lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Dua anak kembar asal Garut dilaporkan hilang saat dalam perjalanan menuju Pondok Pesantren Darul Huda Banjar. Keduanya berangkat dari Bayongbong, Kabupaten Garut, pada Rabu (20/5/2026), tetapi hingga laporan dibuat keluarga, mereka belum sampai ke tujuan.
Dua anak tersebut adalah Ana Rahma Farihan dan Ani Rahmi Syaidah. Keduanya merupakan anak kandung Ibu Erwin Winarti, warga Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Laporan orang hilang itu kemudian dibuat di Polsek Bayongbong pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 10.46 WIB.
Berangkat dari Bayongbong, Terakhir Dikabarkan Sampai Singaparna
Berdasarkan keterangan dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Orang Hilang/Meninggalkan Rumah Polsek Bayongbong, kedua anak kembar tersebut berangkat dari rumah pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka diantar hingga Terminal Guntur Garut untuk melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Darul Huda Banjar.
Namun, karena tidak ada bus yang langsung menuju Banjar, keduanya disebut naik kendaraan umum bus Primajasa jurusan Singaparna, Tasikmalaya. Dari sana, rencananya perjalanan dilanjutkan menuju Banjar.
Kabar terakhir yang diterima keluarga menyebutkan, kedua anak kembar asal Garut itu sudah sampai di Terminal Singaparna pada hari keberangkatan. Setelah titik itu, keluarga belum menerima kepastian mengenai keberadaan mereka.
Hingga laporan dibuat pada Sabtu, 23 Mei 2026, keduanya belum sampai ke Pondok Pesantren Darul Huda Banjar. Kondisi ini membuat keluarga cemas dan berharap ada informasi dari masyarakat, terutama yang berada di jalur Garut, Singaparna, Tasikmalaya, hingga Banjar.
Sebelum berangkat, ada satu keterangan yang ikut membuat keluarga semakin khawatir. Kedua anak tersebut sempat mengeluh kepada temannya karena merasa lelah setelah mengikuti ujian pondok.
Halaman selanjutnya: Sempat Mengeluh Lelah Ujian Pondok, Keluarga Minta Bantuan Warga





















