Kinerja Wali Kota Viman Banyak Dipertanyakan, Legislator Gerindra Kok Bungkam?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Di tengah derasnya sorotan publik terhadap kinerja Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, ada satu pemandangan menarik, atau mungkin menyedihkan. Pemandangan tersebut cukup mencolok: “Kemana legisltor dari Partai Gerindra?”. Karena faktanya, tak satu pun dari 10 anggota DPRD Kota Tasikmalaya yang berasal dari Partai Gerindra tampil ke depan. Alih-alih untuk memberikan pembelaan, sekedar menjalankan fungsi penyeimbang saja tidak.

“Padahal, jika mengikuti pakem politik Indonesia pada umumnya, fraksi pemerintah biasanya hadir sebagai penyeimbang sekaligus benteng pertahanan bagi kepala daerah. Dalam dunia politik lokal, praktik ini sudah jadi pemandangan yang lumrah,” terang Diki Sam’ani, seorang peminat isu sosial-politik dari Forum Diskusi Albadar, saat diwawancarai Lintas Priangan, Selasa (3/6/2025).

Namun, menurut Diki, fenomena diamnya para legislator Gerindra justru menciptakan ruang gema yang hanya berisi kritik sepihak, tanpa suara penjelas atau penyeimbang.

“Kalau diam semua, masyarakat bisa mengira bahwa kritik itu sepenuhnya benar. Akibatnya, citra wali kota bisa merosot, jajaran SKPD repot, dan kepercayaan kepada pemerintah bisa menurun,” tegasnya.

Antara Tidak Peduli atau Tak Punya Kompetensi

Diki menduga ada dua kemungkinan penyebab fenomena di atas.

“Pertama, bisa jadi karena mereka tidak peduli. Mungkin sedang sibuk dengan urusan pribadi. Kedua, sebagian diantaranya bukan mustahil memang tidak tahu harus bicara apa, alias tidak paham isu. Jangan-jangan juga karena memang tak punya kompetensi,” ucap Diki, meskipun ia meyakini sebenarnya ada politisi senior di Gerindra seperti Andi Warsandi misalnya.

“Untuk yang baru-baru jadi wakil rakyat, mereka kan harusnya sudah siap. Situasi seperti hari ini harusnya sudah terbayangkan sejak awal terjun ke dunia politik. Jangan malah setelah terpilih, lebih terkesan seperti ‘penonton VIP’ dari pinggir lapangan. Ini yang bikin miris.”

DPRD Didominasi Non Kader Politik

Pernyataan Diki bukan tanpa dasar. Data dari Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap bahwa sebanyak 61% anggota DPR periode 2024–2029 berasal dari latar belakang pebisnis, alias bukan aktivis partai atau kader ideologis. Banyak dari mereka masuk lewat “jalur cepat”, bukan karena kemampuan substansi, pengalaman organisasi maupun kompetensi.

“Riset ICW itu diperkuat juga oleh hasil riset PolGov UGM, yang secara tegas mengungkap, betapa politik uang dan patronase sangat menentukan siapa yang duduk di kursi dewan. Jadi, bukan hal aneh kalau ada anggota DPRD yang terlihat bingung. Padahal kepala daerah dari kubu mereka sedang dicecar,” tambah Diki.

“Kalau ingin memperbaiki citra pemerintahan dan memperkuat posisi politik, Pimpinan Gerindra harus mengevaluasi kualitas dan loyalitas kadernya di DPRD. Jangan sampai kursi di dewan hanya diisi oleh mereka yang pandai selfie tapi gagap berbicara di forum resmi. DPRD itu bukan tempat magang. Atau masa iya mereka cuma bisa nunggu Kang Haji Aslim pulang dari Tanah Suci, kasihan Viman,” tegasnya.

Ia juga menyarankan agar Wali Kota Viman lebih selektif dalam menjalin komunikasi politik, termasuk dengan fraksi partainya sendiri. “Kalau wali kotanya sering diserang tapi fraksinya diam, jangan-jangan mereka memang bukan teman seperjuangan, tapi hanya rekan seangkot waktu kampanye dulu,” pungkas Diki setengah tertawa. (Lintas Priangan/AA).

PRIANGAN TIMUR

Galunggung untuk Pemula: Pilih 510 atau 620 Anak Tangga?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Akhir pekan pada Minggu, 2 Agustus 2026,...

38 Tahun Tirta Galuh Ciamis, Menjaga Air Tetap Mengalir

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perumda Air Minum Tirta Galuh Ciamis memasuki...

Hilang Sejak Sore, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Bendungan Panawangan Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Harapan keluarga untuk menemukan Eman (81)...

Lansia 70 Tahun Tolak Pengakuan Bersalah, Sidang Dugaan Penipuan Rumah di Banjar Memanas

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sidang perdana kasus dugaan penipuan rumah...

Lolos Enam Lapis Seleksi, Dua Pelajar Kota Tasikmalaya Menuju Paskibraka Jabar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Enam lapis seleksi telah dilewati. Kini, Muhammad...

JAWA BARAT

Agustus Jadi Puncak Kemarau, Daerah Mana di Jabar Paling Rawan?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Memasuki Sabtu, 1 Agustus 2026, Jawa Barat...

Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Beroperasi, 540 Anak dari Empat Daerah Mulai Tempati Asrama

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Program Sekolah Rakyat Cirebon resmi memasuki...

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

Olahraga

Popular Categories