lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย Pemuda Muhammadiyah Tasikmalaya mulai memanaskan mesin kaderisasi. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya menyambangi Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, Selasa (26/5/2026), untuk membicarakan agenda Baitul Arqam 2026.
Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi biasa. Di balik kunjungan tersebut, ada agenda besar yang sedang disiapkan Pemuda Muhammadiyah Tasikmalaya, yakni memperkuat kader muda, memperluas struktur organisasi, dan menghadirkan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah atau PCPM di 10 kecamatan se-Kota Tasikmalaya.
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Cecep Fikri Fajar, menyampaikan langsung undangan kepada Diky Candranegara. Ia berharap pemerintah daerah hadir dan melihat langsung proses kaderisasi yang akan digelar dalam Baitul Arqam 2026.
โHari ini kami bersilaturahmi dengan Pak Diky Candranegara sekaligus mengundang beliau untuk hadir pada acara Baitul Arqam yang akan diselenggarakan bulan Juli mendatang,โ ujar Fajar.
Bagi Pemuda Muhammadiyah Tasikmalaya, Baitul Arqam bukan hanya forum pelatihan. Agenda ini menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk karakter, memperkuat ideologi, dan menyiapkan kader yang siap bergerak di tengah masyarakat.
Baitul Arqam 2026 Jadi Ruang Konsolidasi Kader
Fajar menjelaskan, Baitul Arqam 2026 akan diarahkan untuk memperkuat gerakan organisasi hingga tingkat kecamatan. Targetnya, Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya memiliki struktur cabang yang lebih merata dan aktif di seluruh wilayah.
โBaitul Arqam bagi kami adalah bagian dari perkaderan muda-mudi yang kemudian nanti mengorbitkan dengan menghadirkan PCPM di setiap kecamatan,โ jelas Fajar.
Dengan target tersebut, Pemuda Muhammadiyah Tasikmalaya ingin memastikan kaderisasi tidak berhenti di tingkat kota. Gerakan kepemudaan Islam itu didorong agar memiliki akar yang lebih kuat di kecamatan, bahkan berkelindan dengan denyut sosial masyarakat di akar rumput.
Agenda Baitul Arqam 2026 juga akan memuat sejumlah isu strategis. Selain penguatan ideologi kader, kegiatan tersebut akan membahas pemberdayaan ekonomi, penguatan organisasi, hingga persoalan sosial kemasyarakatan.
Fajar menegaskan, organisasi kepemudaan Islam perlu mengambil peran lebih luas. Tidak hanya hadir dalam forum internal, tetapi juga ikut membaca kebutuhan masyarakat, menjawab tantangan zaman, dan membangun ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah.
โKami ingin pemerintah hadir melihat langsung proses kaderisasi. Kolaborasi umaro dan organisasi kepemudaan Islam sangat dibutuhkan untuk membangun Tasikmalaya,โ tegas Fajar.
Pernyataan itu menjadi tengara bahwa Pemuda Muhammadiyah Tasikmalaya ingin mendorong kaderisasi yang tidak eksklusif. Baitul Arqam diposisikan sebagai ruang pembentukan kader yang kelak bisa terlibat dalam gerakan sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah.
Diky Sebut Pemuda Muhammadiyah Mitra Strategis Pemerintah
Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, menyambut positif rencana Baitul Arqam 2026. Ia menyebut Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia muda di Kota Tasikmalaya.
Menurut Diky, kaderisasi menjadi investasi jangka panjang. Sebab, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga manusia-manusia muda yang memiliki akhlak, kecerdasan, dan kepedulian sosial.
โPemuda Muhammadiyah selalu jadi mitra strategis pemerintah. Baitul Arqam ini penting untuk mencetak kader yang berakhlak, cerdas. Insyaallah saya upayakan hadir. Kalau kadernya kuat, kotanya juga kuat,โ ujar Diky.
Dukungan tersebut mempertegas posisi Pemuda Muhammadiyah Tasikmalaya dalam lanskap organisasi kepemudaan di daerah. Kehadiran pemerintah dalam agenda kaderisasi dinilai penting untuk memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah.
Baitul Arqam 2026 sendiri ditargetkan diikuti puluhan kader dari cabang dan ranting se-Kota Tasikmalaya. Selain menerima materi klasikal, para peserta juga akan diarahkan untuk turun ke lapangan melalui proyek sosial.
Skema itu menjadi pembeda penting. Kader tidak hanya menerima materi dalam ruangan, tetapi juga diuji melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Di situlah nilai-nilai Muhammadiyah tidak berhenti sebagai teori, melainkan hadir sebagai praktik sosial yang bisa dirasakan langsung.
Bagi Pemuda Muhammadiyah Tasikmalaya, agenda ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat marwah organisasi. Baitul Arqam 2026 diharapkan melahirkan kader muda yang tidak hanya lantang di forum, tetapi juga siap bekerja, berjejaring, dan memberi manfaat bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. (DH/AS)
Baca Berita Tasikmalaya lainnya di Google News





















