PKB Kota Tasikmalaya: “Tak Perlu Alergi dengan Hak Angket atau Hak Interpelasi”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Wacana penggunaan hak angket dan hak interpelasi di tubuh DPRD Kota Tasikmalaya kembali mencuat ke permukaan. Bukan tanpa sebab, gagasan ini muncul dari kegelisahan sejumlah anggota dewan atas buntu dan minimnya komunikasi dengan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.

Dalam wawancara eksklusif bersama Lintas Priangan, Kamis (26/06/2025), Asep Endang M. Syam, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya, memaparkan bahwa pemicu utama dari munculnya wacana ini adalah tersumbatnya jalur komunikasi antara eksekutif dan legislatif. Salah satu buktinya, kata dia, adalah sejumlah nota dinas yang dikirim DPRD tak kunjung mendapat respons dari Wali Kota.

“Pemicunya sangat jelas, kami kesulitan menjalin komunikasi dengan Wali Kota. Lalu di salah satu sidang paripurna, muncul interupsi dari anggota dewan. Ini yang kemudian menjadi pelatuk awal dari wacana hak angket,” ujar Asep.

Yang menarik, ketika wacana tersebut mulai bergulir, ternyata ada sejumlah tekanan dari pihak luar yang justru bermunculan. Asep menyayangkan adanya pihak-pihak yang “alergi” terhadap hak-hak konstitusional DPRD, padahal, menurutnya, baik hak angket maupun interpelasi adalah mekanisme sah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Tata Tertib DPRD.

“Ini bukan hal yang perlu ditakuti. Tidak ada target politis pragmatis dalam wacana ini. Justru sebaliknya, ini bentuk empati kami terhadap keresahan publik,” tegas Asep, sembari menekankan bahwa PKB sebagai partai para ulama tidak pernah berdiri atas dasar kepentingan politik sesaat.

Ia juga menanggapi sikap fraksi lain, khususnya dari Partai Gerindra yang merupakan partai asal Wali Kota. Menurutnya, setiap anggota DPRD—tanpa kecuali— pada saatnya akan menempatkan diri sebagai wakil rakyat, bukan sekadar wakil partai.

“Dalam konteks internal, boleh jadi kami bagian dari partai. Tapi kalau bicara masalah publik, kami berdiri di posisi yang sama. Kami tidak ingin rakyat dikorbankan oleh sikap politik yang sempit,” tegasnya.

H. Wahid, Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, turut menguatkan pernyataan Asep. Ia menampik anggapan bahwa sikap DPRD—khususnya fraksi PKB—didorong oleh posisi mereka sebagai oposisi.

“Andai wali kotanya dari PKB sekalipun, tapi kinerjanya lamban atau perlu dikritisi, kami tetap akan bersikap sama. Ini bukan soal siapa di mana, ini soal rakyat bagaimana,” kata Wahid.

Sebagai catatan, beberapa isu yang memantik kegelisahan DPRD antara lain adalah kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak di RSUD Dr. Soekardjo, serta banyaknya kepala SKPD yang dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt), yang dinilai berisiko melemahkan struktur birokrasi dan pelayanan publik.

“Lalu sudah sampai mana perkembangan wacana hak angket di DPRD Kota Tasikmalaya dan apa target selanjutnya?” Ditanya begitu rupa, Asep kembali menegaskan, apa yang ia dan rekan-rekannya wacanakan, bukan persoalan target.

“Tidak ada target-target khusus. Apalagi kalau ada yang berfikir tentang pemakzulan, salah itu. Ini fungsi kami sebagai legislatif, ini tugas kami. Selama kami melihat ada keresahan publik, selama itu pula kami akan bersuara,” pungas Asep. (Lintas Priangan/AA)

JEJAK HEROIK JABAR

Perempuan-Perempuan LASWI di Balik Bandung Lautan Api

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Malam 23 Maret 1946, Bandung tidak sedang...

Bandung Lautan Api: Saat Kota Dibakar demi Republik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Malam itu, Bandung tidak sedang kalah. Kota...

Ketika Bahasa Sunda Menolak Negara Boneka

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada Mei 1947, Belanda mencoba...

PRIANGAN TIMUR

Mulai Hari Ini RSIA Sayang Bunda Tasikmalaya Layani BPJS, Bagaimana Alur Rujukannya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. RSIA Sayang Bunda Tasikmalaya mulai melayani peserta BPJS...

Konser Besar di Cilembang, Lalu Lintas hingga Sampah Diuji

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Konser musik berskala besar akan berlangsung di kawasan...

Galunggung untuk Pemula: Pilih 510 atau 620 Anak Tangga?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Akhir pekan pada Minggu, 2 Agustus 2026,...

38 Tahun Tirta Galuh Ciamis, Menjaga Air Tetap Mengalir

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perumda Air Minum Tirta Galuh Ciamis memasuki...

Hilang Sejak Sore, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Bendungan Panawangan Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Harapan keluarga untuk menemukan Eman (81)...

JAWA BARAT

Satu Tahun Buaya Muara Teror Situ Habibie Sukabumi, Warga Desak Penanganan Segera

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Teror kawanan buaya muara di Situ...

Farhan Geram Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung, Ancam Bawa Kasus ke Ranah Pidana

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan geram...

Agustus Jadi Puncak Kemarau, Daerah Mana di Jabar Paling Rawan?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Memasuki Sabtu, 1 Agustus 2026, Jawa Barat...

Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Beroperasi, 540 Anak dari Empat Daerah Mulai Tempati Asrama

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Program Sekolah Rakyat Cirebon resmi memasuki...

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Olahraga

Popular Categories