Aslim: Pelaku Usaha Tasikmalaya Harus Jadi Pemain Utama, Jangan Hanya Jadi Pasar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, S.H., M.Si., menilai geliat pameran dan kegiatan ekonomi yang menghadirkan produk-produk lokal harus menjadi jalan bagi pelaku usaha Tasikmalaya untuk memperbesar pasar, bukan sekadar menikmati ramainya transaksi di kotanya sendiri.

Pandangan itu disampaikan Aslim saat mengunjungi pameran Muslimphoria yang menjadi bagian dari Tasik Muslim Fair 2026 di Graha Asia Plaza Tasikmalaya.

Menurut Aslim, besarnya pasar di Kota Tasikmalaya harus berbanding lurus dengan semakin kuatnya posisi pengusaha lokal.

“Tasikmalaya jangan hanya menjadi pasar. Pelaku usaha Tasikmalaya harus menjadi pemain utama di kotanya sendiri, kemudian tumbuh dan memperluas pasar ke daerah lain,” kata Aslim.

Tasik Muslim Fair 2026 berlangsung pada 1–4 Oktober 2026. Penyelenggara menargetkan sekitar 50 ribu pengunjung selama empat hari dengan nilai transaksi mencapai Rp10 miliar.

Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 100 tenant dengan produk mulai dari fesyen muslim, kuliner, perjalanan umrah, pendidikan, hingga berbagai produk dan jasa lainnya.

Target tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatat sekitar 35 ribu pengunjung. Besarnya animo masyarakat, menurut Aslim, menunjukkan bahwa Tasikmalaya memiliki pasar yang kuat sekaligus ruang potensial bagi lahir dan berkembangnya usaha-usaha lokal.

Namun, bagi Aslim, ukuran keberhasilan sebuah pameran tidak cukup berhenti pada banyaknya pengunjung atau besarnya transaksi selama kegiatan berlangsung.

“Pameran mungkin berlangsung tiga atau empat hari. Tetapi yang lebih penting adalah apa yang tersisa setelah pameran selesai. Ada pelanggan baru, ada jejaring baru, ada kerja sama baru, dan ada pelaku usaha Tasikmalaya yang pasarnya menjadi semakin luas,” ujarnya.

Ia melihat pameran semacam Muslimphoria juga memiliki fungsi strategis sebagai tempat bertemunya produsen, konsumen, komunitas hingga calon mitra usaha.

Tasik Muslim Fair tahun ini tidak hanya menjadi ruang transaksi. Berbagai kegiatan edukasi dan komunitas turut digelar, sementara sebagian besar merek yang terlibat berasal dari Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur.

Bukan Sekadar Banyak, tetapi Harus Naik Kelas

Sebagai Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Aslim menilai pemerintah daerah bersama DPRD memiliki kepentingan untuk menciptakan iklim yang membuat usaha masyarakat semakin kuat.

Menurut dia, keberpihakan terhadap usaha lokal tidak cukup hanya diukur dari banyaknya usaha yang muncul. Tantangan berikutnya adalah bagaimana produk lokal memiliki kualitas, daya saing, akses pemasaran dan jejaring yang semakin luas.

“Kita jangan puas karena UMKM kita banyak. Pertanyaannya harus dilanjutkan: berapa yang naik kelas, berapa yang pasarnya meluas, berapa yang mampu menyerap tenaga kerja, dan berapa produk Tasikmalaya yang akhirnya dikenal di luar daerah,” tutur Aslim.

Karena itu, ia mendorong agar kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha Tasikmalaya dengan pasar terus mendapatkan ruang.

Menurutnya, setiap kegiatan ekonomi harus sebisa mungkin menciptakan efek berantai bagi masyarakat, mulai dari bertambahnya transaksi, meluasnya pasar hingga terbukanya peluang kerja.

Aslim juga mengingatkan bahwa kekuatan ekonomi Kota Tasikmalaya sejak lama tumbuh dari denyut perdagangan dan usaha masyarakat.

Modal sosial dan tradisi berdagang tersebut, kata dia, perlu dipertemukan dengan kemampuan membaca perubahan pasar.

“Sekarang orang tidak hanya bertarung soal harga. Produk harus bagus, kemasan harus bagus, pemasaran harus kuat, pelayanan harus baik, dan dunia digital harus dikuasai. Pelaku usaha Tasikmalaya harus berani masuk ke gelanggang yang lebih besar,” katanya.

Kota Harus Tumbuh Bersama Warganya

Muslimphoria juga menjadi bagian dari kemeriahan rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.

Bagi Aslim, momentum seperempat abad Kota Tasikmalaya semestinya tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali kekuatan ekonomi yang dimiliki masyarakat.

Ia berharap pertumbuhan kota semakin terasa pada tumbuhnya usaha masyarakat dan meningkatnya kesejahteraan warga.

“Kota yang maju bukan hanya yang pusat perbelanjaannya ramai. Kota yang maju adalah kota yang masyarakatnya ikut tumbuh di dalam keramaian itu. Pasarnya besar, tetapi pelaku lokalnya juga harus besar,” ujar Aslim.

Menurutnya, Tasikmalaya mempunyai modal besar berupa tradisi perdagangan, kreativitas masyarakat, kekuatan UMKM, komunitas usaha serta generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi.

“Tugas kita adalah mempertemukan semua kekuatan itu. Jangan sampai masyarakat Tasikmalaya hanya menjadi konsumen dari besarnya pasar di kotanya sendiri. Kita ingin produk mereka dibeli, usahanya berkembang, pekerjanya bertambah, dan manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat Tasikmalaya,” pungkasnya.

[td_block_2 limit="7" offset="1" category_id=""]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Polemik Dewas RSUD dr. Soekardjo, DPRD Siapkan Pemanggilan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polemik pengangkatan Dewan Pengawas Badan Layanan...

Kebakaran Legokjawa Pangandaran Tujuh Rumah Warga Ludes Terbakar

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Tujuh rumah warga di Desa Legokjawa,...

1.500 Mangrove Pangandaran Ditanam di Pelabuhan Cikidang

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Sebanyak 1.500 bibit mangrove Pangandaran jenis...

Ekonomi Kreatif Tasikmalaya Dijajaki Bersama BI, Digitalisasi UMKM Masuk Pembahasan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pengembangan ekonomi kreatif Tasikmalaya menjadi salah satu...

Satlantas Pangandaran Tindak Truk ODOL hingga Pengendara Tanpa Helm

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Satlantas Pangandaran menindak sejumlah pelanggaran lalu lintas...

JAWA BARAT

Geger Video Rutan Depok Pesta Disko, 2 Petugas Diperiksa: Bagaimana Barang Terlarang Bisa Masuk?

lintaspriangan.com, BERITA DEPOK. Video sejumlah orang berjoget dengan suasana...

Dua Event Jawa Barat Digelar 4 Oktober, Jazz di Bandung dan Trail Run di Garut

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Dua event Jawa Barat berlangsung...

Jembatan Paledang-Pasir Jaya Capai 95 Persen, Ditargetkan Diresmikan Pertengahan Oktober

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Pembangunan Jembatan Paledang-Pasir Jaya di Kota...

2.300 Lowongan Kerja Subang Dibuka, Pendaftaran Operator BYD Berakhir 4 Oktober

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Sebanyak 2.300 lowongan kerja Subang tersedia...

Gempa Sukabumi M 4,2 Terasa hingga Cianjur, Pusat Gempa di Laut

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Gempa Sukabumi bermagnitudo 4,2 terjadi pada...

PT Wemade Indonesia Jaya di Bongas Kulon, Dari Lapangan Kerja Lokal hingga Pasar Amerika

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Di tengah berkembangnya kawasan industri di...

Papandayan Jazz Festival 2026 Dimulai Hari Ini, Ruth Sahanaya hingga Diskoria Tampil di Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Papandayan Jazz Festival 2026 dimulai di The...

Proyek Data Center AI Jatiluhur Disetop, AMDAL dan PBG Belum Rampung

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Pembangunan data center AI Jatiluhur di Kabupaten...

Olahraga

Popular Categories