lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS.ย Isu asusila di Ciamis mulai menjadi sorotan sejumlah elemen masyarakat menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis. Keresahan publik atas persoalan sosial tersebut dinilai perlu dibaca lebih dini agar tidak berkembang menjadi gejolak yang lebih luas di lapangan.
Sorotan itu mengemuka saat sejumlah aktivis Ciamis yang tergabung dalam Forum Gerakan Publik Ciamis Raya mendatangi Mapolres Ciamis, Jumat (22/5/2026). Mereka menyampaikan sejumlah catatan terkait kondisi sosial masyarakat, ruang penyampaian aspirasi, hingga potensi meningkatnya eskalasi gerakan menjelang momentum hari jadi daerah.
Audiensi tersebut diterima langsung Wakapolres Ciamis Kompol Sujana, S.Pd. Pertemuan berlangsung terbuka dan membahas pentingnya menjaga komunikasi antara masyarakat, aktivis, dan aparat kepolisian agar dinamika publik tetap berjalan dalam suasana kondusif.
Bagi Forum Gerakan Publik Ciamis Raya, mencuatnya isu asusila di Ciamis tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Isu yang berkaitan dengan moral publik, rasa aman warga, dan kepercayaan masyarakat terhadap penanganan masalah sosial itu dinilai memiliki daya pantik cukup besar jika tidak dikelola secara tepat.
Koordinator Forum Gerakan Publik Ciamis Raya, Prima Pribadi, mengatakan kedatangan pihaknya ke Polres Ciamis bukan untuk memperkeruh keadaan. Menurutnya, forum justru ingin membuka ruang komunikasi agar berbagai keresahan masyarakat tidak berkembang liar menjadi kabut informasi.
โKami datang bukan untuk membuat situasi panas, tapi justru ingin membangun komunikasi. Kondisi sosial di Ciamis sedang banyak disorot masyarakat, terutama soal kasus asusila yang akhir-akhir ini cukup ramai,โ ujar Prima.
Aktivis Ingatkan Isu Sosial Bisa Melebar
Prima menilai, dinamika sosial di Kabupaten Ciamis perlu diantisipasi secara proporsional. Apalagi, menjelang Hari Jadi Kabupaten Ciamis, ruang kritik dan aspirasi masyarakat biasanya mulai menguat.
Menurutnya, momentum hari jadi daerah kerap menjadi titik temu berbagai catatan publik. Mulai dari persoalan pelayanan, sosial kemasyarakatan, keamanan, hingga isu-isu yang menyentuh langsung kepentingan warga.
Dalam konteks itu, isu asusila di Ciamis disebut menjadi salah satu perhatian penting. Prima menilai, jika persoalan seperti ini tidak ditangani secara serius dan komunikatif, bukan tidak mungkin muncul reaksi dari kelompok masyarakat maupun elemen gerakan sipil.
โBiasanya menjelang Hari Jadi Ciamis dinamika gerakan aktivis meningkat. Itu hal biasa dalam demokrasi. Karena itu kami ingin komunikasi dengan kepolisian tetap terjalin baik supaya aspirasi masyarakat bisa tersampaikan dengan kondusif,โ katanya.
Prima menegaskan, gerakan aktivis bukan sesuatu yang harus selalu dibaca sebagai ancaman. Dalam demokrasi, kata dia, kritik dan aspirasi merupakan bagian dari kontrol publik. Namun, ruang komunikasi tetap dibutuhkan agar penyampaian pendapat tidak berubah menjadi friksi di lapangan.
Ia menyebut, aktivis Ciamis juga memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga daerah tetap aman. Karena itu, komunikasi dengan Polres Ciamis dianggap penting agar aparat keamanan dapat membaca denyut sosial masyarakat secara lebih utuh.
โKalau ruang komunikasi dibuka, semuanya bisa lebih adem. Aktivis juga ingin situasi tetap kondusif,โ tambahnya.
Forum Gerakan Publik Ciamis Raya berharap aparat kepolisian tidak hanya hadir saat situasi sudah memanas. Menurut mereka, langkah antisipatif jauh lebih penting agar potensi eskalasi sosial bisa dicegah sejak awal.
Polres Ciamis Buka Ruang Aspirasi
Sementara itu, Wakapolres Ciamis Kompol Sujana, S.Pd. menyambut baik kedatangan Forum Gerakan Publik Ciamis Raya. Ia mengapresiasi kepedulian para aktivis terhadap kondisi sosial dan keamanan di Kabupaten Ciamis.
Kompol Sujana mengatakan, Polres Ciamis terbuka terhadap berbagai masukan dan aspirasi dari masyarakat. Menurutnya, kepolisian membutuhkan dukungan banyak pihak untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
โKami berterima kasih atas kepedulian rekan-rekan aktivis terhadap kondisi sosial dan keamanan di Kabupaten Ciamis. Polres Ciamis tentu terbuka untuk menjalin komunikasi dan sinergi bersama masyarakat,โ ujar Kompol Sujana.
Ia menegaskan, perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan itu harus tetap dikelola melalui komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau gangguan ketertiban umum.
โPerbedaan pandangan itu biasa, yang penting komunikasi tetap berjalan dan situasi daerah tetap kondusif,โ katanya.
Menurut Kompol Sujana, menjaga keamanan Ciamis bukan hanya tugas aparat kepolisian. Kondusivitas daerah membutuhkan keterlibatan semua elemen, termasuk aktivis, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, tokoh agama, dan warga.
Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi antara masyarakat dan kepolisian. Terutama menjelang Hari Jadi Kabupaten Ciamis, ketika aktivitas sosial, penyampaian aspirasi, dan perhatian publik terhadap berbagai persoalan daerah diperkirakan akan meningkat.
Pertemuan aktivis Ciamis dengan Polres Ciamis ini menjadi tengara bahwa isu sosial di daerah mulai masuk fase yang perlu dikelola lebih hati-hati. Isu asusila di Ciamis bukan hanya dipandang sebagai persoalan hukum dan moral, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika sosial yang berpotensi melebar jika ruang dialog tidak dibuka sejak awal. (N/AS)
Baca Berita Ciamis lainnya di Google News





















