lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA . Musyawarah Daerah (Musda) XVI KNPI kembali menjadi momentum penting bagi arah gerak pemuda di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi menyampaikan pesan tegas terkait peran strategis generasi muda dalam pembangunan daerah.
Dalam agenda Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya, Asep menekankan pentingnya sinergi dan akselerasi sebagai kunci utama kemajuan organisasi kepemudaan. Ia berharap forum ini berjalan lancar dan mampu menghasilkan kepemimpinan yang solid serta mampu menjawab tantangan zaman.
“Mudah-mudahan selancar daripada daerah lain. Musda KNPI ke-XVI ini kembali lagi ke peserta. Lancar tidak lancarnya jangan disamakan sama kita,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia menegaskan bahwa dinamika dalam organisasi adalah hal yang wajar. Perbedaan pandangan di dalam forum seperti Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya justru menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi. Menurutnya, pemuda harus mampu mengelola perbedaan tersebut menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
“Para pemuda ini mengedepankan musyawarah. Kalau berbeda itu hal biasa dan itu dinamika dalam berorganisasi,” katanya.
Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa setiap periode kepengurusan KNPI memiliki peran dan kontribusi masing-masing. Ia mendorong agar roda organisasi tetap berjalan aktif, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga kecamatan dan organisasi kepemudaan (OKP).
Dalam konteks peran pemuda di Tasikmalaya, ia menilai keberlanjutan program dan konsistensi gerakan menjadi indikator penting keberhasilan organisasi. Minimal, kata dia, pengorganisasian tetap berjalan dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Sebetulnya di periode-periode tertentu tergantung mereka memaknainya ketika berada di organisasi. Besar kecilnya tetap setiap periodenya ada kontribusi kepada masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, Asep juga menyinggung pentingnya kehadiran regulasi yang mendukung pengembangan generasi muda. Ia mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang kepemudaan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan ruang dan fasilitas bagi pemuda untuk berkembang.
Menurutnya, melalui Perda kepemudaan Tasikmalaya, potensi generasi muda dapat lebih terarah dan mendapatkan dukungan konkret, baik dari sisi program maupun pendanaan.
“Tentunya ada periode tertentu yang bisa melahirkan Perda tentang kepemudaan. Ini harus terus didorong supaya lebih kreatif,” jelasnya.
Tak kalah penting, ia mengingatkan bahwa pembangunan pemuda tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dalam forum Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya, ia membuka peluang sumber pendanaan lain yang bisa dimanfaatkan oleh organisasi kepemudaan.
Mulai dari anggaran pemerintah provinsi, dukungan DPR RI, hingga insentif dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, disebutnya sebagai peluang yang harus dioptimalkan.
“Akselerasi pembangunan generasi muda harus lebih baik lagi. Jangan hanya mengandalkan APBD karena ada anggaran dari provinsi, DPR RI, hingga kementerian yang bisa dimanfaatkan,” tegasnya.
Dengan berbagai potensi tersebut, Asep berharap KNPI Tasikmalaya 2026 mampu menjadi motor penggerak perubahan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program kepemudaan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Musda XVI KNPI ini pun diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi benar-benar melahirkan gagasan dan langkah konkret untuk kemajuan pemuda di Kabupaten Tasikmalaya. (DH)
