lintaspriangan.com,ย BERITA GARUT.ย Piala Bupati Garut Antar-SD resmi dibuka di Lapangan Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (23/5/2026). Turnamen sepak bola usia dini ini langsung menyedot perhatian karena diikuti 80 tim atau kontingen dari 50 SD/MI se-Kabupaten Garut.
Pembukaan turnamen dilakukan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Di tengah riuh anak-anak berseragam sepak bola, ajang ini tidak hanya menjadi arena adu teknik di lapangan, tetapi juga ruang pembinaan karakter, sportivitas, dan pencarian bibit atlet muda Garut.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan, olahraga memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Ia menilai, anak-anak perlu lebih banyak bergerak, berinteraksi, dan berkompetisi secara sehat, bukan terlalu lama larut dalam kebiasaan bermain gawai.
โKalau saya lebih suka anak-anak banyak gerak, ketimbang malas gerak atau mager,โ ucap Bupati Garut dalam kegiatan tersebut.
Pernyataan itu menjadi salah satu pesan penting dalam pembukaan Piala Bupati Garut Antar-SD. Di tengah semakin kuatnya pengaruh gawai dalam kehidupan anak-anak, kegiatan olahraga seperti sepak bola dinilai bisa menjadi jalan keluar yang lebih sehat dan produktif. Lapangan, dalam konteks ini, menjadi ruang belajar yang tidak kalah penting dari ruang kelas.
Bupati Garut Dorong Anak Lebih Aktif dan Sportif
Bupati Garut menyampaikan, anak-anak harus diberi kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berprestasi. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan positif sejak dini, termasuk mendorong anak agar aktif bergerak dan tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gawai.
Ia menilai, turnamen sepak bola SD/MI Garut seperti ini bisa menjadi sarana pembinaan yang efektif. Anak-anak tidak hanya belajar menendang bola, menggiring, atau mencetak gol, tetapi juga belajar disiplin, bekerja sama, menerima kemenangan, dan menghadapi kekalahan dengan kepala tegak.
Nilai-nilai itulah yang menjadi ruh penting dalam pembinaan sepak bola usia dini Garut. Sebab, prestasi olahraga tidak lahir hanya dari bakat, tetapi juga dari latihan, keberanian, mental bertanding, dan dukungan lingkungan.
Melalui Piala Bupati Garut Antar-SD, Pemerintah Kabupaten Garut berharap muncul anak-anak berbakat yang kelak dapat berkembang menjadi atlet sepak bola potensial. Bukan mustahil, dari lapangan Jayaraga ini, suatu hari lahir pemain yang mampu membawa nama Garut ke panggung lebih tinggi.
Apalagi, sepak bola masih menjadi olahraga yang sangat dekat dengan masyarakat. Dari kampung, sekolah, hingga lapangan terbuka, sepak bola kerap menjadi bahasa bersama anak-anak. Bola bundar kadang memang lebih jujur dari rapat panjang: siapa berani bergerak, dia punya peluang.
80 Tim dari 50 SD/MI Ikut Bersaing
Ketua Pelaksana Kegiatan, Firman, menyampaikan bahwa antusiasme sekolah dalam mengikuti turnamen tahun ini sangat tinggi. Turnamen Piala Bupati Garut Antar-SD dilaksanakan selama dua hari, yakni 23โ24 Mei 2026, di Lapangan Jayaraga, Tarogong Kidul.
Menurut Firman, sebanyak 80 tim atau kontingen ikut ambil bagian dalam turnamen tersebut. Puluhan tim itu berasal dari 50 SD/MI di Kabupaten Garut. Jumlah peserta yang besar menunjukkan tingginya minat sekolah terhadap pembinaan olahraga, khususnya sepak bola usia dini.
Firman juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan turnamen. Ia menilai, dukungan pemerintah sangat penting agar pembinaan atlet muda Garut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut dalam program yang lebih terarah.
Turnamen ini diharapkan menjadi agenda yang memberi dampak bagi sekolah, pelatih, orang tua, dan para peserta. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga membuka ruang pemantauan bakat anak sejak dini.
Dengan jumlah peserta yang mencapai 80 tim, persaingan dalam turnamen ini diprediksi berlangsung ketat. Setiap sekolah tentu datang membawa semangat terbaik. Namun, lebih dari sekadar memburu gelar juara, Piala Bupati Garut Antar-SD menjadi panggung awal bagi anak-anak Garut untuk belajar percaya diri, menjunjung sportivitas, dan menapaki mimpi sebagai atlet masa depan.
Turnamen ini juga menjadi pengingat bahwa pembinaan olahraga harus dimulai dari bawah. Sebelum lahir pemain besar, selalu ada lapangan kecil, pelatih sabar, orang tua yang mendukung, dan anak-anak yang berani berkeringat mengejar bola. (AI/AS)
Baca Berita Garut lainnya di Google News





















