Kota Tasikmalaya Punya Waktu 2 Minggu agar Nyapu Kabuyutan jadi WBTB Jabar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tradisi Nyapu Kabuyutan, warisan budaya yang diusulkan Kota Tasikmalaya dalam domain “Adat-istiadat, Ritus dan Perayaan-perayaan”, kembali menjadi sorotan setelah hasil sidang penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Jawa Barat 2026 diumumkan pada 30 Oktober lalu. Dalam keputusan itu, tim penilai memberikan catatan penting: Nyapu Kabuyutan harus melalui masa perbaikan sebelum dapat ditetapkan secara resmi sebagai WBTB Jabar tahun 2026.

Periode perbaikan itu pun sangat singkat. Tim penilai hanya memberikan waktu dua minggu, sehingga batas akhir penyerahan hasil pembenahan adalah 13 November 2025. Meski sempit, kesempatan tersebut dinilai krusial untuk memastikan bahwa tradisi yang menjadi kebanggaan warga Tasikmalaya itu memenuhi standar kuratorial dan dokumentasi sesuai ketentuan penetapan WBTB Jabar.

Andri Candiaman, S.Sn., Pamong Budaya pada Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, membenarkan adanya catatan perbaikan itu. Menurutnya, rekomendasi tersebut merupakan bagian dari dinamika penilaian dan tidak hanya dialami Kota Tasikmalaya.

“Bukan hanya Nyapu Kabuyutan yang mendapat catatan perbaikan. Ada beberapa daerah lain seperti Kota Sukabumi, Kota Cirebon, dan Kota Bandung yang juga mendapatkan rekomendasi serupa,” ujar Andri saat dihubungi oleh wartawan Lintas Priangan, Deni Heryano, Jumat (31/10/2025). Andri juga menegaskan bahwa tahap ini merupakan proses lumrah dalam seleksi WBTB, karena setiap tradisi harus memenuhi standar kelayakan yang sama.


Perbaikan untuk Penguatan Identitas Budaya Tasikmalaya

Menurut Andri, perbaikan yang diminta berkaitan dengan penguatan unsur ritus, penjelasan konteks adat, serta penjabaran nilai historis tradisi Nyapu Kabuyutan. Tradisi ini selama bertahun-tahun masih dilestarikan di sejumlah tempat di Tasikmalaya dan menjadi salah satu simbol hubungan masyarakat dengan leluhur serta ruang-ruang keramat (kabuyutan) yang dijaga bersama.

“Dalam domain Adat-istiadat, Ritus dan Perayaan-perayaan, penekanan utamanya bukan hanya pada dokumentasi visual, tapi juga narasi yang menjelaskan makna, pelaku, waktu pelaksanaan, serta transmisi nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” kata Andri.

Ia menambahkan, tim Disporabudpar Kota Tasikmalaya bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) akan segera mengerjakan perbaikan tersebut sejak keputusan sidang diumumkan. Beberapa aspek yang dibenahi antara lain penguatan naskah akademik, kelengkapan foto, video ritus, hingga penjelasan garis genealogis tradisi.

Selain domain ritus dan perayaan seperti Nyapu Kabuyutan, penetapan WBTB Jabar juga mencakup domain lain, di antaranya Tradisi dan Ekspresi Lisan, Pengetahuan dan Kebiasaan Perilaku Mengenai Alam dan Semesta, serta Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. Setiap domain memiliki indikator penilaiannya sendiri, sehingga prosesnya berjalan ketat dan berlapis.


Target Jangka Panjang: Menyusul Jejak Kerajinan Mendong

Pemerintah Kota Tasikmalaya menaruh harapan besar kepada Nyapu Kabuyutan. Tradisi ini diharapkan dapat menyusul jejak kerajinan mendong, yang telah ditetapkan sebagai WBTB Jawa Barat tahun 2023 dan kemudian naik menjadi WBTB Nasional pada 2025.

“Kalau Nyapu Kabuyutan bisa lolos sebagai WBTB Jabar 2026, itu akan menjadi pintu masuk untuk naik ke tahap nasional. Prosesnya memang panjang, tapi kita optimistis,” ucap Andri.

Ia menegaskan bahwa pengakuan WBTB bukan sekadar prestasi administratif, melainkan juga upaya menjaga keberlanjutan tradisi di tengah gempuran modernisasi. Identitas budaya, menurutnya, justru semakin dibutuhkan saat daerah berkembang dan generasi muda berhadapan dengan globalisasi.

“Karena itu kami mengajak semua pihak, termasuk komunitas budaya dan masyarakat setempat, untuk ikut mendukung proses ini. Nyapu Kabuyutan bukan milik satu kelompok; ini warisan bersama,” kata Andri.

Dengan waktu perbaikan yang hanya dua minggu, Dispopar bergerak cepat merampungkan semua catatan. Jika seluruh dokumen dapat diserahkan tepat waktu dan memenuhi standar, Nyapu Kabuyutan berpeluang besar ditetapkan sebagai WBTB Jawa Barat 2026, sekaligus menambah daftar warisan budaya yang memperkuat identitas Kota Tasikmalaya di kancah provinsi maupun nasional. (GPS)

magang Jepang Tasikmalaya

Pendaftaran Magang Jepang Tasikmalaya Ditutup 14 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pendaftaran magang Jepang Tasikmalaya melalui program IM Japan diperpanjang hingga Senin, 14 September 2026. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya membuka kesempatan tersebut bagi pencari...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Hari Kunjung Perpustakaan, Tasikmalaya Buka Bimtek Naskah Lokal 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Momentum Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati Senin,...

Pendaftaran Magang Jepang Tasikmalaya Ditutup 14 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pendaftaran magang Jepang Tasikmalaya melalui program IM...

Domba Garut Dikembangkan Jadi Penggerak Ekonomi, 631 Ternak Ikuti Dua Kompetisi

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 631 ternak mengikuti dua kompetisi Domba...

Karhutla Ciamis Capai 34 Kejadian, Terbanyak Kedua di Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Karhutla Ciamis tercatat mencapai 34 kejadian sepanjang...

Kekeringan Priangan Timur, Tiga Daerah Masuk Lima Besar Distribusi Air Bersih Jabar

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Kekeringan Priangan Timur menempatkan Kabupaten Pangandaran, Kabupaten...

JAWA BARAT

Festival Tari Tradisional Jawa Barat Dijadwalkan Berlangsung 9 Jam Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Festival Tari Tradisional Jawa Barat dijadwalkan...

Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dijadwalkan Dibuka di Cimenyan Pagi Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jambore Relawan Kebencanaan 2026 dijadwalkan dibuka di...

KPK Geledah Rumah Anggota Polri, Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Suap Bupati Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan...

GIIAS Education Day di Bandung Masuki Hari Kedua, Pelajar Diajak Kenali Industri Otomotif

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. GIIAS Education Day memasuki hari kedua di...

PPAN Jawa Barat 2026 Dijadwalkan Umumkan Peserta Lolos Tahap Provinsi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT.  Peserta PPAN Jawa Barat 2026 dijadwalkan...

1,96 Ton Beras Bantuan Pangan Cirebon Malah Menumpuk di Rumah Warga, Bantuan buat Siapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Beras bantuan pangan yang seharusnya berada...

Drama Sunda Palagan Bubat Tampil Lima Sesi di Bandung Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Drama Sunda Palagan Bubat dijadwalkan tampil dalam lima...

Sukabumi Expo 2026 Mulai 10 September, Job Fair Jadi Salah Satu Agenda

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sukabumi Expo 2026 dijadwalkan mulai berlangsung di Kabupaten...

Olahraga

Popular Categories