintah daerah mengatur arah kebijakan, menentukan prioritas, dan menetapkan target yang mestinya dicapai secara bertahap lewat Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan rencana tahunan. RPJP adalah janji pemerintah daerah kepada warganya.

Dengan kata lain, RPJP adalah peta jalan. Tanpa RPJP, pembangunan mudah tersesat. Tapi apa artinya sebuah peta, bila kendaraan tak pernah bergerak? Atau mungkin bergerak, tapi liar entah kemana.

Dua Puluh Tahun, Rp3 Triliun Setahun

Dua dekade adalah waktu yang panjang. Selama itu, Kabupaten Tasikmalaya menghabiskan anggaran sekitar Rp3 triliun per tahun. Jika ditotal, ada puluhan triliun rupiah yang digelontorkan. Aparaturnya pun bukan sedikit: belasan ribu orang, dengan fasilitas, kendaraan dinas, hingga aplikasi-aplikasi digital yang dipromosikan sebagai solusi efisiensi dan percepatan kinerja.

Pelatihan dan bimbingan teknis rutin digelar. Diklat kepemimpinan, seminar inovasi, hingga study banding ke luar daerah. Semuanya berlabel “peningkatan kapasitas.” Penghargaan demi penghargaan dikumpulkan dari berbagai lembaga, sering dijadikan kebanggaan di panggung seremoni. Angka-angka indeks kabarnya sih naik. Indeks pembangunan manusia naik, indeks kinerja daerah pun katanya membaik. Tapi di tengah tumpukan sertifikat dan angka-angka, fakta sederhana tetap tak bisa disembunyikan: target besar dalam RPJP gagal diwujudkan!

Antara Angka dan Realita

Di atas kertas, pemerintah daerah mungkin punya banyak “capaian.” Namun di lapangan, masyarakat merasakan hal berbeda. Jalan lingkar yang tak pernah dibangun berarti akses transportasi yang tak kunjung memadai Rumah sakit yang gagal naik kelas berarti akses kesehatan belum merata. Proyek-proyek strategis yang tak kunjung berdiri meninggalkan kesan bahwa rencana hanya berhenti sebagai mimpi. Jangankan bicara lapangan kerja dan hidup sejahtera, sekedar ingin punya jalan yang layak saja masih jadi angan-angan.

Ada jurang yang menganga antara angka dan realita. Indeks bisa naik, penghargaan bisa datang silih berganti, tetapi masyarakat butuh bukti nyata, bukan sekadar laporan berlembar-lembar.

Cermin untuk Aparatur dan Politisi

RPJP adalah janji kolektif. Ia bukan milik seorang bupati atau sekadar dokumen birokrasi. Ia adalah kontrak sosial antara pemerintah dan rakyat. Dua puluh tahun seharusnya waktu yang lebih dari cukup untuk mewujudkan kemajuan yang signifikan. Tapi yang tersisa justru catatan kegagalan.

Tentu, alasan bisa disusun: dalihnya mungkin keterbatasan fiskal atau dinamika politik. Namun, alasan tidak akan menghapus kenyataan bahwa dua dekade perencanaan berakhir tanpa hasil-hasil besar yang dijanjikan.

Kini, dengan berakhirnya periode RPJP, yang tersisa hanyalah refleksi. ASN dan politisi Kabupaten Tasikmalaya perlu bercermin: bagaimana mungkin dengan segala fasilitas, pelatihan, anggaran besar, dan dukungan penuh sistem, target fundamental justru gagal dicapai?

Dengan fakta ini, seharusnya para aparatur mulai merasa risih ketika harus banyak tampil tak jelas di panggung seremonial atau media sosial. Harusnya, mereka mulai malu ketika tertawa terbahak-bahak di warung-warung bakso dan seblak. Uang rakyat yang mereka kelola selama 20 tahun, faktanya berakhir dengan catatan kegagalan.

Ingat. Sejarah tidak akan menulis alasan, sejarah hanya akan mencatat hasil. (Lintas Priangan/AA)

taktik buaya mangap cirebon - jejak heroik jabar

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang menyambut tamu terhormat. Janur kuning dipasang melengkung. Daun beringin dan umbul-umbul menghiasi jalan. Dari sebuah...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Kominfo Kota Tasikmalaya: Pramuka Hari Ini Harus Paham Jejak Digital

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kecakapan membaca jejak selama ini lekat...

Krisis Air Garut, 125 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke 8 Desa

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. BPBD Kabupaten Garut telah menyalurkan 125.000 liter air...

Lelang Kejari Tasikmalaya 13 Agustus, Tiga Motor Mulai Rp3,5 Juta

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Lelang Kejari Tasikmalaya atas sejumlah barang rampasan...

Ekoteologi Pangandaran, Menag Dijadwalkan Tebar 70 Ribu Bibit Ikan di Green Canyon

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan menebar kembali...

12 Hari Hilang, Wanita Ditemukan Tewas dalam Sumur 13 Meter di Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Seorang wanita ditemukan tewas, setelah 12...

JAWA BARAT

Pemkot Bekasi Buka Pemilihan Mitra Stadion Patriot Candrabhaga

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pemerintah Kota Bekasi membuka pemilihan mitra kerja...

Air Bersih Purwakarta Disalurkan ke Maniis dan Jatiluhur 13 Agustus

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Distribusi air bersih Purwakarta dijadwalkan berlanjut pada Kamis...

Pendaftaran Mojang Jajaka Kuningan Ditutup 13 Agustus, Peserta Usia 17–24 Tahun

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pendaftaran Mojang Jajaka Kuningan 2026 dijadwalkan ditutup...

Long March Siliwangi Diputar di Monpera Bandung, Pelajar Diajak Belajar Sejarah

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Film Long March Siliwangi dijadwalkan diputar di Museum...

SMK Go Global Dibuka 12–16 Agustus, Disnaker Kota Bogor Sebarkan Pendaftaran

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Pendaftaran tahap pertama SMK Go Global resmi...

RSUD Waled Jadwalkan Cek Gula Darah Gratis 13 Agustus

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. RSUD Waled Kabupaten Cirebon dijadwalkan menggelar cek...

Hari UMKM Nasional, Catatan UMKM Majalengka Naik Tajam Sejak 2022

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Momentum Hari UMKM Nasional yang diperingati Rabu,...

Hari Anak Nasional Kota Bandung, SIMOLANA dan SINARA Masuk Agenda Peluncuran

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Kota Bandung...

Olahraga

Popular Categories