Sempat Mengeluh Lelah Ujian Pondok, Keluarga Minta Bantuan Warga
Dalam laporan tersebut, Ana Rahma Farihan dan Ani Rahmi Syaidah tercatat sebagai pelajar atau santriwati. Keduanya lahir di Garut pada Juli 2009 dan hendak kembali ke Pondok Pesantren Darul Huda Banjar setelah sebelumnya berada di rumah.
Ana Rahma Farihan disebut terakhir mengenakan gamis warna hitam, kerudung warna hitam, dan sepatu warna putih. Tinggi badannya sekitar 160 sentimeter. Ciri-ciri lainnya, rambut bergelombang panjang, kulit sawo matang, dan mata bulat.
Sementara Ani Rahmi Syaidah disebut mengenakan kemeja warna putih, celana warna putih, kerudung warna putih, dan sandal warna putih. Tinggi badannya sekitar 165 sentimeter. Ia juga memiliki rambut bergelombang panjang, kulit sawo matang, dan mata bulat.
Keterangan soal keluhan lelah mengikuti ujian pondok menjadi bagian dari informasi yang disampaikan dalam laporan. Namun, hingga kini belum ada kesimpulan mengenai penyebab keduanya belum sampai ke pesantren. Karena itu, informasi publik sangat dibutuhkan agar keberadaan anak kembar asal Garut tersebut bisa segera diketahui.
Polsek Bayongbong Terima Laporan, Warga Diminta Segera Menghubungi Keluarga
Keluarga meminta bantuan masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Ana Rahma Farihan dan Ani Rahmi Syaidah agar segera menghubungi pihak keluarga atau Polsek Bayongbong.
Ibu Erwin Winarti dapat dihubungi melalui nomor 081320660887. Masyarakat juga bisa menghubungi Polsek Bayongbong di nomor 0262-233181 atau datang langsung ke Jl. Asrama Polisi No. 19 Bayongbong, Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.
Kasus anak kembar asal Garut dilaporkan hilang ini menjadi perhatian karena melibatkan jalur perjalanan antardaerah, dari Garut menuju Singaparna, lalu direncanakan berlanjut ke Banjar. Satu informasi kecil dari warga bisa menjadi petunjuk penting bagi keluarga.
Baca Berita Priangan lainnya di Google News





















