Waspada! Pesisir Tasikmalaya dan Pangandaran Berpotensi Diterjang Rob

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Air laut dapat naik perlahan tanpa didahului hujan. Ketika mencapai daratan rendah, air bisa menggenangi jalan, permukiman, tambak hingga tempat usaha yang berada dekat pantai.

Kondisi tersebut perlu diwaspadai masyarakat pesisir Tasikmalaya dan Pangandaran. Direktorat Meteorologi Maritim BMKG memasukkan kedua kabupaten itu dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami banjir pesisir atau rob pada 14–18 Juli 2026.

Peringatan tersebut diterbitkan setelah BMKG memantau data ketinggian muka air laut dan memperhitungkan prediksi pasang-surut di sejumlah pesisir Indonesia.

- Advertisement -

Pemicu utamanya adalah fenomena Super New Moon pada 14 Juli 2026. Fenomena astronomi tersebut terjadi ketika fase Bulan Baru berdekatan dengan perigee, yaitu saat Bulan berada dalam jarak relatif dekat dengan Bumi.

Kombinasi itu berpotensi meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut.

Pesisir Tasikmalaya dan Pangandaran Masuk Periode Waspada

Dalam siaran resminya, BMKG mencantumkan lima kabupaten di pesisir selatan Jawa Barat yang berpotensi mengalami rob pada 14–18 Juli 2026.

Kelima wilayah tersebut adalah:

  • Kabupaten Sukabumi;
  • Kabupaten Cianjur;
  • Kabupaten Garut;
  • Kabupaten Tasikmalaya;
  • Kabupaten Pangandaran.

Dengan demikian, pesisir Tasikmalaya dan Pangandaran berada dalam periode kewaspadaan yang sama.

Sementara itu, dua wilayah pesisir utara Jawa Barat, yakni Kabupaten Bekasi dan Karawang, memiliki periode potensi rob pada 9–16 Juli 2026.

Secara keseluruhan, terdapat tujuh kabupaten di Jawa Barat yang masuk dalam peringatan potensi rob BMKG.

Namun, masyarakat perlu memahami bahwa informasi tersebut merupakan peringatan potensi. BMKG tidak menyatakan bahwa seluruh pantai di tujuh kabupaten itu pasti mengalami genangan.

Belum Ada Perincian Kecamatan dan Jam Puncak

Siaran BMKG menyebut wilayah secara umum sebagai pesisir Kabupaten Tasikmalaya dan pesisir Kabupaten Pangandaran.

Belum terdapat perincian mengenai kecamatan, desa, pantai maupun jalan yang diprediksi mengalami genangan. BMKG juga tidak mencantumkan jam puncak pasang untuk setiap lokasi dalam siaran nasional tersebut.

Karena itu, masyarakat tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa seluruh kawasan pantai akan terendam.

Ketinggian dan luas genangan dapat berbeda di setiap lokasi. Kondisi itu dipengaruhi oleh ketinggian daratan, bentuk garis pantai, drainase, tanggul, muara sungai hingga kemampuan air kembali mengalir menuju laut.

Daerah rendah yang berdekatan dengan pantai atau muara secara umum perlu meningkatkan kewaspadaan.

Rob Bisa Datang Meski Tidak Hujan

Banjir rob berbeda dengan banjir yang dipicu hujan deras atau luapan sungai.

Rob terjadi ketika pasang maksimum membuat air laut masuk ke daratan. Oleh sebab itu, genangan dapat muncul ketika cuaca di daratan sedang cerah dan tidak turun hujan.

Inilah yang membuat rob terkadang terlambat disadari. Warga mungkin merasa aman karena langit cerah, padahal muka air laut sedang bergerak naik.

Dampaknya juga tidak selalu berbentuk genangan tinggi. Rob dapat bermula dari air yang memasuki saluran drainase, menggenangi jalan rendah atau merembes ke halaman rumah.

Apabila pasang terus meningkat, aktivitas masyarakat pesisir dapat ikut terganggu.

Aktivitas yang Berpotensi Terdampak

Menurut BMKG, pasang maksimum air laut secara umum berpotensi memengaruhi kegiatan masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir.

Aktivitas tersebut meliputi:

  • bongkar muat di pelabuhan;
  • kegiatan di permukiman pesisir;
  • tambak garam;
  • perikanan darat;
  • akses jalan di sekitar pantai;
  • kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.

Di Tasikmalaya dan Pangandaran, kewaspadaan juga perlu menjadi perhatian nelayan, pengelola perahu, pedagang pantai serta pelaku usaha yang menyimpan peralatan dekat garis air.

Namun, dampak lokal tersebut perlu dikonfirmasi berdasarkan kondisi lapangan. Peringatan BMKG belum berarti seluruh aktivitas itu pasti terganggu.

Rob Bukan Gelombang Tinggi

Masyarakat juga perlu membedakan banjir rob dengan gelombang tinggi.

Rob berhubungan dengan naiknya muka air laut akibat pasang maksimum. Sementara itu, gelombang tinggi berkaitan dengan energi gelombang yang dipengaruhi angin dan kondisi atmosfer di laut.

Keduanya dapat terjadi pada waktu yang berdekatan, tetapi merupakan fenomena berbeda.

Informasi mengenai tinggi gelombang harus merujuk pada peringatan gelombang BMKG yang diterbitkan secara terpisah. Karena itu, potensi rob tidak boleh langsung diterjemahkan sebagai ancaman tsunami atau gelombang besar.

Rob juga berbeda dengan tsunami. Tsunami biasanya dipicu gempa bumi, longsoran bawah laut atau aktivitas geologi lainnya, sedangkan rob berkaitan dengan siklus pasang air laut.

Warga Pesisir Bisa Melakukan Ini

Masyarakat pesisir Tasikmalaya dan Pangandaran tidak perlu panik. Peringatan dini justru diterbitkan agar warga memiliki waktu untuk mengurangi potensi kerugian.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Memantau perubahan muka air di pantai dan muara.
  2. Mengikuti pembaruan informasi BMKG dan BPBD.
  3. Memindahkan kendaraan dari jalan atau halaman yang biasa tergenang.
  4. Mengangkat barang berharga dan peralatan elektronik ke tempat lebih tinggi.
  5. Mengamankan perahu dan perlengkapan melaut.
  6. Memeriksa saluran air di sekitar rumah dan tempat usaha.
  7. Menghindari memaksakan aktivitas apabila air terus meninggi.
  8. Membantu menyampaikan informasi kepada lansia dan warga yang tinggal sendiri.

Pengelola tempat wisata juga dapat memantau area parkir, warung, akses keluar-masuk pantai dan fasilitas lain yang berada di daratan rendah.

Berlaku Sampai 18 Juli 2026

Periode potensi rob di pesisir Tasikmalaya dan Pangandaran berlangsung hingga Sabtu, 18 Juli 2026.

Rentang waktu tersebut bukan berarti rob akan berlangsung terus-menerus selama lima hari. Genangan, jika terjadi, biasanya mengikuti siklus pasang di masing-masing wilayah.

Karena siaran nasional BMKG belum mencantumkan jam puncak setiap titik, masyarakat disarankan memeriksa informasi pasang-surut terbaru dan mengikuti arahan petugas setempat.

Warga juga sebaiknya tidak menyebarkan foto atau video genangan lama tanpa keterangan waktu dan lokasi. Konten lama yang dibagikan kembali dapat menimbulkan kesan seolah-olah rob sedang terjadi di seluruh kawasan.

BMKG meminta masyarakat tetap waspada dan siaga mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut. Pembaruan informasi dapat dipantau melalui situs cuaca maritim BMKG, layanan 196 atau kantor BMKG terdekat.

Peringatan dini bukan ramalan bahwa bencana pasti terjadi. Pesannya sederhana: masyarakat pesisir memiliki risiko, waktunya sudah diketahui, dan langkah antisipasi dapat dilakukan sebelum air datang. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

PEPATAH MANIS Ciamis Hadirkan 58 Layanan di Sukamantri, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Beli Pangan Murah

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menghadirkan 58 jenis...

Hari Santri 2026 Pangandaran, PCNU dan Pemkab Rencanakan Upacara Bersama serta Berbagai Perlombaan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...

Upacara Hari Jadi Pangandaran ke-14 Digelar 24 Oktober di Lapangan Parigi, Ini Rangkaian Acaranya

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menjadwalkan upacara Hari...

Pangandaran Fest 2026 Berlangsung hingga 24 Oktober, Puluhan Stan UMKM Disiapkan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran Fest 2026 dijadwalkan berlangsung hingga...

Musabaqah Hari Santri 2026 Kota Tasikmalaya Jadi Ajang Pengembangan Kemampuan Santri

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Musabaqah Hari...

JAWA BARAT

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Pinjaman Pemprov Jabar Tak Direstui Kemendagri, Pemborong Pekerjaan 2026 Siap-Siap Gigit Jari

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Rencana pinjaman Pemprov Jabar sebesar Rp3,4...

Insentif Rp100 Ribu Sebulan, Ribuan Guru PAUD Indramayu Menanti

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Ribuan guru Pendidikan Anak Usia Dini...

Olahraga

Kategori Populer